alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Pendemo UU Omnibus Law Jadi Kluster Baru Covid-19, Sudah Tiga Orang Positif

PONTIANAK- Pasca aksi demo penolakan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Pontianak selama dua hari 8-9 Oktober 2020, Polda Kalimantan Barat (Kalbar) masih melanjutkan pemeriksaan terhadap oknum yang diamankan karena diduga melakukan tindakan anarkis.

Sebanyak 114 demonstran dalam dua hari tersebut diamankan petugas kepolisian. Bahkan dari 114 demonstran , tiga di antaranya diketahui positif Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru.

“Pada aksi demo oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat di Kota Pontianak pada 8-9 Oktober tersebut, menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. Karena ada sembilan yang reaktif dan tiga positif,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, Senin (12/10)

Selain itu, Donny juga mengungkapkan banyak dari pengunjuk rasa yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Totalnya sebanyak tujuh orang yang saat ini ditindaklanjuti oleh Direktorat Narkoba Polda Kalbar dan BNN Provinsi Kalbar.

Baca Juga :  Jamalong Wasit Takraw Internasional Raih Penghargaan Dari Kemenpora

“Intinya bahwa banyak dari pengunjuk rasa kemarin yang dinyatakan positif menggunakan narkotika. Jenis sabu dan ganja. Saat ini yang diproses oleh kepolisian ada tiga orang dan sisanya ditangai oleh BNN untuk dilakukan asesmen,” lanjut Donny.

Kabid Humas Polda Kalbar ini juga menyebutkan, ada pula yang di tangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum sebanyak dua orang karena didapati membawa satu bilah pisah dan satu batang besi saat hendak bergabung ke aksi demo. Untuk yang dinyatakan reaktif saat menjalankan tes cepat, di hari yang sama gugus tugas pengangan Covid-19 Kalbar melakukan penjemputan untuk dilakukan tes usap dan isolasi. Untuk yang diamankan pada hari ke dua, empat orang hasil tes usapnya belum keluar.

Baca Juga :  Ajak Warga yang Memiliki Orang Tua Ikut Menerima Vaksin

Polda Kalbar menyayangkan aksi demo yang berakhir anarkis oleh demonstran di Kota Pontianak itu. Aksi demo seperti itu rentan dimasuki penyusup yang memang bertujuan untuk memprovokasi tindakan kekerasan. “Banyak juga kelompok pemuda yang kami amankan yang hendak masuk ke aksi demo dengan membawa batu, pisau, botol kaca, katapel dan lainnya” tambahnya

“Selain itu, munculnya kluster baru pada demo kemarin juga membahayakan masyarakat. Tiga yang positif ini pada hari pertama demo bisa saja terjangkit dari orang lain atau malah menjangkiti yang lainnya,” tutup Kombes Pol Donny Charles Go.(bar/r)

PONTIANAK- Pasca aksi demo penolakan Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Pontianak selama dua hari 8-9 Oktober 2020, Polda Kalimantan Barat (Kalbar) masih melanjutkan pemeriksaan terhadap oknum yang diamankan karena diduga melakukan tindakan anarkis.

Sebanyak 114 demonstran dalam dua hari tersebut diamankan petugas kepolisian. Bahkan dari 114 demonstran , tiga di antaranya diketahui positif Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru.

“Pada aksi demo oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat di Kota Pontianak pada 8-9 Oktober tersebut, menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. Karena ada sembilan yang reaktif dan tiga positif,” kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, Senin (12/10)

Selain itu, Donny juga mengungkapkan banyak dari pengunjuk rasa yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Totalnya sebanyak tujuh orang yang saat ini ditindaklanjuti oleh Direktorat Narkoba Polda Kalbar dan BNN Provinsi Kalbar.

Baca Juga :  Gowes Pengurus Hotel, Bicarakan Protokol di Zona Merah

“Intinya bahwa banyak dari pengunjuk rasa kemarin yang dinyatakan positif menggunakan narkotika. Jenis sabu dan ganja. Saat ini yang diproses oleh kepolisian ada tiga orang dan sisanya ditangai oleh BNN untuk dilakukan asesmen,” lanjut Donny.

Kabid Humas Polda Kalbar ini juga menyebutkan, ada pula yang di tangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum sebanyak dua orang karena didapati membawa satu bilah pisah dan satu batang besi saat hendak bergabung ke aksi demo. Untuk yang dinyatakan reaktif saat menjalankan tes cepat, di hari yang sama gugus tugas pengangan Covid-19 Kalbar melakukan penjemputan untuk dilakukan tes usap dan isolasi. Untuk yang diamankan pada hari ke dua, empat orang hasil tes usapnya belum keluar.

Baca Juga :  Jamalong Wasit Takraw Internasional Raih Penghargaan Dari Kemenpora

Polda Kalbar menyayangkan aksi demo yang berakhir anarkis oleh demonstran di Kota Pontianak itu. Aksi demo seperti itu rentan dimasuki penyusup yang memang bertujuan untuk memprovokasi tindakan kekerasan. “Banyak juga kelompok pemuda yang kami amankan yang hendak masuk ke aksi demo dengan membawa batu, pisau, botol kaca, katapel dan lainnya” tambahnya

“Selain itu, munculnya kluster baru pada demo kemarin juga membahayakan masyarakat. Tiga yang positif ini pada hari pertama demo bisa saja terjangkit dari orang lain atau malah menjangkiti yang lainnya,” tutup Kombes Pol Donny Charles Go.(bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/