alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Waspadai Penularan Covid di Bandara

Dinkes Gelar Rapid Test Dadakan, Semua Penumpang Non-reaktif

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mewanti-wanti rawannya penularan Covid-19 di kawasan Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya. Apalagi saat ini rute penerbangan domestik dari dan menuju Kalbar kembali dibuka seperti sebelumnya. Adanya temuan kasus petugas bandara yang terkonfirmasi (positif) Covid-19 harus jadi pembelajaran.

Melihat kondisi saat ini di mana semua jalur penerbangan domestik dari dan menuju Kalbar telah kembali dibuka, ia mengaku sudah sering mengingatkan agar diantisipasi. “Saya WA ini Kadis Perhubungan, saya bilang penumpang hati-hati di bandara, sewaktu-waktu saya rapid test dadakan, kalau ada yang reaktif saya akan beri sanksi, termasuk awak, saya bilang kepada kepala dinasnya, artinya wanti-wanti saya,” ungkapnya Midji sapaan akrabnya.

Antisipasi di kawasan bandara dinilainya sangat penting. Karena belajar dari kasus yang terjadi, sudah ditemukan sebanyak 44 petugas bandara yang hasil Rapid Test-nya reaktif. Bahkan dari jumlah tersebut setelah dilakukan tes swab RT-PCR ditemukan sebanyak 23 kasus konfirmasi Covid-19. Sementara 21 orang sisanya masih menunggu hasil tes swab RT-PCR yang belum keluar.  “Nah belajar dari itu kita (di bandara) harus hati-hari, 23 (yang positif) itu ya kami isolasi di sana di Upelkes, mereka semua ke sana (diisolasi),” ujarnya.

Dari kasus ini, Midji melihat pihak otoritas bandara Internasional Supadio sepertinya kurang peduli. “Saya tidak tahu manajemen sana siapa tanggung jawab, tapi kalau kita lihat sampai 44 orang petugas itu reaktif berarti mereka kurang (peduli),” ucapnya.  Awalnya lanjut Midji pihak bandara tidak mau mengakui karena memang 44 petugas hanya reaktif dari hasil rapid test, artinya belum tentu benar-benar positif Covid-19. Namun belakangan karena sudah keluar tes swab RT-PCR dan ada 23 orang yang positif, semua itu akhirnya terbukti.

“Nah kita harus hati-hatilah, untung saja ada TNI angkatan udara yang ambil alih, bisa membantu untuk petugas lapangan (di bandara), jadi (pencegahan) jangan kendor,” tegasnya.

Sebagai ketua Gugus Tugas Kalbar ia memastikan tidak akan kendor melaksanakan upaya-upaya pencegahan. Ia juga mewanti-wanti kepada jajarannya terkait penanganan Covid-19 jangan sampai ada penggunaan anggaran yang tidak benar. “Satu rupiah pun (penyimpangan) saya suruh periksa, kita didampingi BPKP,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Manto mengungkapkan, kebijakan soal dibukanya semua rute domestik ke Kalbar memang menjadi otoritas pemerintah pusat. Saat ini diakuinya volume keluar masuk orang melalui bandara memang otomatis meningkat. Karena sebelumnya saat masa mudik lebaran gubernur membatasi hanya rute Jakarta-Pontianak saja yang dibuka. “Masih cukup ketat (upaya pencegahan). Hanya saja, sekarang sudah dibuka semua jalur penerbangan,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (11/6).

Baca Juga :  Waspada Hujan Singkat Disertai Petir

Karena cukup banyak ditemukan kasus petugas bandara yang positif Covid-19, sesuai arahan gubernur ia sudah meminta pihak bandara lebih ketat menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19. “Yang reaktif dikarantina di fasilitas Pemprov. Pemeriksaan penunjang diperketat,” terangnya.

Secara kewenangan, kata Manto, Dishub Kalbar sebenarnya tidak bisa berbuat banyak di bandara. Semua otoritas bandara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. “Namun saya tetap melakukan intervensi, mengambil alih peran sebagai otoritas bandara demi keselamatan warga Kalbar di masa Covid-19. Saya bisa melakukan itu jika ada perintah dari gubernur sebagai wakil pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara berbicara mengenai upaya pencegahan di kawasan bandara ia menilai sebenarnya sudah cukup ketat. Sayarat-syarat yang ada masih diterapkan seperti sebelumnya. Hanya saja untuk saat ini surat tugas dari dinas atau instansi tidak dipersyaratkan lagi.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kalbar langsung melaksanakan pemeriksaan rapid test kepada seluruh penumpang pesawat dengan memilih satu rute penerbangan yang masuk ke provinsi ini secara acak. Kemarin telah dilaksanakan pemeriksaan pada penumpang pesawat rute Surabaya-Pontianak berjumlah 103 orang dengan hasil kesemuanya non-reaktif.

