alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Pasien Sakit Jantung Bisa ikut Vaksinasi Covid-19

PONTIANAK – Orang dengan riwayat sakit jantung dianjurkan mendapat vaksin Covid-19. Meski begitu, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikatakan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Aditya Pradhana,SpJP, saat kegiatan Talkshow Indra Kita yang disiarkan secara langsung, Sabtu (11/9).

“Untuk vaksin memang masih dalam penelitian. Rekomendasi perhimpunan dokter jantung sempat ada revisi. Awalnya tidak disarankan (untuk divaksin) lalu kemudian boleh dengan catatan kondisi stabil,” ungkapnya.

Kondisi stabil yang dimaksud adalah tidak ada keluhan sesak napas, angina, mudah lelah, keterbatasan fisik ringan, berdebar, mudah lelah, dan penurunan kesadaran. Menurutnya, apabila kondisi stabil, maka vaksinasi dapat dilakukan, namun tentu tetap harus ada pertimbangan dokter.

“Nanti ada rekomendasi layak vaksin dan tidak layak vaksin. Kalau sudah stabil, tetap bisa divaksin dengan catatan kondisi stabil. Ini dilakukan untuk mengecilkan risiko yang mungkin terjadi,” pungkasnya.

Baca Juga :  307 Personel Sudah Vaksinasi

Sementara itu, apabila merujuk pada rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) ada beberapa syarat pasien jantung dapat divaksin Covid-19. Vaksin dapat diberikan kepada penderita penyakit kardiovaskular yang tidak bergejala atau stabil dalam 3 bulan terakhir. Bergejala yang dimaksud adalah tidak merasa sesak, nyeri dada, mudah lelah, keterbatasan aktivitas, berdebar, kaki bengkak, dan penurunan kesadaran. Hal ini juga termasuk penderita gagal jantung kronis yang stabil dan penderita sumbatan koroner yang telah dilakukan tindakan revaskularisasi

Kemudian penderita hipertensi tanpa gejala dengan tekanan darah (TD) terkontrol atau stabil. Terkontrol dalam artian TD <140/90 mmHg. Namun cukup aman diberikan kepada TD <180/100 mmHg dengan kondisi stabil tanpa gejala.

Baca Juga :  Xing Fu Salurkan Beras untuk Korban Banjir

Di samping itu, Perki juga memberikan tips bagi pasien jantung pada masa pandemi. Pertama, apabila kondisi stabil tanpa gejala baru, lanjutkan obat rutin dari rumah. Kedua apabila stok obat rutin mendekati habis, lakukan kontrol ke dokter dan sesuai waktu perjanjian. Ketiga hindari berpergian keluar rumah.

Selain waktu kontrol, sebaiknya hanya datang ke Rumah Sakit apabila kondisi gawat darurat, seperti. Kondisi gawat darurat tersebut seperti nyeri dada yang seperti ditindih beban berat, menjalar ke leher, lengan, atau punggung, disertai mual muntah. Kondisi gawat lainnya adalah merasa sesak napas yang memberat dengan kondisi berbaring, bisa disertai batuk berdahak warna merah muda, atau kondisi gawat darurat lainnya. (sti)

PONTIANAK – Orang dengan riwayat sakit jantung dianjurkan mendapat vaksin Covid-19. Meski begitu, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. Hal tersebut dikatakan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Aditya Pradhana,SpJP, saat kegiatan Talkshow Indra Kita yang disiarkan secara langsung, Sabtu (11/9).

“Untuk vaksin memang masih dalam penelitian. Rekomendasi perhimpunan dokter jantung sempat ada revisi. Awalnya tidak disarankan (untuk divaksin) lalu kemudian boleh dengan catatan kondisi stabil,” ungkapnya.

Kondisi stabil yang dimaksud adalah tidak ada keluhan sesak napas, angina, mudah lelah, keterbatasan fisik ringan, berdebar, mudah lelah, dan penurunan kesadaran. Menurutnya, apabila kondisi stabil, maka vaksinasi dapat dilakukan, namun tentu tetap harus ada pertimbangan dokter.

“Nanti ada rekomendasi layak vaksin dan tidak layak vaksin. Kalau sudah stabil, tetap bisa divaksin dengan catatan kondisi stabil. Ini dilakukan untuk mengecilkan risiko yang mungkin terjadi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Xing Fu Salurkan Beras untuk Korban Banjir

Sementara itu, apabila merujuk pada rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) ada beberapa syarat pasien jantung dapat divaksin Covid-19. Vaksin dapat diberikan kepada penderita penyakit kardiovaskular yang tidak bergejala atau stabil dalam 3 bulan terakhir. Bergejala yang dimaksud adalah tidak merasa sesak, nyeri dada, mudah lelah, keterbatasan aktivitas, berdebar, kaki bengkak, dan penurunan kesadaran. Hal ini juga termasuk penderita gagal jantung kronis yang stabil dan penderita sumbatan koroner yang telah dilakukan tindakan revaskularisasi

Kemudian penderita hipertensi tanpa gejala dengan tekanan darah (TD) terkontrol atau stabil. Terkontrol dalam artian TD <140/90 mmHg. Namun cukup aman diberikan kepada TD <180/100 mmHg dengan kondisi stabil tanpa gejala.

Baca Juga :  Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi IJK

Di samping itu, Perki juga memberikan tips bagi pasien jantung pada masa pandemi. Pertama, apabila kondisi stabil tanpa gejala baru, lanjutkan obat rutin dari rumah. Kedua apabila stok obat rutin mendekati habis, lakukan kontrol ke dokter dan sesuai waktu perjanjian. Ketiga hindari berpergian keluar rumah.

Selain waktu kontrol, sebaiknya hanya datang ke Rumah Sakit apabila kondisi gawat darurat, seperti. Kondisi gawat darurat tersebut seperti nyeri dada yang seperti ditindih beban berat, menjalar ke leher, lengan, atau punggung, disertai mual muntah. Kondisi gawat lainnya adalah merasa sesak napas yang memberat dengan kondisi berbaring, bisa disertai batuk berdahak warna merah muda, atau kondisi gawat darurat lainnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/