alexametrics
32 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

680 Bibit Pohon Ditanam di TPA Batulayang

PONTIANAK-Area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Batulayang Kecamatan Pontianak Utara ditanami 680 bibit pohon. Penanaman pohon yang dilakukan dalam upaya merestorasi ekosistem di TPA ini. “Kita harapkan TPA ini tidak hanya sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi juga menjadi destinasi ekowisata,” jelas Edi Rusdi Kamtono mengawali penanaman pohon di TPA Batulayang, Sabtu (12/6).

Ke depan TPA Batulayang bakal menjadi bagian dari hutan kota. Sebagian areal TPA tersebut telah ditanami berbagai jenis pohon sebagai paru-paru kota. Total sebanyak 680 bibit pohon ditanam. Bibitnya didapat dari sumbangan dari perusahaan dan berbagai pihak. Ia berharap keberadaan hutan kota di TPA Batulayang ini menjadi cerminan wajah Kota Pontianak yang hijau ke depannya. Sebab lingkungan merupakan hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Pihaknya akan meningkatkan kawasan TPA menjadi destinasi ekowisata. “Jadi kalau kita berkunjung ke TPA, tidak lagi tercium bau sampah yang busuk, yang ada tanaman yang hijau, segar dan berbuah,” ucap Edi.

Baca Juga :  Pohon Palem Tak Terawat

Luas areal TPA Batulayang yang ada saat ini sekitar 28 hektar. Dari areal tersebut, ia berharap shell pertama dan shell kedua ditutup untuk dijadikan hutan kota. Lahan TPA ini dinilainya memiliki tingkat kesuburan yang baik sehingga cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Hal itu bisa terlihat dari warna daun tanaman yang ditanam dengan banyak kandungan klorofilnya. “Hijaunya tuh bagus dan segar,” imbuhnya.

Edi berharap kegiatan hari ini tidak hanya sekadar menanam pohon, akan tetapi tak kalah pentingnya adalah bagaimana merawat tanaman itu agar tetap tumbuh dengan baik. “Seperti pohon mahoni yang saya tanami di TPA ini, tahun kemarin saya tanam, sekarang tumbuh subur,” tuturnya.

Baca Juga :  Pengguna MyMItusbishiID Meningkat

Pohon-pohon terdiri dari berbagai karakter. Ada yang ditanam dan terkena sinar matahari langsung tumbuh dengan subur. Sebaliknya, ada pula pohon yang terkena sinar matahari langsung tidak bisa tumbuh subur sehingga harus ditanami pohon pelindung terlebih dahulu agar pohon tersebut tidak terkena matahari langsung. Edi menyebut pohon-pohon yang berbuah juga akan ditanami di TPA ini seperti durian, manggis dan jenis-jenis pohon  endemik di Kalbar. “Saya minta Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak melakukan perawatan pohon-pohon yang sudah ditanam,” tutupnya.(iza)

PONTIANAK-Area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Batulayang Kecamatan Pontianak Utara ditanami 680 bibit pohon. Penanaman pohon yang dilakukan dalam upaya merestorasi ekosistem di TPA ini. “Kita harapkan TPA ini tidak hanya sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi juga menjadi destinasi ekowisata,” jelas Edi Rusdi Kamtono mengawali penanaman pohon di TPA Batulayang, Sabtu (12/6).

Ke depan TPA Batulayang bakal menjadi bagian dari hutan kota. Sebagian areal TPA tersebut telah ditanami berbagai jenis pohon sebagai paru-paru kota. Total sebanyak 680 bibit pohon ditanam. Bibitnya didapat dari sumbangan dari perusahaan dan berbagai pihak. Ia berharap keberadaan hutan kota di TPA Batulayang ini menjadi cerminan wajah Kota Pontianak yang hijau ke depannya. Sebab lingkungan merupakan hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Pihaknya akan meningkatkan kawasan TPA menjadi destinasi ekowisata. “Jadi kalau kita berkunjung ke TPA, tidak lagi tercium bau sampah yang busuk, yang ada tanaman yang hijau, segar dan berbuah,” ucap Edi.

Baca Juga :  Fahmi Ahmad; dari Pesepakbola ke Kepala Desa

Luas areal TPA Batulayang yang ada saat ini sekitar 28 hektar. Dari areal tersebut, ia berharap shell pertama dan shell kedua ditutup untuk dijadikan hutan kota. Lahan TPA ini dinilainya memiliki tingkat kesuburan yang baik sehingga cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Hal itu bisa terlihat dari warna daun tanaman yang ditanam dengan banyak kandungan klorofilnya. “Hijaunya tuh bagus dan segar,” imbuhnya.

Edi berharap kegiatan hari ini tidak hanya sekadar menanam pohon, akan tetapi tak kalah pentingnya adalah bagaimana merawat tanaman itu agar tetap tumbuh dengan baik. “Seperti pohon mahoni yang saya tanami di TPA ini, tahun kemarin saya tanam, sekarang tumbuh subur,” tuturnya.

Baca Juga :  Gandeng Klub Pecinta Lingkungan, Gelar Aksi Tanam Pohon

Pohon-pohon terdiri dari berbagai karakter. Ada yang ditanam dan terkena sinar matahari langsung tumbuh dengan subur. Sebaliknya, ada pula pohon yang terkena sinar matahari langsung tidak bisa tumbuh subur sehingga harus ditanami pohon pelindung terlebih dahulu agar pohon tersebut tidak terkena matahari langsung. Edi menyebut pohon-pohon yang berbuah juga akan ditanami di TPA ini seperti durian, manggis dan jenis-jenis pohon  endemik di Kalbar. “Saya minta Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak melakukan perawatan pohon-pohon yang sudah ditanam,” tutupnya.(iza)

Most Read

Tak Patuh Prokes, 25 Warga Terjaring Razia

Disdukcapil Landak Tambah Loket Pelayanan

Siapa Nakhoda PGRI Selanjutnya?

Artikel Terbaru

/