“Alhamdulillah mereka ini non reaktif semua,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, Kamis (11/6) sore.

Hal ini menurutnya dilakukan dalam upaya menjaga risiko penularan Covid-19 di Kalbar agar tetap rendah. Dengan banyaknya penumpang yang datang dari luar Kalbar, jika ada yang reaktif atau bahkan kasus konfirmasi Covid-19, bisa menyebabkan risiko penularan meningkat. “Ini yang memang akan kami jaga terus,” ucapnya.

Harisson menjelaskan rapid test dilaksanakan kepada seluruh penumpang dalam satu pesawat dari rute yang daerahnya berisiko tinggi. Seperti Jakarta dan Surabaya. Dimana kota-kota tersebut memiliki angka keterjangkitan Covid-19 yang cukup tinggi. “Nah makanya kami memilih hari ini (kemarin) Surabaya, acak itu bukan penumpangnya tapi penerbangannya. Mungkin nanti dari Jakarta kami periksa juga,” ujarnya.

Pemeriksaan penumpang dalam satu penerbangan dinilai penting. Sebab jika satu saja ditemukan penumpang yang reaktif atau positif, maka risiko penularan antar penumpang di satu pesawat tersebut menjadi tinggi. “Biasanya penumpang dalam satu pesawat itu jadi ODP (Orang Dalam Pemantauan). Karena bisa dibayangkan satu jam berada di ruangan tertutup, kemungkinan virus itu bisa menyebar di ruangan pesawat itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Kalbar Kelas Tinggi Kerentanan Bencana Banjir

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menyampaikan soal risiko kenakan kasus di provinsi ini. Dimana secara keseluruhan Kalbar masuk dalam Zona Kuning atau wilayah Risiko Rendah. “Risiko Kenaikan kasus Covid-19 di Kalbar periode 8 Juni 2020 adalah dalam kategori rendah. Namun masyarakat hendaknya terus berdisiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan,” pesannya.

Jika masyarakat tidak disiplin, menurutnya risiko kenaikan kasus atau penularan akan menjadi tinggi. Dalam menentukan kategori risiko ini lanjut dia menggunakan beberapa indikator yaitu epidemiologi, surveilans masyarakat dan pelayanan kesehatan. Setiap indikatornya diberikan skoring dan pembobotan. Sehingga akan menghasilkan pengkategorian empat zona risiko yaitu zona risiko tinggi (zona merah), zona risiko sedang (zona orange), zona risiko rendah (zona kuning) dan zona tidak terdampak (zona hijau).

Untuk per kabupaten/kota se-Kalbar ada lima daerah yang masuk kategori risiko sedang yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Melawi. Sementara daerah sisanya masuk kategori risiko rendah atau zona kuning.

“Kategori resiko ini di-update oleh Kementerian Kesehatan setiap minggu, berdasarkan laporan dari unit-unit pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten/kota seperti puskesmas, rumah sakit, laboratorium dan klinik,” pungkasnya.

Tujuh Pasien Sembuh

Terpisah Gubernur Kalbar Sutarmidji juga menyampaikan perkembangan kasus harian Covid-19 di provinsi ini. Untuk Kalbar, kemarin ia mengatakan tidak ada penambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 baru, sementara untuk pasien sembuh ada tujuh orang.

Midji, sapaan akrabnya, menjelaskan, tujuh pasien sembuh terdiri dari warga Kota Pontianak sebanyak dua orang, warga Kabupaten Sanggau satu orang, warga Kabupaten Ketapang dua orang dan warga Kabupaten Kubu Raya dua orang.

