alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

58 Hafiz dan Hafizah Diwisuda

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kembali mewisuda hafiz dan hafizah se-Kalbar, Senin (12/4). Untuk tahap pertama tahun 2021 ini ada sebanyak 58 hafiz dan hafizah yang diwisuda langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Dalam kesempatan itu, gubernur mengingatkan kepada para hafiz dan hafizah agar bisa memahami ajaran Islam berdasarkan Alquran. Tak hanya soal hafalan, ia berharap mereka juga bisa mengembangkan dari sisi bacaannya.

“Sumber dari ajaran Islam adalah ayat suci Alquran, harus dipahami secara benar, jadi salatnya semakin sempurna. Bacaan ayat Alquran harus lebih baik dan benar, ini merupakan bentuk dari tujuan wisuda ini,” harapnya.

Midji sapaannya juga mengingatkan kepada LPTQ untuk terus membimbing mereka yang sudah diwisuda. Setelah diwisuda bukan berarti selesai tapi harus terus diikuti perkembangannya. Bahkan semua hafiz dan hafizah harus terdata dalam satu sistem.

“Mereka harus terhubung dalam suatu sistem yang dibuat dari aplikasi untuk seluruh hafiz dan hafizah. Gunanya untuk berdiskusi dan membantu mengembangkan diri, serta bimbingan dari pembinaan oleh LPTQ,” pintanya.

Baca Juga :  UM Pontianak Gelar Wisuda Sarjana Angkatan ke-25

Ia juga berharap para hafiz dan hafizah bisa menularkan atau menyalurkan ilmunya kepada yang lain sehingga akan semakin banyak para penghafal Alquran di provinsi ini. “Jangan berhenti pada Anda sebagai hafiz dan hafizah, tapi bagaimana dapat melahirkan lagi hafiz dan hafizah yang lain, supaya banyak orang bisa menghafal Alquran. Saya rasa hafiz yang lima juz sudah cukup banyak, tapi yang kami wisuda 30 juz. Insyaallah ini akan terus berlanjut,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Midji turut mengapresiasi Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Mempawah yang sudah tiga tahun berturut-turut melahirkan hafiz dan hafizah. Mereka bahkan sampai berprestasi hingga tingkat nasional. “Bahkan satu ada yang juara di Kedutaan Saudi Arabia, ini merupakan prestasi bagi Kalbar. Maka dari itu mari kembangkan lagi, hingga bisa lebih khusus lagi di hafalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kalbar Andi Musa menerangkan, kegiatan wisuda ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah kepada para penghafal Alquran. Dengan demikian dapat memotivasi serta membangkitkan minat anak muda untuk membaca, menghafal serta mengamalkan Alquran. “Bagi generasi muda dan anak-anak guna membentuk insan-insan muslim yang berkaraker sebagai generasi Qurani,” jelasnya.

Baca Juga :  UMKM Binaan PLN Raih Penghargaan UMKM Berprestasi

Setelah diwisuda ia berharap para hafiz dan hafizah dapat menjaga hafalan. Karena menurut pengalaman selama ini, masih banyak para penghafal Alquran yang kesulitan menjaga hafalan mereka. “Mungkin dia sudah tamat hafalannya 30 juz, tapi tidak diulang-ulang akhirnya hilang, ini yang menjadi tantangan, bagaimana mengajak mereka memelihara hafalan agar tetap terjaga,” katanya.

Ia menyebut untuk wisuda tahap pertama tahun ini, terbanyak berasal dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah dan Ketapang. Sedangkan untuk Kabupaten Melawi, Sintang, Sanggau dan Sekadau masing-masing hanya satu orang yang diwisuda. “Dari daerah lain kami harapkan juga bisa menyusul mungkin dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Kapuas Hulu dan Kayong Utara,” tutupnya.(bar/r)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kembali mewisuda hafiz dan hafizah se-Kalbar, Senin (12/4). Untuk tahap pertama tahun 2021 ini ada sebanyak 58 hafiz dan hafizah yang diwisuda langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Dalam kesempatan itu, gubernur mengingatkan kepada para hafiz dan hafizah agar bisa memahami ajaran Islam berdasarkan Alquran. Tak hanya soal hafalan, ia berharap mereka juga bisa mengembangkan dari sisi bacaannya.

“Sumber dari ajaran Islam adalah ayat suci Alquran, harus dipahami secara benar, jadi salatnya semakin sempurna. Bacaan ayat Alquran harus lebih baik dan benar, ini merupakan bentuk dari tujuan wisuda ini,” harapnya.

Midji sapaannya juga mengingatkan kepada LPTQ untuk terus membimbing mereka yang sudah diwisuda. Setelah diwisuda bukan berarti selesai tapi harus terus diikuti perkembangannya. Bahkan semua hafiz dan hafizah harus terdata dalam satu sistem.

“Mereka harus terhubung dalam suatu sistem yang dibuat dari aplikasi untuk seluruh hafiz dan hafizah. Gunanya untuk berdiskusi dan membantu mengembangkan diri, serta bimbingan dari pembinaan oleh LPTQ,” pintanya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Mungguk Bantok Diami Tenda Darurat di Tengah Hutan

Ia juga berharap para hafiz dan hafizah bisa menularkan atau menyalurkan ilmunya kepada yang lain sehingga akan semakin banyak para penghafal Alquran di provinsi ini. “Jangan berhenti pada Anda sebagai hafiz dan hafizah, tapi bagaimana dapat melahirkan lagi hafiz dan hafizah yang lain, supaya banyak orang bisa menghafal Alquran. Saya rasa hafiz yang lima juz sudah cukup banyak, tapi yang kami wisuda 30 juz. Insyaallah ini akan terus berlanjut,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Midji turut mengapresiasi Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Mempawah yang sudah tiga tahun berturut-turut melahirkan hafiz dan hafizah. Mereka bahkan sampai berprestasi hingga tingkat nasional. “Bahkan satu ada yang juara di Kedutaan Saudi Arabia, ini merupakan prestasi bagi Kalbar. Maka dari itu mari kembangkan lagi, hingga bisa lebih khusus lagi di hafalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kalbar Andi Musa menerangkan, kegiatan wisuda ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah kepada para penghafal Alquran. Dengan demikian dapat memotivasi serta membangkitkan minat anak muda untuk membaca, menghafal serta mengamalkan Alquran. “Bagi generasi muda dan anak-anak guna membentuk insan-insan muslim yang berkaraker sebagai generasi Qurani,” jelasnya.

Baca Juga :  Kisah Yusuf Mubarak, Remaja 12 Tahun Hafiz Quran 30 Juz 

Setelah diwisuda ia berharap para hafiz dan hafizah dapat menjaga hafalan. Karena menurut pengalaman selama ini, masih banyak para penghafal Alquran yang kesulitan menjaga hafalan mereka. “Mungkin dia sudah tamat hafalannya 30 juz, tapi tidak diulang-ulang akhirnya hilang, ini yang menjadi tantangan, bagaimana mengajak mereka memelihara hafalan agar tetap terjaga,” katanya.

Ia menyebut untuk wisuda tahap pertama tahun ini, terbanyak berasal dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah dan Ketapang. Sedangkan untuk Kabupaten Melawi, Sintang, Sanggau dan Sekadau masing-masing hanya satu orang yang diwisuda. “Dari daerah lain kami harapkan juga bisa menyusul mungkin dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Kapuas Hulu dan Kayong Utara,” tutupnya.(bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/