alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

KSBSI Kalbar Harapkan Tak Ada PHK

PONTIANAK – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimatan Barat (Kalbar), berharap tidak ada Pemutusan Hubungan Pekerja (PHK) akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku di Kota Pontianak dan Singkawang. Korwil KSBSI Kalbar, Suherman meminta agar perusahaan berusaha untuk tidak melakukan  PHK terhadap karyawan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi covid-19 seperti saat ini.

“Perusahaan pandai-pandailah mengatur bagaimana karyawan jangan sampai diberi PHK. Kita berharap tetap beroperasi, apakah pekerjanya yang digilir, asal tidak ada pemutusan,” ungkapnya, kemarin.

Pihaknya memahami kondisi yang sulit bagi dunia usaha akibat pengetatan aktivitas seperti saat ini. Namun begitu, dirinya meminta pemerintah dan pelaku usaha agar para pekerja tidak terkena imbas yang besar akibat kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Program CFW Upaya Turunkan Angka Pengangguran

Hingga kini, pihaknya belum mendapat laporan pekerja atau buruh yang dirumahkan hingga di PHK oleh perusahaan. Namun begitu, melihat kondisi yang ada saat ini, kata dia, bukan tidak mungkin pekerja akan terdampak. “Kita lihat dengan jelas, usaha seperti warung kopi tutup yang tentu berpengaruh terhadap omzet. Ini juga akan berdampak kepada para karyawan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau buruh dan pekerja untuk berpartisipasi dalam vaksinasi covid-19 guna mempercepat kekebalan komunitas, sehingga mendorong upaya pemulihan ekonomi. “Vaksinasi adalah cara untuk memutus mata rantai covid-19. Pekerja dan buruh kami imbau untuk memanfaatkan vaksinasi gratis ini,” pungkasnya.

Pandemi covid-19 telah memberikan dampak pada kondisi ketenagakerjaan di Kalbar. Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menunjukkan penduduk usia kerja yang terdampak Covid- 19 pada Februari 2021 sebanyak 183,60 ribu orang.

Baca Juga :  Cahaya Dari Ujung Kampung

Komposisi penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 terdiri dari 26,84 ribu orang pengangguran karena Covid-19; 7,22 ribu orang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19; 7,44 ribu orang sementara tidak bekerja karena Covid-19; dan 142,09 ribu orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19.

Untuk diketahui, yang dimaksud dengan BAK Karena Covid-19 adalah penduduk usia kerja yang termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja dan pernah berhenti bekerja karena Covid-19 dari Februari 2020. Adapun Tidak Bekerja Karena Covid-19 adalah penduduk bekerja namun karena Covid-19 menjadi sementara tidak bekerja. (sti)

PONTIANAK – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimatan Barat (Kalbar), berharap tidak ada Pemutusan Hubungan Pekerja (PHK) akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku di Kota Pontianak dan Singkawang. Korwil KSBSI Kalbar, Suherman meminta agar perusahaan berusaha untuk tidak melakukan  PHK terhadap karyawan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi covid-19 seperti saat ini.

“Perusahaan pandai-pandailah mengatur bagaimana karyawan jangan sampai diberi PHK. Kita berharap tetap beroperasi, apakah pekerjanya yang digilir, asal tidak ada pemutusan,” ungkapnya, kemarin.

Pihaknya memahami kondisi yang sulit bagi dunia usaha akibat pengetatan aktivitas seperti saat ini. Namun begitu, dirinya meminta pemerintah dan pelaku usaha agar para pekerja tidak terkena imbas yang besar akibat kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Warga Ketapang Diisolasi Usai Hadiri Pertemuan Basarnas di Bojonegoro

Hingga kini, pihaknya belum mendapat laporan pekerja atau buruh yang dirumahkan hingga di PHK oleh perusahaan. Namun begitu, melihat kondisi yang ada saat ini, kata dia, bukan tidak mungkin pekerja akan terdampak. “Kita lihat dengan jelas, usaha seperti warung kopi tutup yang tentu berpengaruh terhadap omzet. Ini juga akan berdampak kepada para karyawan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau buruh dan pekerja untuk berpartisipasi dalam vaksinasi covid-19 guna mempercepat kekebalan komunitas, sehingga mendorong upaya pemulihan ekonomi. “Vaksinasi adalah cara untuk memutus mata rantai covid-19. Pekerja dan buruh kami imbau untuk memanfaatkan vaksinasi gratis ini,” pungkasnya.

Pandemi covid-19 telah memberikan dampak pada kondisi ketenagakerjaan di Kalbar. Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar menunjukkan penduduk usia kerja yang terdampak Covid- 19 pada Februari 2021 sebanyak 183,60 ribu orang.

Baca Juga :  Tantang Inovasi Pengelolaan Sampah Buah

Komposisi penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 terdiri dari 26,84 ribu orang pengangguran karena Covid-19; 7,22 ribu orang Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19; 7,44 ribu orang sementara tidak bekerja karena Covid-19; dan 142,09 ribu orang penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19.

Untuk diketahui, yang dimaksud dengan BAK Karena Covid-19 adalah penduduk usia kerja yang termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja dan pernah berhenti bekerja karena Covid-19 dari Februari 2020. Adapun Tidak Bekerja Karena Covid-19 adalah penduduk bekerja namun karena Covid-19 menjadi sementara tidak bekerja. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/