Selain itu khusus pasien di Kota Pontianak menurutnya sudah banyak yang hasil tes swab RT-PCR pertamanya negatif. Artinya tinggal menunggu hasil tes swab kedua, jika kembali negatif maka bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dengan demikian sampai saat ini total kasus positif Covid-19 di Kalbar ada sebanyak 245 orang. Sebanyak 145 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia. (bar)

Dinkes Gelar Rapid Test Dadakan, Semua Penumpang Non-reaktif

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mewanti-wanti rawannya penularan Covid-19 di kawasan Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya. Apalagi saat ini rute penerbangan domestik dari dan menuju Kalbar kembali dibuka seperti sebelumnya. Adanya temuan kasus petugas bandara yang terkonfirmasi (positif) Covid-19 harus jadi pembelajaran.

Melihat kondisi saat ini di mana semua jalur penerbangan domestik dari dan menuju Kalbar telah kembali dibuka, ia mengaku sudah sering mengingatkan agar diantisipasi. “Saya WA ini Kadis Perhubungan, saya bilang penumpang hati-hati di bandara, sewaktu-waktu saya rapid test dadakan, kalau ada yang reaktif saya akan beri sanksi, termasuk awak, saya bilang kepada kepala dinasnya, artinya wanti-wanti saya,” ungkapnya Midji sapaan akrabnya.

Antisipasi di kawasan bandara dinilainya sangat penting. Karena belajar dari kasus yang terjadi, sudah ditemukan sebanyak 44 petugas bandara yang hasil Rapid Test-nya reaktif. Bahkan dari jumlah tersebut setelah dilakukan tes swab RT-PCR ditemukan sebanyak 23 kasus konfirmasi Covid-19. Sementara 21 orang sisanya masih menunggu hasil tes swab RT-PCR yang belum keluar.  “Nah belajar dari itu kita (di bandara) harus hati-hari, 23 (yang positif) itu ya kami isolasi di sana di Upelkes, mereka semua ke sana (diisolasi),” ujarnya.

Dari kasus ini, Midji melihat pihak otoritas bandara Internasional Supadio sepertinya kurang peduli. “Saya tidak tahu manajemen sana siapa tanggung jawab, tapi kalau kita lihat sampai 44 orang petugas itu reaktif berarti mereka kurang (peduli),” ucapnya.  Awalnya lanjut Midji pihak bandara tidak mau mengakui karena memang 44 petugas hanya reaktif dari hasil rapid test, artinya belum tentu benar-benar positif Covid-19. Namun belakangan karena sudah keluar tes swab RT-PCR dan ada 23 orang yang positif, semua itu akhirnya terbukti.

“Nah kita harus hati-hatilah, untung saja ada TNI angkatan udara yang ambil alih, bisa membantu untuk petugas lapangan (di bandara), jadi (pencegahan) jangan kendor,” tegasnya.

Sebagai ketua Gugus Tugas Kalbar ia memastikan tidak akan kendor melaksanakan upaya-upaya pencegahan. Ia juga mewanti-wanti kepada jajarannya terkait penanganan Covid-19 jangan sampai ada penggunaan anggaran yang tidak benar. “Satu rupiah pun (penyimpangan) saya suruh periksa, kita didampingi BPKP,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Manto mengungkapkan, kebijakan soal dibukanya semua rute domestik ke Kalbar memang menjadi otoritas pemerintah pusat. Saat ini diakuinya volume keluar masuk orang melalui bandara memang otomatis meningkat. Karena sebelumnya saat masa mudik lebaran gubernur membatasi hanya rute Jakarta-Pontianak saja yang dibuka. “Masih cukup ketat (upaya pencegahan). Hanya saja, sekarang sudah dibuka semua jalur penerbangan,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (11/6).

Baca Juga :  Vaksinasi Pedagang Terkendala Tempat

Karena cukup banyak ditemukan kasus petugas bandara yang positif Covid-19, sesuai arahan gubernur ia sudah meminta pihak bandara lebih ketat menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19. “Yang reaktif dikarantina di fasilitas Pemprov. Pemeriksaan penunjang diperketat,” terangnya.

Secara kewenangan, kata Manto, Dishub Kalbar sebenarnya tidak bisa berbuat banyak di bandara. Semua otoritas bandara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. “Namun saya tetap melakukan intervensi, mengambil alih peran sebagai otoritas bandara demi keselamatan warga Kalbar di masa Covid-19. Saya bisa melakukan itu jika ada perintah dari gubernur sebagai wakil pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara berbicara mengenai upaya pencegahan di kawasan bandara ia menilai sebenarnya sudah cukup ketat. Sayarat-syarat yang ada masih diterapkan seperti sebelumnya. Hanya saja untuk saat ini surat tugas dari dinas atau instansi tidak dipersyaratkan lagi.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kalbar langsung melaksanakan pemeriksaan rapid test kepada seluruh penumpang pesawat dengan memilih satu rute penerbangan yang masuk ke provinsi ini secara acak. Kemarin telah dilaksanakan pemeriksaan pada penumpang pesawat rute Surabaya-Pontianak berjumlah 103 orang dengan hasil kesemuanya non-reaktif.

