alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Lima Penghargaan Bukti Kinerja Rumah Sakit SSMA Pontianak

Tahun 2020 Pelayanan Dipastikan Meningkat

Rentetan penghargaan yang diterima Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak di 2019 menjadi pemicu untuk memberikan pelayanan lebih baik. Inovasi dan memaksimalkan pelayanan akan digeber rumah sakit berpredikat Paripurna itu di tahun depan

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

PENGHARGAAN Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi oleh KPK buat Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie yang diterima belum lama ini menjadi kado indah buat kinerja rumah sakit milik Pemerintah Pontianak selama setahun ini.

Direktur Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, Dr Johnson menuturkan penghargaan yang diraih ini berkat kerja keras  teman-teman di Rumah Sakit dan dukungan dari Pemerintah Pontianak.

Total kata dia, ada lima penghargaan diraih rumah sakit. Capaian-capaian itu memang menjadi target pihaknya di 2019 ini.

Kelima penghargaan itu adalah Public Service of The Year 2019 dari Mark Plus,  Top 99 Inovasi untuk pelayanan pasien diabetes dari Kemenpan-RB, penilaian standar layanan paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit, Role Model Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB, dan predikat Wilayah Bebas Korupsi dari Kemenpan-RB dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga :  Sertifikasi BMN Terbaik, Imigrasi Sambas Terima Penghargaan

“Dalam waktu tujuh bulan, memang tidak ada hal yang gampang, tapi kami percaya dengan kekompakan tim rumah sakit, inilah kekuatan kami. Sehingga kendala yang dihadapi bisa,” katanya.

Johnson mengatakan, sejak dipercaya memimpin RSUD Pontianak tujuh bulan lalu, bersama seluruh staf rumah sakit, mereka mengejar target pelayanan maksimal. Hampir semua yang dicanangkan, sudah berjalan. Mulai dari mengurai pasien di rawat jalan dengan membuka poli sore, mengurai pasien rawat inap dengan menambah ruangan baru, hingga penambahan tempat tidur untuk memastikan pasien yang datang tertangani.

“Makin banyak penghargaan makin banyak beban. Penghargaan itu cambuk bagi kami untuk tetap memberikan pelayanan dengan mempertahankan yang terbaik,” katanya.

Baca Juga :  Lawan Pandemi, Koramil Bonti Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat

Selain itu, rumah sakit tanpa kelas juga berhasil membuka penyetaraan kelas untuk memenuhi standar program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kini tersedia ruang Mawar yang setara kelas tiga versi BPJS Kesehatan, ruang Kasturi untuk peserta kelas dua, dan ruang Kenanga untuk kelas satu. Perbedaan ruangan itu hanya dari jumlah tempat tidur. Penanganan dilakukan sesuai jenis penyakit.

Dia menyadari 210 jumlah tempat tidur dengan kunjungan 1.000 orang per bulan dirasa memang masih kurang. Ke depan ruangan dan penambahan petugas juga akan dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan yang menjadi rencana rumah sakit di 2020 berjalan sesuai rencana. Semua penghargaan ini tidak menjadikan pihaknya kendor dalam memberikan pelayanan. Target-target yang sudah dipatok di 2020 akan dikejar.(**)

Tahun 2020 Pelayanan Dipastikan Meningkat

Rentetan penghargaan yang diterima Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak di 2019 menjadi pemicu untuk memberikan pelayanan lebih baik. Inovasi dan memaksimalkan pelayanan akan digeber rumah sakit berpredikat Paripurna itu di tahun depan

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

PENGHARGAAN Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi oleh KPK buat Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie yang diterima belum lama ini menjadi kado indah buat kinerja rumah sakit milik Pemerintah Pontianak selama setahun ini.

Direktur Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, Dr Johnson menuturkan penghargaan yang diraih ini berkat kerja keras  teman-teman di Rumah Sakit dan dukungan dari Pemerintah Pontianak.

Total kata dia, ada lima penghargaan diraih rumah sakit. Capaian-capaian itu memang menjadi target pihaknya di 2019 ini.

Kelima penghargaan itu adalah Public Service of The Year 2019 dari Mark Plus,  Top 99 Inovasi untuk pelayanan pasien diabetes dari Kemenpan-RB, penilaian standar layanan paripurna dari Komite Akreditasi Rumah Sakit, Role Model Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB, dan predikat Wilayah Bebas Korupsi dari Kemenpan-RB dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga :  Cegah Virus Corona, PLN Kalbar Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Kantor

“Dalam waktu tujuh bulan, memang tidak ada hal yang gampang, tapi kami percaya dengan kekompakan tim rumah sakit, inilah kekuatan kami. Sehingga kendala yang dihadapi bisa,” katanya.

Johnson mengatakan, sejak dipercaya memimpin RSUD Pontianak tujuh bulan lalu, bersama seluruh staf rumah sakit, mereka mengejar target pelayanan maksimal. Hampir semua yang dicanangkan, sudah berjalan. Mulai dari mengurai pasien di rawat jalan dengan membuka poli sore, mengurai pasien rawat inap dengan menambah ruangan baru, hingga penambahan tempat tidur untuk memastikan pasien yang datang tertangani.

“Makin banyak penghargaan makin banyak beban. Penghargaan itu cambuk bagi kami untuk tetap memberikan pelayanan dengan mempertahankan yang terbaik,” katanya.

Baca Juga :  Sertifikasi BMN Terbaik, Imigrasi Sambas Terima Penghargaan

Selain itu, rumah sakit tanpa kelas juga berhasil membuka penyetaraan kelas untuk memenuhi standar program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kini tersedia ruang Mawar yang setara kelas tiga versi BPJS Kesehatan, ruang Kasturi untuk peserta kelas dua, dan ruang Kenanga untuk kelas satu. Perbedaan ruangan itu hanya dari jumlah tempat tidur. Penanganan dilakukan sesuai jenis penyakit.

Dia menyadari 210 jumlah tempat tidur dengan kunjungan 1.000 orang per bulan dirasa memang masih kurang. Ke depan ruangan dan penambahan petugas juga akan dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan yang menjadi rencana rumah sakit di 2020 berjalan sesuai rencana. Semua penghargaan ini tidak menjadikan pihaknya kendor dalam memberikan pelayanan. Target-target yang sudah dipatok di 2020 akan dikejar.(**)

Most Read

Artikel Terbaru

/