alexametrics
24 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Pemprov Kalbar MoU dengan DAMRI dan ASEPHI, Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) terus melakukan upaya kolaborasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

—-

Caranya dengan menjalin kesepakatan bersama (MoU), antara Pemprov Kalbar dengan Perum DAMRI dan BPD ASEPHI. Serta mengadakan pelatihan pengelolaan homestay dan desa wisata.

Penandatanganan naskah kesepakatan bersama antara Pemprov Kalbar dengan Perum DAMRI dan BPD ASEPHI itu dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji. Dalam kesempatan itu, gubernur turut didampingi Ketua Dekranasda Kalbar Lismaryani. Sementara dari pihak DAMRI hadir langsung Direktur Utama (Dirut) PT DAMRI Setia N Milatia Moemin dan dari ASEPHI, ada Ketua BPD ASEPHI Kalbar Humaira Novriyati.

“Di Kalbar itu destinasi wisatanya banyak namun kadang transportasinya tidak banyak. Kemudian kita (Kalbar) juga banyak hasil kerajinan, sehingga memerlukan angkutan dari satu tempat ke tempat yang lain,” ungkap Sutarmidji usai acara di Hotel Orchardz Perdana, Kamis (11/11).

Dengan adanya MoU tersebut, ia berharap DAMRI bisa mengkoneksikan angkutan antara satu destinasi wisata ke destinasi wisata yang lainnya. Dengan demikian, ia yakin sebuah objek wisata akan lebih cepat maju. Ia lantas mencontohkan kondisi saat ini, dimana banyak wisatawan masih kesusahan untuk bisa menjangkau Pantai Temajuk di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Disporapar Canangkan Paket Wisata Murah; Ingin Berwisata, Tetap di Kalbar Jak

“Coba bayangkan jika ada DAMRI Pontianak-Temajuk, maka (pengunjung) tidak repot-repot membawa mobil sendiri cukup dengan DAMRI. Artinya kehadiran DAMRI bisa membuat destinasi wisata maju dan masyarakat mudah mengaksesnya,” tambahnya.

Selain itu kerja sama Pemprov dengan DAMRI dan BPD ASEPHI menurutnya juga bisa memperluas pasar produk-produk kerajinan yang ada di Kalbar. Apalagi DAMRI memiliki bus yang melayani rute-rute nasional bahkan internasional. “Sehingga kerajinan yang ada bisa dibawa kemana-mana. Saya juga ingin pada semua objek wisata tranportasinya lancar,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Damri Setia N Milatia Moemin menyambut baik dan sangat mengapresiasi pelaksanaan MoU dengan Pemprov Kalbar. Kebetulan menurutnya DAMRI saat ini mempunyai tujuh segmen layanan, termasuk pariwisata dan logistik.

“Sebenarnya logistik sudah lama, tapi kami sedang membangun Damri Integrated Logistic System (DILS), dengan harapan bisa membantu ke depannya para perajin yang tergabung dalam ASEPHI dan UMKM,” harapnya.

Baca Juga :  Norsan Sebut Asap Kiriman

Dengan demikian produk kerajinan daerah diharapkan bisa mencapai pasar yang lebih luas. Tidak hanya di pulau Kalimantan, tapi juga luar daerah bahkan sampai mancanegara. “Jadi kami sangat menyambut baik atas kesempatan yang terlah diberikan. Mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat Kalbar khususnya. Kami akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari menambahkan, kerja sama yang dilakukan merupakan upaya kolaborasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalbar. Dimana ada tiga agenda yang dilakukan, pertama MoU antara Pemprov dengan Perum DAMRI tentang kerja sama penyediaan jasa transportasi orang dan barang/logistik di Kalbar.

Kedua MoU antara Pemprov Kalbar dengan BPD Aosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Kalbar. Lalu yang ketiga pelatihan pengelolaan homestay dan pelatihan pengelolaan desa wisata.