“Alhamdulillah mereka ini non reaktif semua,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, Kamis (11/6) sore.

Hal ini menurutnya dilakukan dalam upaya menjaga risiko penularan Covid-19 di Kalbar agar tetap rendah. Dengan banyaknya penumpang yang datang dari luar Kalbar, jika ada yang reaktif atau bahkan kasus konfirmasi Covid-19, bisa menyebabkan risiko penularan meningkat. “Ini yang memang akan kami jaga terus,” ucapnya.

Harisson menjelaskan rapid test dilaksanakan kepada seluruh penumpang dalam satu pesawat dari rute yang daerahnya berisiko tinggi. Seperti Jakarta dan Surabaya. Dimana kota-kota tersebut memiliki angka keterjangkitan Covid-19 yang cukup tinggi. “Nah makanya kami memilih hari ini (kemarin) Surabaya, acak itu bukan penumpangnya tapi penerbangannya. Mungkin nanti dari Jakarta kami periksa juga,” ujarnya.

Pemeriksaan penumpang dalam satu penerbangan dinilai penting. Sebab jika satu saja ditemukan penumpang yang reaktif atau positif, maka risiko penularan antar penumpang di satu pesawat tersebut menjadi tinggi. “Biasanya penumpang dalam satu pesawat itu jadi ODP (Orang Dalam Pemantauan). Karena bisa dibayangkan satu jam berada di ruangan tertutup, kemungkinan virus itu bisa menyebar di ruangan pesawat itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pantau PTM dan Pengambilan Sampel dengan GeNose C19

Dalam kesempatan itu, Harisson juga menyampaikan soal risiko kenakan kasus di provinsi ini. Dimana secara keseluruhan Kalbar masuk dalam Zona Kuning atau wilayah Risiko Rendah. “Risiko Kenaikan kasus Covid-19 di Kalbar periode 8 Juni 2020 adalah dalam kategori rendah. Namun masyarakat hendaknya terus berdisiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan,” pesannya.

Jika masyarakat tidak disiplin, menurutnya risiko kenaikan kasus atau penularan akan menjadi tinggi. Dalam menentukan kategori risiko ini lanjut dia menggunakan beberapa indikator yaitu epidemiologi, surveilans masyarakat dan pelayanan kesehatan. Setiap indikatornya diberikan skoring dan pembobotan. Sehingga akan menghasilkan pengkategorian empat zona risiko yaitu zona risiko tinggi (zona merah), zona risiko sedang (zona orange), zona risiko rendah (zona kuning) dan zona tidak terdampak (zona hijau).

Untuk per kabupaten/kota se-Kalbar ada lima daerah yang masuk kategori risiko sedang yakni Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Melawi. Sementara daerah sisanya masuk kategori risiko rendah atau zona kuning.

“Kategori resiko ini di-update oleh Kementerian Kesehatan setiap minggu, berdasarkan laporan dari unit-unit pelayanan kesehatan yang ada di kabupaten/kota seperti puskesmas, rumah sakit, laboratorium dan klinik,” pungkasnya.

Tujuh Pasien Sembuh

Terpisah Gubernur Kalbar Sutarmidji juga menyampaikan perkembangan kasus harian Covid-19 di provinsi ini. Untuk Kalbar, kemarin ia mengatakan tidak ada penambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 baru, sementara untuk pasien sembuh ada tujuh orang.

Midji, sapaan akrabnya, menjelaskan, tujuh pasien sembuh terdiri dari warga Kota Pontianak sebanyak dua orang, warga Kabupaten Sanggau satu orang, warga Kabupaten Ketapang dua orang dan warga Kabupaten Kubu Raya dua orang.

Selain itu khusus pasien di Kota Pontianak menurutnya sudah banyak yang hasil tes swab RT-PCR pertamanya negatif. Artinya tinggal menunggu hasil tes swab kedua, jika kembali negatif maka bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dengan demikian sampai saat ini total kasus positif Covid-19 di Kalbar ada sebanyak 245 orang. Sebanyak 145 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/