alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Keanggotaan KPID Kalbar Perlu Unsur Jurnalis

PONTIANAK – Sejumlah asosiasi wartawan di Kalbar berharap ada keterwakilan unsur jurnalis untuk keanggotaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar, tiga tahun ke depan. Ini mengingat secara profesi, jurnalis banyak bergelut dengan dunia pemberitaan yang disiarkan melalui media pers dan lembaga penyiaran.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar Gusti Yusri menegaskan, saat melakukan fungsi pengawasan tentu harus ada orang yang benar-benar paham tentang teknis dunia penyiaran secara khusus maupun etika jurnalistik.

“Kita bersyukur ada beberapa orang jurnalis yang lolos mengikuti serangkaian tes dari tim seleksi hingga mengikuti fit and proper tes di DPRD Kalbar. Kita berharap semoga ada unsur jurnalis atau pelaku media baik cetak maupun elektronik yang lolos dan menjadi Anggota KPID Kalbar tiga tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga :  Perkuat Peran Jurnalis dalam Mengoptimalkan Produk UMKM Pertanian

Yusri yang juga Raja Tayan ini berharap fungsi KPID bisa berjalan optimal. Khususnya mengenai fungsi kemitraan dan pembinaan yang nantinya akan dilakukan oleh KPID. Khususnya kepada insan media di setiap lembaga penyiaran ataupun media massa lainnya.

Dukungan masuknya unsur jurnalis dan pelaku media massa di KPID Kalbar juga datang dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalbar. Menurut asosiasi ini, selain membutuhkan pihak yang mengerti tentang dunia penyiaran dan etika jurnalistik, peran KPID juga semakin kuat di era digitalisasi saat ini.

“Tentu bukan perkara mudah untuk memastikan pengawasan terhadap lembaga penyiaran yang akan dilakukan KPID nantinya. Karena itu, KPID idealnya memiliki unsur dari insan media massa baik cetak maupun elektronik. Ke depan, KPID akan berpacu dengan kecepatan informasi saat melakukan fungsinya,” ujar Ketua IJTI Kalbar, Yuniardi.

Baca Juga :  Omnibus Law RUU Cipta Kerja Pasal Pers; Pemerintah Bisa Miliki Usaha Pers, Ancam Kebebasan Jurnalis

Lanjutnya, era digitalisasi membutuhkan SDM mumpuni dan memahami tugas KPID. Melalui SDM berkualitas di bidang pers, menjadikan KPID memiliki fungsi strategis dalam memastikan sajian informasi sesuai kode etik jurnalistik. Khususnya sajian informasi yang disiarkan oleh lembaga penyiaran lokal.

Untuk diketahui, Komisi I DPRD Kalbar telah melaksanakan Fit and Proper Tes (FPT) terhadap 21 calon anggota KPID Kalbar akhir pekan lalu. Nantinya, akan ada tujuh orang yang dipilih sesuai hasil FPT tersebut. (ash)

PONTIANAK – Sejumlah asosiasi wartawan di Kalbar berharap ada keterwakilan unsur jurnalis untuk keanggotaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar, tiga tahun ke depan. Ini mengingat secara profesi, jurnalis banyak bergelut dengan dunia pemberitaan yang disiarkan melalui media pers dan lembaga penyiaran.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar Gusti Yusri menegaskan, saat melakukan fungsi pengawasan tentu harus ada orang yang benar-benar paham tentang teknis dunia penyiaran secara khusus maupun etika jurnalistik.

“Kita bersyukur ada beberapa orang jurnalis yang lolos mengikuti serangkaian tes dari tim seleksi hingga mengikuti fit and proper tes di DPRD Kalbar. Kita berharap semoga ada unsur jurnalis atau pelaku media baik cetak maupun elektronik yang lolos dan menjadi Anggota KPID Kalbar tiga tahun ke depan,” katanya.

Baca Juga :  Omnibus Law RUU Cipta Kerja Pasal Pers; Pemerintah Bisa Miliki Usaha Pers, Ancam Kebebasan Jurnalis

Yusri yang juga Raja Tayan ini berharap fungsi KPID bisa berjalan optimal. Khususnya mengenai fungsi kemitraan dan pembinaan yang nantinya akan dilakukan oleh KPID. Khususnya kepada insan media di setiap lembaga penyiaran ataupun media massa lainnya.

Dukungan masuknya unsur jurnalis dan pelaku media massa di KPID Kalbar juga datang dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalbar. Menurut asosiasi ini, selain membutuhkan pihak yang mengerti tentang dunia penyiaran dan etika jurnalistik, peran KPID juga semakin kuat di era digitalisasi saat ini.

“Tentu bukan perkara mudah untuk memastikan pengawasan terhadap lembaga penyiaran yang akan dilakukan KPID nantinya. Karena itu, KPID idealnya memiliki unsur dari insan media massa baik cetak maupun elektronik. Ke depan, KPID akan berpacu dengan kecepatan informasi saat melakukan fungsinya,” ujar Ketua IJTI Kalbar, Yuniardi.

Baca Juga :  Pontianak Dapat Bantuan Bedah Rumah 280 Unit

Lanjutnya, era digitalisasi membutuhkan SDM mumpuni dan memahami tugas KPID. Melalui SDM berkualitas di bidang pers, menjadikan KPID memiliki fungsi strategis dalam memastikan sajian informasi sesuai kode etik jurnalistik. Khususnya sajian informasi yang disiarkan oleh lembaga penyiaran lokal.

Untuk diketahui, Komisi I DPRD Kalbar telah melaksanakan Fit and Proper Tes (FPT) terhadap 21 calon anggota KPID Kalbar akhir pekan lalu. Nantinya, akan ada tujuh orang yang dipilih sesuai hasil FPT tersebut. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/