“Melalui kesempatan ini saya menyampaikan harapan kepada seluruh pihak untuk bekerja sama dalam mensukseskan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalbar,” ungkapnya. (bar)

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) terus melakukan upaya kolaborasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

—-

Caranya dengan menjalin kesepakatan bersama (MoU), antara Pemprov Kalbar dengan Perum DAMRI dan BPD ASEPHI. Serta mengadakan pelatihan pengelolaan homestay dan desa wisata.

Penandatanganan naskah kesepakatan bersama antara Pemprov Kalbar dengan Perum DAMRI dan BPD ASEPHI itu dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji. Dalam kesempatan itu, gubernur turut didampingi Ketua Dekranasda Kalbar Lismaryani. Sementara dari pihak DAMRI hadir langsung Direktur Utama (Dirut) PT DAMRI Setia N Milatia Moemin dan dari ASEPHI, ada Ketua BPD ASEPHI Kalbar Humaira Novriyati.

“Di Kalbar itu destinasi wisatanya banyak namun kadang transportasinya tidak banyak. Kemudian kita (Kalbar) juga banyak hasil kerajinan, sehingga memerlukan angkutan dari satu tempat ke tempat yang lain,” ungkap Sutarmidji usai acara di Hotel Orchardz Perdana, Kamis (11/11).

Dengan adanya MoU tersebut, ia berharap DAMRI bisa mengkoneksikan angkutan antara satu destinasi wisata ke destinasi wisata yang lainnya. Dengan demikian, ia yakin sebuah objek wisata akan lebih cepat maju. Ia lantas mencontohkan kondisi saat ini, dimana banyak wisatawan masih kesusahan untuk bisa menjangkau Pantai Temajuk di Kabupaten Sambas.

Baca Juga :  Sungai yang Kotor Saat Surut Berpadu dengan Keberuntungan

“Coba bayangkan jika ada DAMRI Pontianak-Temajuk, maka (pengunjung) tidak repot-repot membawa mobil sendiri cukup dengan DAMRI. Artinya kehadiran DAMRI bisa membuat destinasi wisata maju dan masyarakat mudah mengaksesnya,” tambahnya.

Selain itu kerja sama Pemprov dengan DAMRI dan BPD ASEPHI menurutnya juga bisa memperluas pasar produk-produk kerajinan yang ada di Kalbar. Apalagi DAMRI memiliki bus yang melayani rute-rute nasional bahkan internasional. “Sehingga kerajinan yang ada bisa dibawa kemana-mana. Saya juga ingin pada semua objek wisata tranportasinya lancar,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT Damri Setia N Milatia Moemin menyambut baik dan sangat mengapresiasi pelaksanaan MoU dengan Pemprov Kalbar. Kebetulan menurutnya DAMRI saat ini mempunyai tujuh segmen layanan, termasuk pariwisata dan logistik.

“Sebenarnya logistik sudah lama, tapi kami sedang membangun Damri Integrated Logistic System (DILS), dengan harapan bisa membantu ke depannya para perajin yang tergabung dalam ASEPHI dan UMKM,” harapnya.

Baca Juga :  RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Miliki CT Scan

Dengan demikian produk kerajinan daerah diharapkan bisa mencapai pasar yang lebih luas. Tidak hanya di pulau Kalimantan, tapi juga luar daerah bahkan sampai mancanegara. “Jadi kami sangat menyambut baik atas kesempatan yang terlah diberikan. Mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat Kalbar khususnya. Kami akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Kalbar Windy Prihastari menambahkan, kerja sama yang dilakukan merupakan upaya kolaborasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalbar. Dimana ada tiga agenda yang dilakukan, pertama MoU antara Pemprov dengan Perum DAMRI tentang kerja sama penyediaan jasa transportasi orang dan barang/logistik di Kalbar.

Kedua MoU antara Pemprov Kalbar dengan BPD Aosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Kalbar. Lalu yang ketiga pelatihan pengelolaan homestay dan pelatihan pengelolaan desa wisata.

“Melalui kesempatan ini saya menyampaikan harapan kepada seluruh pihak untuk bekerja sama dalam mensukseskan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalbar,” ungkapnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/