alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

BBPOM di Pontianak Uji Sampel Pangan Juadah di Tempat

PONTIANAK – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak terus meningkatkan pengawasan pangan juadah selama Ramadan. Plt Kepala BBPOM di Pontianak, Dra. Ketut Ayu Sarwetini, Apt mengatakan pengawasan dilakukan melalui mobil laboratorium keliling dengan empat tahapan.

Tahap pertama pada 28 April 2020 di wilayah Pontianak Selatan-Tenggara. Tahap kedua di wilayah Kubu Raya pada 5 Mei 2020. Tahap ketiga pada 11 Mei 2020 di wilayah Pontianak Kota dan Pontianak Barat.

“Total sebanyak empat tahap. Dilakukan setiap Minggu. Dimulai dari minggu pertama hingga ke empat Ramadan,” ulasnya. Dalam kegiatan ini, BBPOM di Pontianak mengambil sampel beberapa pangan juadah yang langsung diuji di tempat.

Baca Juga :  BBPOM di Pontianak- FK Untan Bersinergi dalam Pengujian Covid-19 Berbasis PCR

Ketut Ayu mengatakan, kegiatan ini tujuannya untuk mengawasi pangan juadah dari bahan berbahaya agar aman dikonsumsi masyarakat. Pengujian menggunakan rapid test kit untuk bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow.

Dari 30 sampel yang diuji, semua hasilnya negatif mengandung bahan berbahaya tersebut.
“Bahan ini tidak boleh ditambahkan dalam makanan. Jika ditemukan positif dalam pangan juadah akan dilakukan uji konfirmasi dengan uji di laboratorium. Selanjutnya ditelusuri hingga ke produsennya. Jika perlu, akan dilakukan pembinaan atau diberikan sanksi administratif. Temuan ini dapat ditingkatkan menjadi proses hukum jika ditemukan unsur kesengajaan dan unsur pasal terpenuhi,” jelasnya.

BBPOM di Pontianak selalu melakukan penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pedagang dan pembeli. Tujuannya agar mereka dapat melakukan tindakan pengawasan pada diri sendiri, dan keluarga agar terhindar dari produk makanan, obat maupun kosmetik yang berbahaya.

Baca Juga :  Pasar Juadah Tetap Diminati Warga

Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin BBPOM di Pontianak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun dilakukan pembatasan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, pihaknya juga membagikan masker kain kepada sejumlah masyarakat sebagai salah satu bentuk dukungan pada pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. BBPOM di Pontianak mengimbau untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, konsumsi pangan aman dengan selalu Cek KLIK yakni cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa. (mrd)

PONTIANAK – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak terus meningkatkan pengawasan pangan juadah selama Ramadan. Plt Kepala BBPOM di Pontianak, Dra. Ketut Ayu Sarwetini, Apt mengatakan pengawasan dilakukan melalui mobil laboratorium keliling dengan empat tahapan.

Tahap pertama pada 28 April 2020 di wilayah Pontianak Selatan-Tenggara. Tahap kedua di wilayah Kubu Raya pada 5 Mei 2020. Tahap ketiga pada 11 Mei 2020 di wilayah Pontianak Kota dan Pontianak Barat.

“Total sebanyak empat tahap. Dilakukan setiap Minggu. Dimulai dari minggu pertama hingga ke empat Ramadan,” ulasnya. Dalam kegiatan ini, BBPOM di Pontianak mengambil sampel beberapa pangan juadah yang langsung diuji di tempat.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Harus Bisa Menjadi Pelopor

Ketut Ayu mengatakan, kegiatan ini tujuannya untuk mengawasi pangan juadah dari bahan berbahaya agar aman dikonsumsi masyarakat. Pengujian menggunakan rapid test kit untuk bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow.

Dari 30 sampel yang diuji, semua hasilnya negatif mengandung bahan berbahaya tersebut.
“Bahan ini tidak boleh ditambahkan dalam makanan. Jika ditemukan positif dalam pangan juadah akan dilakukan uji konfirmasi dengan uji di laboratorium. Selanjutnya ditelusuri hingga ke produsennya. Jika perlu, akan dilakukan pembinaan atau diberikan sanksi administratif. Temuan ini dapat ditingkatkan menjadi proses hukum jika ditemukan unsur kesengajaan dan unsur pasal terpenuhi,” jelasnya.

BBPOM di Pontianak selalu melakukan penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pedagang dan pembeli. Tujuannya agar mereka dapat melakukan tindakan pengawasan pada diri sendiri, dan keluarga agar terhindar dari produk makanan, obat maupun kosmetik yang berbahaya.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, Yayasan Mujahidin Hadirkan Pasar Juadah Online

Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin BBPOM di Pontianak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun dilakukan pembatasan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, pihaknya juga membagikan masker kain kepada sejumlah masyarakat sebagai salah satu bentuk dukungan pada pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. BBPOM di Pontianak mengimbau untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, konsumsi pangan aman dengan selalu Cek KLIK yakni cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/