alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Warga Kalteng Jemput Sabu Satu Kilogram

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat menggagalkan perdagangan gelap narkotika jenis sabu seberat satu kilogram di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (7/5) malam.

Dalam operasi itu, BNN juga mengamankan tiga pelaku yakni Mus (27), DI (43), dan PH (35) serta barang bukti berupa satu kilogram narkoba jenis sabu dan lima butir ekstasi.

Kepala Seksi Penyidikan BNN Kalbar, Stevanny Valentino mengatakan, pengungkapan perdagangan narkotika ini berawal saat BNN Kalbar mendapat informasi akan adanya seseorang asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang akan membeli narkotika di wilayah Kalimantan Barat. Pelaku terdeteksi menggunakan kendaraan roda empat.

Dari informasi itu, tim BNN melakukan penyelidikan dengan menyisir jalur masuk Pontianak di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang.

Dari penyelidikan tersebut, tim melihat ciri mobil yang diduga digunakan oleh pelaku melintas di Jalan Trans Kalimantan dengan laju. Setelah dilakukan pembuntutan, mobil tersebut berhenti di sebuah rumah makan di Jalan Trans Kalimantan.

Tidak lama kemudian, datang sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seseorang yang belakangan diketahui berinisial Mus berhenti di belakang mobil tersebut. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Baca Juga :  Produk Desa Peduli Gambut Go Online

“Dari penangkapan itu, kami menemukan dua buah kantong plastik ukuran sedang yang diduga berisi sabu dan kantong plastik flip kecil berisi lima butir ekstasi,” ungkapnya, kemarin.

Berdasarkan hasil introgasi, pelaku berinisial DI diperintahkan oleh seseorang berinisial Mu yang saat ini masih ditetapkan sebagai buronan. Dia dijanjikan uang sebesar Rp200.000 per gram atau sebesar Rp20 juta untuk menunggu Mus mengantar narkotika pesanannya melalui seseorang berinisial Ar, yang saat ini juga masih ditetapkan sebagai buronan.

“Hasil interogasi terhadap pelaku berinisial DI, dia diperintahkan Mu untuk menunggu barang yang diantar oleh Mus yang dipesan melalui Ar. DI akan dijanjikan diupah Rp200.000/gram. Jika barang sudah diterima, maka langsung dibawa ke Palangkaraya dan diserahkan kepada AC. Saat ini Mu, Ar, dan AC masih buron,” bebernya.

Sementara hasil interogasi terhadap pelaku berinisial Mus, yang mengaku menerima upah sebesar Rp3,2 juta dari Ar, untuk mengantar barang tersebut kepada DI.

Baca Juga :  Tabrak Trotoar, Melayang, Terjebur ke Kolam

Saat ini ketiga pelaku berikut barang buktinya diamankan di kantor BNN Kalbar untuk proses selanjutnya.

Menurut Valentino, pelaku sengaja memesan narkoba untuk diedarkan kembali di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hanya saja, hingga saat pihaknya masih mendalami asal usul barang haram tersebut.

“Kami masih belum tahu, dari mana asal usul barang. Karena mereka hanya sebatas perantara. Sedangkan pemilik barang masih DPO,” jelasnya.

Sementara berdasarkan pengakuan Mus, barang milik seseorang berinisial Ar, warga Tanjung Hulu, Pontianak Timur. Ia hanya diminta untuk mengantarkan barang tersebut dengan upah Rp3,2 juta kepada seseorang.

“Saya hanya diminta mengantar saja. Upahnya untuk memenuhi kebutuhan, apalagi sebentar lagi lebaran, ” katanya.

Sedangkan pelaku DI mengaku, dirinya sudah dua kali menjadi kurir narkotika lintas provinsi. Hanya saja, untuk yang pertama, hanya beberapa gram dengan upah Rp10 juta.

