alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Argoeduwisata dari Faperta untuk Kalbar

PONTIANAK – Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, menggelar soft launching pembangunan kawasan Argoeduwisata, Sabtu pagi kemarin. Area argoeduwisata di atas lahan seluas tiga hektare, diharapkan dapat menjadi pusat percontohan pertanian terpadu di Kalimantan Barat.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Profesor Denah Suswati menyebutkan bahwa area Agroeduwisata yang dibangun merupakan laboratorium lapangan. Digadang-gadang bakalan menjadi model percontohan sistem pertanian terpadu yang akan mengintegrasikan antara komuditas florikultura, biofarma, tanaman buah-buahan, dan sayuran dalam satu siklus hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

Bukan hanya itu, Agroeduwisata juga diharapkan dapat menjadi pusat percontohan pertanian yang berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat dalam memperoleh tanaman bermutu, belajar berkebun.

“Ini juga sekaligus sumbangsih Faperta Untan dalam memberikan ruang terbuka hijau, untuk masyarkat,” ucap dia.

Untuk menunjang Argoeduwisata, pihaknya akan mendirikan klinik pertanian tropis guna melayani masyarakat, dan perusahaan yang bermasalah dalam memanfaatkan lahan produksi untuk tanaman bididaya,hewan peternakan, perikanana budidaya dan pangan olahan.

Baca Juga :  Kata Fahutan Untan, Belajar Di Tengah Pandemi Covid-19

“Dengan demikian, kegiatan klinik pertanian tropis akan selalu sejalan dengan kebutuhan pertanian masyarakat. Khususnya Kalbar,” ungkapnya.

Denah mengucapkan terimakasih kepada Rektor Untan, yang telah mendudukung pembangunan argoeduwisata di Fakultas Pertanian. Pembangunan Argoeduwisata, dimulai dengan pembangunan Agroforestry atau penanaman pohon kerja sama Untan dengan dinas Lingkungan Hidup.

Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Garuda Wiko menyambut baik kehadiran argoeduwisata. Dia ingin Faperta terus mengembangkan inovasi.

“Kita ingin Untan menjadi support dalam sistem pengambilan kebijakan dalam bentuk reset yang dilakukan dan menjadi problem server untuk pertanian di Kalbar, terutama dalam aspek inovasi dan reset,” kata dia.

Senada, Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap sinergisitas dan kalaborasi Fakultas Pertanian dan Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan sumber pertanian, sehingga produk pertanian Pontianak dapat di optimalkan.

Baca Juga :  Pidanakan Penimbun Obat Covid

“Pertanian kita banyak sayur mayor, pohon peneduh, buah-buahan. Kita harap dengan kondisi tanah kita baik kelebihan dan kekurangan dapat ditutupi dengan teknologi,” pungkasnya.

Di tempat sama, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah menyebutkan kehadiran Argoeduwisata Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura, sangat dibutuhkan dalam pengembangan pertanian terpadu. Untuk itulah, semua pihak harus mendukung. Dia juga yakin, inovasi dari Untan tersebut akan berdampak bagi pengembangan sektor pertanian masyarakat.

“Kegiatan ini harus diapresiasi karena inovasi dari Faperta Untan untuk menghadirkan ruang publik bagi masyarakat Kota Pontianak dan Kalbar khususnya,” kata Suriansyah. (den)

PONTIANAK – Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, menggelar soft launching pembangunan kawasan Argoeduwisata, Sabtu pagi kemarin. Area argoeduwisata di atas lahan seluas tiga hektare, diharapkan dapat menjadi pusat percontohan pertanian terpadu di Kalimantan Barat.

Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Profesor Denah Suswati menyebutkan bahwa area Agroeduwisata yang dibangun merupakan laboratorium lapangan. Digadang-gadang bakalan menjadi model percontohan sistem pertanian terpadu yang akan mengintegrasikan antara komuditas florikultura, biofarma, tanaman buah-buahan, dan sayuran dalam satu siklus hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

Bukan hanya itu, Agroeduwisata juga diharapkan dapat menjadi pusat percontohan pertanian yang berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat dalam memperoleh tanaman bermutu, belajar berkebun.

“Ini juga sekaligus sumbangsih Faperta Untan dalam memberikan ruang terbuka hijau, untuk masyarkat,” ucap dia.

Untuk menunjang Argoeduwisata, pihaknya akan mendirikan klinik pertanian tropis guna melayani masyarakat, dan perusahaan yang bermasalah dalam memanfaatkan lahan produksi untuk tanaman bididaya,hewan peternakan, perikanana budidaya dan pangan olahan.

Baca Juga :  Dampak Perbaikan Jembatan Landak, Macet Menjalar Hingga Jembatan Kapuas

“Dengan demikian, kegiatan klinik pertanian tropis akan selalu sejalan dengan kebutuhan pertanian masyarakat. Khususnya Kalbar,” ungkapnya.

Denah mengucapkan terimakasih kepada Rektor Untan, yang telah mendudukung pembangunan argoeduwisata di Fakultas Pertanian. Pembangunan Argoeduwisata, dimulai dengan pembangunan Agroforestry atau penanaman pohon kerja sama Untan dengan dinas Lingkungan Hidup.

Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Garuda Wiko menyambut baik kehadiran argoeduwisata. Dia ingin Faperta terus mengembangkan inovasi.

“Kita ingin Untan menjadi support dalam sistem pengambilan kebijakan dalam bentuk reset yang dilakukan dan menjadi problem server untuk pertanian di Kalbar, terutama dalam aspek inovasi dan reset,” kata dia.

Senada, Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap sinergisitas dan kalaborasi Fakultas Pertanian dan Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan sumber pertanian, sehingga produk pertanian Pontianak dapat di optimalkan.

Baca Juga :  Pidanakan Penimbun Obat Covid

“Pertanian kita banyak sayur mayor, pohon peneduh, buah-buahan. Kita harap dengan kondisi tanah kita baik kelebihan dan kekurangan dapat ditutupi dengan teknologi,” pungkasnya.

Di tempat sama, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Suriansyah menyebutkan kehadiran Argoeduwisata Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura, sangat dibutuhkan dalam pengembangan pertanian terpadu. Untuk itulah, semua pihak harus mendukung. Dia juga yakin, inovasi dari Untan tersebut akan berdampak bagi pengembangan sektor pertanian masyarakat.

“Kegiatan ini harus diapresiasi karena inovasi dari Faperta Untan untuk menghadirkan ruang publik bagi masyarakat Kota Pontianak dan Kalbar khususnya,” kata Suriansyah. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/