alexametrics
26.7 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Separuh Masjid Berdiri UPZ

PONTIANAK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak terus meningkatkan jumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid guna meningkatkan penerimaan Zakat Infak dan Sedekah (ZIS). Saat ini, diungkapkan mereka bahwa jumlah UPZ sudah mencapai separuh dari total masjid yang ada di kota ini.

“UPZ masjid saat ini baru ter-cover sekitar separuh. Pontianak ini sudah ada 180 dari 346 masjid, kira-kira 55 persen,” kata Ketua Baznas Kota Pontianak, Nasrullah Chatib, saat kegiatan Rakorda V Tahun 2022 Baznas Kota Pontianak, di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (12/3).

Dengan jumlah UPZ yang masih bisa bertambah itu, Nasrullah menilai potensi ZIS masih bisa digarap lebih luas. Dirinya yakin semakin banyak UPZ masjid berdiri, maka umat Islam akan semakin mudah menunaikan kewajibannya membayar zakat atau menyisihkan pendapatannya untuk infak dan sedekah.

Baca Juga :  Perpustakaan Kalbar Terapkan Protokol Kesehatan

Sejak berdiri tahun 2016, lanjutnya, penerimaan ZIS yang dilakukan oleh Baznas Kota Pontianak bersama seluruh UPZ, terus mengalami kenaikan. Hanya dua tahun terakhir, penerimaan ZIS, diakui dia, mengalami penurunan karena pandemi Covid-19. Baznas mencatat, tahun 2016 penerimaan ZIS mencapai Rp1,12 miliar, 2017 Rp2,82 miliar, 2018 Rp3,86 miliar, 2019 Rp7,01 miliar, 2020 Rp5,89 miliar, dan 2021 Rp5,63 miliar.

“Dengan semakin baiknya kondisi masyarakat, semoga semakin meningkat pula zakat, infak dan sedekahnya. Pengurus Baznas Kota Pontianak akan melalukan kunjungan ke UPZ di Kota Pontianak untuk mengembangkan sinergisitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Baznas Kota Pontianak juga memberikan apresiasi kepada 10 UPZ dengan penerimaan ZIS tertinggi pada tahun 2021. Nasrullah mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai motivasi dalam mengoptimalkan kinerja, baik menghimpun ZIS maupun menyalurkannya lewat program kerja yang sudah dibuat.

Baca Juga :  Masyhudi: Jangan Main Hakim Sendiri dalam Menyikapi Aliran Menyimpang

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendorong penyaluran ZIS kepada warga yang berhak menerima dilakukan dengan basis data yang jelas agar tepat sasaran. Dirinya berharap program-program yang dijalankan Baznas Kota Pontianak dapat meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu.

“Saya mendorong agar program-program yang dijalankan dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Pontianak,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menilai, masyarakat saat ini begitu gemar berbuat baik dengan cara menyisihkan hartanya untuk membantu warga yang kurang mampu. Semangat berbagi tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan ditumbuhkan dengan pengelolaan UPZ yang profesional.

“Kekuatan sedekah kita itu tinggi, dan ini menjadi semangat bagi kita untuk terus berupaya menghimpunan zakat infak dan sedekah dari masyarakat. Yang mampu membantu yang tidak mampu,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak terus meningkatkan jumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid guna meningkatkan penerimaan Zakat Infak dan Sedekah (ZIS). Saat ini, diungkapkan mereka bahwa jumlah UPZ sudah mencapai separuh dari total masjid yang ada di kota ini.

“UPZ masjid saat ini baru ter-cover sekitar separuh. Pontianak ini sudah ada 180 dari 346 masjid, kira-kira 55 persen,” kata Ketua Baznas Kota Pontianak, Nasrullah Chatib, saat kegiatan Rakorda V Tahun 2022 Baznas Kota Pontianak, di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (12/3).

Dengan jumlah UPZ yang masih bisa bertambah itu, Nasrullah menilai potensi ZIS masih bisa digarap lebih luas. Dirinya yakin semakin banyak UPZ masjid berdiri, maka umat Islam akan semakin mudah menunaikan kewajibannya membayar zakat atau menyisihkan pendapatannya untuk infak dan sedekah.

Baca Juga :  Usut Korupsi Masjid Melawi

Sejak berdiri tahun 2016, lanjutnya, penerimaan ZIS yang dilakukan oleh Baznas Kota Pontianak bersama seluruh UPZ, terus mengalami kenaikan. Hanya dua tahun terakhir, penerimaan ZIS, diakui dia, mengalami penurunan karena pandemi Covid-19. Baznas mencatat, tahun 2016 penerimaan ZIS mencapai Rp1,12 miliar, 2017 Rp2,82 miliar, 2018 Rp3,86 miliar, 2019 Rp7,01 miliar, 2020 Rp5,89 miliar, dan 2021 Rp5,63 miliar.

“Dengan semakin baiknya kondisi masyarakat, semoga semakin meningkat pula zakat, infak dan sedekahnya. Pengurus Baznas Kota Pontianak akan melalukan kunjungan ke UPZ di Kota Pontianak untuk mengembangkan sinergisitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Baznas Kota Pontianak juga memberikan apresiasi kepada 10 UPZ dengan penerimaan ZIS tertinggi pada tahun 2021. Nasrullah mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai motivasi dalam mengoptimalkan kinerja, baik menghimpun ZIS maupun menyalurkannya lewat program kerja yang sudah dibuat.

Baca Juga :  Soedarso Pasang Tenda Triase, Dirut RSUD: Masyarakat Jangan Panik

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendorong penyaluran ZIS kepada warga yang berhak menerima dilakukan dengan basis data yang jelas agar tepat sasaran. Dirinya berharap program-program yang dijalankan Baznas Kota Pontianak dapat meningkatkan kesejahteraan warga kurang mampu.

“Saya mendorong agar program-program yang dijalankan dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Pontianak,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menilai, masyarakat saat ini begitu gemar berbuat baik dengan cara menyisihkan hartanya untuk membantu warga yang kurang mampu. Semangat berbagi tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan ditumbuhkan dengan pengelolaan UPZ yang profesional.

“Kekuatan sedekah kita itu tinggi, dan ini menjadi semangat bagi kita untuk terus berupaya menghimpunan zakat infak dan sedekah dari masyarakat. Yang mampu membantu yang tidak mampu,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/