“Ini yang kedua kali. Yang pertama diupah Rp10 juta. Sekarang sekitar Rp200 ribu/gram,” katanya. (arf)

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Barat menggagalkan perdagangan gelap narkotika jenis sabu seberat satu kilogram di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (7/5) malam.

Dalam operasi itu, BNN juga mengamankan tiga pelaku yakni Mus (27), DI (43), dan PH (35) serta barang bukti berupa satu kilogram narkoba jenis sabu dan lima butir ekstasi.

Kepala Seksi Penyidikan BNN Kalbar, Stevanny Valentino mengatakan, pengungkapan perdagangan narkotika ini berawal saat BNN Kalbar mendapat informasi akan adanya seseorang asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang akan membeli narkotika di wilayah Kalimantan Barat. Pelaku terdeteksi menggunakan kendaraan roda empat.

Dari informasi itu, tim BNN melakukan penyelidikan dengan menyisir jalur masuk Pontianak di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang.

Dari penyelidikan tersebut, tim melihat ciri mobil yang diduga digunakan oleh pelaku melintas di Jalan Trans Kalimantan dengan laju. Setelah dilakukan pembuntutan, mobil tersebut berhenti di sebuah rumah makan di Jalan Trans Kalimantan.

Tidak lama kemudian, datang sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seseorang yang belakangan diketahui berinisial Mus berhenti di belakang mobil tersebut. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap para pelaku.

Baca Juga :  Edi Minta Kampung Batik Ciptakan Karya Batik Khas

“Dari penangkapan itu, kami menemukan dua buah kantong plastik ukuran sedang yang diduga berisi sabu dan kantong plastik flip kecil berisi lima butir ekstasi,” ungkapnya, kemarin.

Berdasarkan hasil introgasi, pelaku berinisial DI diperintahkan oleh seseorang berinisial Mu yang saat ini masih ditetapkan sebagai buronan. Dia dijanjikan uang sebesar Rp200.000 per gram atau sebesar Rp20 juta untuk menunggu Mus mengantar narkotika pesanannya melalui seseorang berinisial Ar, yang saat ini juga masih ditetapkan sebagai buronan.

“Hasil interogasi terhadap pelaku berinisial DI, dia diperintahkan Mu untuk menunggu barang yang diantar oleh Mus yang dipesan melalui Ar. DI akan dijanjikan diupah Rp200.000/gram. Jika barang sudah diterima, maka langsung dibawa ke Palangkaraya dan diserahkan kepada AC. Saat ini Mu, Ar, dan AC masih buron,” bebernya.

Sementara hasil interogasi terhadap pelaku berinisial Mus, yang mengaku menerima upah sebesar Rp3,2 juta dari Ar, untuk mengantar barang tersebut kepada DI.

Baca Juga :  Atur Siasat Biar Tidak Mati

Saat ini ketiga pelaku berikut barang buktinya diamankan di kantor BNN Kalbar untuk proses selanjutnya.

Menurut Valentino, pelaku sengaja memesan narkoba untuk diedarkan kembali di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hanya saja, hingga saat pihaknya masih mendalami asal usul barang haram tersebut.

“Kami masih belum tahu, dari mana asal usul barang. Karena mereka hanya sebatas perantara. Sedangkan pemilik barang masih DPO,” jelasnya.

Sementara berdasarkan pengakuan Mus, barang milik seseorang berinisial Ar, warga Tanjung Hulu, Pontianak Timur. Ia hanya diminta untuk mengantarkan barang tersebut dengan upah Rp3,2 juta kepada seseorang.

“Saya hanya diminta mengantar saja. Upahnya untuk memenuhi kebutuhan, apalagi sebentar lagi lebaran, ” katanya.

Sedangkan pelaku DI mengaku, dirinya sudah dua kali menjadi kurir narkotika lintas provinsi. Hanya saja, untuk yang pertama, hanya beberapa gram dengan upah Rp10 juta.

“Ini yang kedua kali. Yang pertama diupah Rp10 juta. Sekarang sekitar Rp200 ribu/gram,” katanya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/