alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Ramadan 2022, Komoditi Kebutuhan Pokok Jangan Ikut Langka

PONTIANAK – Ibadah Ramadhan 2022 dilanjutkan perayaan Idulfitri, sebentar lagi bakalan dilaksanakan umat muslim seluruh dunia, termasuk di Kalimantan Barat.

Pemerintah diminta memastikan komoditi sejumlah kebutuhan pokok, terutama produk olahan pangan tetap aman, terkendali, dan harganya tidak mencekik rakyat. Apalagi dukungan cuaca atau iklim pada bulan-bulan tersebut mendukung peningkatan produksi olahan pangan.

“Nah, kalaupun terjadi kelangkaan produk-produk tertentu menjelang Ramadan dan Idulfitri 2022, lebih karena distribusi tidak normal. Kalau bicara langka, berarti sisi distribusinya dipermainkan oknum-oknum tertentu,” unglap Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, ditemui di sela soft launching Agroeduwisata Faperta Untan Pontianak, Sabtu (12/3).

Menurutnya, pemain atau sejumlah oknum, yang mempermainkan jalur distribusi kebutuhan pokok bisa saja dari pedagang besar, kecil, atau eceran sekalian. Dia pun meminta pemerintah dapat mengatasinya, untuk mengantisipasi kelangkaan. Apalagi sudah ada TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), yang tufoksinya memang demikian.

Baca Juga :  PLN Mobile, Solusi dan Kemudahan Bagi Pelanggan

Namun, seandainya ada penyimpangan dari jalur distribusi sejumlah komoditi kebutuhan pokok, aparat penegak hukum juga harus bertindak tegas. Intinya jangan sampai ada pihak bermain dan cenderung memanfaatkan kepanikan masyarakat akibat kebutuhannya meningkat tajam.

“Ituj hanya kepentingan sesaat bukan untukm masyarakat banyak,” ucap politisi Gerindra Kalbar ini.

Sebelumnya, Ketua Harian TPID Kota Pontianak Mulyadi bakalan melakukan pengecekan sejumlah stok kebutuhan pokok secara rutin jelang Ramadan dan Idulfitri 2022 ini.

“Tujuannya juga agar para pedagang, tidak semaunya menaikkan harga,” ucapnya.

Menurutnya sampai hari ini, beberapa harga kebutuhan pokok di Kota Pontianak cenderung stabil. Ada memang beberapa harga komoditas kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Seperti kacang hijau. Biasanya hanya berharga belasan ribu, sekarang tembus Rp30 Ribu per Kilogram. Penyebanya karena kacang hijau belum masuk masa panen.

Baca Juga :  Dekranasda, Rumah Aktif, dan HIMPU Gelar Aksi Peduli

“Stok terbatas. Sehingga harus impor dari negara lain,” ujarnya.

Untuk komiditi kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga dibandingkan bulan lalu, di antaranya bawang merah asal Jawa dan Thailand kisaran Rp30 Ribu per Kilogram. Untuk harga telur ayam ras, relaif stabil pada kisaran Rp1.400 sampai Rp2.000 per butir. Harga cabai rawit juga masih relatif terkendali. Mulai Rp90.000 sampai Rp110.000 per kilogram.

“Sebulan lalu bahkan cabai rawit pernah sampai tembus Rp160 ribu per kilogram,” ucapnya. (den)

PONTIANAK – Ibadah Ramadhan 2022 dilanjutkan perayaan Idulfitri, sebentar lagi bakalan dilaksanakan umat muslim seluruh dunia, termasuk di Kalimantan Barat.

Pemerintah diminta memastikan komoditi sejumlah kebutuhan pokok, terutama produk olahan pangan tetap aman, terkendali, dan harganya tidak mencekik rakyat. Apalagi dukungan cuaca atau iklim pada bulan-bulan tersebut mendukung peningkatan produksi olahan pangan.

“Nah, kalaupun terjadi kelangkaan produk-produk tertentu menjelang Ramadan dan Idulfitri 2022, lebih karena distribusi tidak normal. Kalau bicara langka, berarti sisi distribusinya dipermainkan oknum-oknum tertentu,” unglap Suriansyah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, ditemui di sela soft launching Agroeduwisata Faperta Untan Pontianak, Sabtu (12/3).

Menurutnya, pemain atau sejumlah oknum, yang mempermainkan jalur distribusi kebutuhan pokok bisa saja dari pedagang besar, kecil, atau eceran sekalian. Dia pun meminta pemerintah dapat mengatasinya, untuk mengantisipasi kelangkaan. Apalagi sudah ada TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), yang tufoksinya memang demikian.

Baca Juga :  Usai Pelantikan GenRe

Namun, seandainya ada penyimpangan dari jalur distribusi sejumlah komoditi kebutuhan pokok, aparat penegak hukum juga harus bertindak tegas. Intinya jangan sampai ada pihak bermain dan cenderung memanfaatkan kepanikan masyarakat akibat kebutuhannya meningkat tajam.

“Ituj hanya kepentingan sesaat bukan untukm masyarakat banyak,” ucap politisi Gerindra Kalbar ini.

Sebelumnya, Ketua Harian TPID Kota Pontianak Mulyadi bakalan melakukan pengecekan sejumlah stok kebutuhan pokok secara rutin jelang Ramadan dan Idulfitri 2022 ini.

“Tujuannya juga agar para pedagang, tidak semaunya menaikkan harga,” ucapnya.

Menurutnya sampai hari ini, beberapa harga kebutuhan pokok di Kota Pontianak cenderung stabil. Ada memang beberapa harga komoditas kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Seperti kacang hijau. Biasanya hanya berharga belasan ribu, sekarang tembus Rp30 Ribu per Kilogram. Penyebanya karena kacang hijau belum masuk masa panen.

Baca Juga :  Kapolda Kalbar Beri Atensi Ke Penggelola Grup Medsos

“Stok terbatas. Sehingga harus impor dari negara lain,” ujarnya.

Untuk komiditi kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga dibandingkan bulan lalu, di antaranya bawang merah asal Jawa dan Thailand kisaran Rp30 Ribu per Kilogram. Untuk harga telur ayam ras, relaif stabil pada kisaran Rp1.400 sampai Rp2.000 per butir. Harga cabai rawit juga masih relatif terkendali. Mulai Rp90.000 sampai Rp110.000 per kilogram.

“Sebulan lalu bahkan cabai rawit pernah sampai tembus Rp160 ribu per kilogram,” ucapnya. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/