alexametrics
31.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Midji Usul Penerbangan Dari dan Ke Malaysia Dihentikan

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI agar menutup sementara rute penerbangan internasional Pontianak, Indonesia ke Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat Nomor 830/0828/Dishub 2020 kepada Menteri Perhubungan RI bersifat penting dan segera tertanggal Jumat (13/3).

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa alasan permohonan ini menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 di berbagai belahan dunia dan di Indonesia.

“Kami memandang bahwa Kalbar yang memiliki penerbangan internasional ke dan dari negara terjangkit seperti Malaysia telah menimbulkan ancaman yang nyata bagi masyarakat di wilayah Kalbar,” tulis Sutarmidji dalam surat tersebut.

Ada tiga poin penjelasan yang disampaikan ke Menteri Perhubungan RI, pertama berdasarkan data resmi yang dirilis WHO tanggal 12 Maret 2020, di Malaysia telah ada 129 kasus Covid-19 terkonfirmasi. Sementara data Kementerian Kesihatan Malaysia mencatat 158 kasus terkonfirmasi dan masih terdapat 319 orang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  YNCI Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Jumlah kasus ini cenderung semakin bertambah setiap hari, sehingga dengan adanya penerbangan internasional langsung dari Malaysia ke Pontianak telah menciptakan faktor risiko dan sugesti negatif di masyarakat Kalbar.

Kedua bandara Internasional Supadio, Kubu Raya sekarang masih melayani penerbangan langsung Pontianak-Kuching setiap hari sebanyak dua kedatangan dan dua keberangkatan. Sedangkan penerbangan Pontianak-Kuala Lumpur setiap hari aktif sebanyak masing-masing satu kali kedatangan dan kebarangkatan.

Dari data yang ada selama periode tahun 2019 di Bandara Supadio tercatat sebanyak 1.101 kedatangan internasional dengan 109.388 penumpang, dan sebanyak 1.088 keberangkatan internasional dengan 110.155 penumpang. Total pergerakan pesawat 2.189 kali dengan 219.543 penumpang.

Selama periode Januari-Februari 2020 tercatat sebanyak 181 kedatangan internasional dengan 17.171 penumpang dan sebanyak 182 keberangkatan internasional dengan 16.379 penumpang. Total pergerakan pesawat periode Januari-Februari 2020 adalah 363
kali dengan 33.547 penumpang.

Baca Juga :  Pertamina Temukan Hotel Gunakan Elpiji Subsidi

Lalu poin ketiga atas dasar pertimbangan bahwa sebagian besar penumpang yang melakukan mobilitas tersebut adalah warga Kalbar, maka gubernur atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mengusulkan kepada Menteri Perhubungan RI untuk menghentikan sementara penerbangan langsung internasional rute Pontianak-Kuching (PP) dan Pontianak-Kuala Lumpur (PP) sebagaimana telah diterapkan pada rute dari dan ke China.

“Demikian usulan kami untuk dapat kiranya dipertimbangkan dan secepatnya ditindaklanjuti sebelum situasi semakin memburuk. Atas perhatian Bapak Menteri Perhubungan kami ucapkan terima kasih,” tutup surat yang juga ditembuskan kepada Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta serta pimpinan maskapai penerbangan MAS Wings di Pontianak dan Air Asia di Pontianak.(bar)

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI agar menutup sementara rute penerbangan internasional Pontianak, Indonesia ke Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat Nomor 830/0828/Dishub 2020 kepada Menteri Perhubungan RI bersifat penting dan segera tertanggal Jumat (13/3).

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa alasan permohonan ini menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 di berbagai belahan dunia dan di Indonesia.

“Kami memandang bahwa Kalbar yang memiliki penerbangan internasional ke dan dari negara terjangkit seperti Malaysia telah menimbulkan ancaman yang nyata bagi masyarakat di wilayah Kalbar,” tulis Sutarmidji dalam surat tersebut.

Ada tiga poin penjelasan yang disampaikan ke Menteri Perhubungan RI, pertama berdasarkan data resmi yang dirilis WHO tanggal 12 Maret 2020, di Malaysia telah ada 129 kasus Covid-19 terkonfirmasi. Sementara data Kementerian Kesihatan Malaysia mencatat 158 kasus terkonfirmasi dan masih terdapat 319 orang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Baca Juga :  Geram, Jokowi Minta Menkeu Tegur Pemda yang Lelet Respons Covid-19

Jumlah kasus ini cenderung semakin bertambah setiap hari, sehingga dengan adanya penerbangan internasional langsung dari Malaysia ke Pontianak telah menciptakan faktor risiko dan sugesti negatif di masyarakat Kalbar.

Kedua bandara Internasional Supadio, Kubu Raya sekarang masih melayani penerbangan langsung Pontianak-Kuching setiap hari sebanyak dua kedatangan dan dua keberangkatan. Sedangkan penerbangan Pontianak-Kuala Lumpur setiap hari aktif sebanyak masing-masing satu kali kedatangan dan kebarangkatan.

Dari data yang ada selama periode tahun 2019 di Bandara Supadio tercatat sebanyak 1.101 kedatangan internasional dengan 109.388 penumpang, dan sebanyak 1.088 keberangkatan internasional dengan 110.155 penumpang. Total pergerakan pesawat 2.189 kali dengan 219.543 penumpang.

Selama periode Januari-Februari 2020 tercatat sebanyak 181 kedatangan internasional dengan 17.171 penumpang dan sebanyak 182 keberangkatan internasional dengan 16.379 penumpang. Total pergerakan pesawat periode Januari-Februari 2020 adalah 363
kali dengan 33.547 penumpang.

Baca Juga :  Covid Telan 1.112 Korban di Kalimantan Barat

Lalu poin ketiga atas dasar pertimbangan bahwa sebagian besar penumpang yang melakukan mobilitas tersebut adalah warga Kalbar, maka gubernur atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mengusulkan kepada Menteri Perhubungan RI untuk menghentikan sementara penerbangan langsung internasional rute Pontianak-Kuching (PP) dan Pontianak-Kuala Lumpur (PP) sebagaimana telah diterapkan pada rute dari dan ke China.

“Demikian usulan kami untuk dapat kiranya dipertimbangkan dan secepatnya ditindaklanjuti sebelum situasi semakin memburuk. Atas perhatian Bapak Menteri Perhubungan kami ucapkan terima kasih,” tutup surat yang juga ditembuskan kepada Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta serta pimpinan maskapai penerbangan MAS Wings di Pontianak dan Air Asia di Pontianak.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/