alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Bocah Tewas Usai Sembilan Hari Hilang

PONTIANAK – Feri (10) anak pasangan almarhum Kasim dan Rohmah ditemukan meninggal di hutan Kampung Parit Bakti, Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Sabtu (12/6) sekitar pukul 09.00. Korban diketahui hilang dari rumahnya sejak Jumat 4 Juni lalu.

Tokoh Pemuda Desa Puguk, Hamidun, mengatakan, kronologis hilangnya korban bermula ketika setelah salat Jumat pada 4 Juni. Korban, lanjut Hamidun, usai salat pulang ke rumah mengganti pakaian. Ia kemudian pergi bermain hingga sore. Sempat ada orang yang melihatnya dan ketika diajak pulang korban tidak mau.

Hamidun menuturkan, karena korban tidak kunjung pulang meski sudah larut malam, akhirnya pihak keluarga meminta tolong warga kampung untuk melakukan pencarian. Namun korban tetap tidak ditemukan.

Baca Juga :  Midji Harap Semua Ekspor Impor via Kijing

“Banyak yang terlibat melakukan pencarian, masyarakat desa Puguk, warga desa tetangga,  kepala desa,  Basarnas  dan kepolisian tetapi korban masih tetap tidak ditemukan,” kata Hamidun, ketika dihubungi Pontianak Post.

Hamidun menuturkan, proses pencarian korban berlangsung setiap hari. Pencarian dilakukan di perkebunan sawit dan lokasi korban bermain,  tetapi yang bersangkutan masih tetap tidak ditemukan.

“Penyisiran kebun sawit setiap hari dilakukan, tetapi hasilnya nihil,” sambungnya.

Baru pada Sabtu 12 Juni, Hamidun menambahkan, salah seorang warga bernama Yeski  sekitar pukul 09.00 mencari madu, dengan menelusuri lebah yang terbang sembari mengisap bunga.

Hamidun mengatakan, menurut keterangan Yaski, saat itu dia mengikuti lebah yang sedang menghisap sari bunga. Kemudian terus mengikuti lebah yang terbang mencari bunga hingga dirinya dibawa ke semak-semak hutan kurang lebih 250 meter dari pemukiman warga,” tutur Hamidun.

Baca Juga :  Masalah Hibah Ambulans, CV CKM Terlambat Selesaikan Pekerjaan

Hamidun menerangkan, ketika berada di semak-semak hutan, warga pencari madu itu melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kolam.

“Kolamnya tidak dalam. Mungkin korban kelaparan dan haus, sehingga akhirnya meninggal,” ungkap Hamidun.

Hamidun mengatakan, setelah menemukan korban, Yaski langsung mengabarkan warga dan pihak keluarga mengenai apa yang dilihatnya.

“Korban langsung dievakuasi oleh petugas dan jenazah dibawa ke rumah duka,” pungkas Hamidun.(adg)

PONTIANAK – Feri (10) anak pasangan almarhum Kasim dan Rohmah ditemukan meninggal di hutan Kampung Parit Bakti, Desa Puguk, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Sabtu (12/6) sekitar pukul 09.00. Korban diketahui hilang dari rumahnya sejak Jumat 4 Juni lalu.

Tokoh Pemuda Desa Puguk, Hamidun, mengatakan, kronologis hilangnya korban bermula ketika setelah salat Jumat pada 4 Juni. Korban, lanjut Hamidun, usai salat pulang ke rumah mengganti pakaian. Ia kemudian pergi bermain hingga sore. Sempat ada orang yang melihatnya dan ketika diajak pulang korban tidak mau.

Hamidun menuturkan, karena korban tidak kunjung pulang meski sudah larut malam, akhirnya pihak keluarga meminta tolong warga kampung untuk melakukan pencarian. Namun korban tetap tidak ditemukan.

Baca Juga :  Alunk Hendri, Developer Nyentrik yang Jual 100 Rumah dalam Sebulan

“Banyak yang terlibat melakukan pencarian, masyarakat desa Puguk, warga desa tetangga,  kepala desa,  Basarnas  dan kepolisian tetapi korban masih tetap tidak ditemukan,” kata Hamidun, ketika dihubungi Pontianak Post.

Hamidun menuturkan, proses pencarian korban berlangsung setiap hari. Pencarian dilakukan di perkebunan sawit dan lokasi korban bermain,  tetapi yang bersangkutan masih tetap tidak ditemukan.

“Penyisiran kebun sawit setiap hari dilakukan, tetapi hasilnya nihil,” sambungnya.

Baru pada Sabtu 12 Juni, Hamidun menambahkan, salah seorang warga bernama Yeski  sekitar pukul 09.00 mencari madu, dengan menelusuri lebah yang terbang sembari mengisap bunga.

Hamidun mengatakan, menurut keterangan Yaski, saat itu dia mengikuti lebah yang sedang menghisap sari bunga. Kemudian terus mengikuti lebah yang terbang mencari bunga hingga dirinya dibawa ke semak-semak hutan kurang lebih 250 meter dari pemukiman warga,” tutur Hamidun.

Baca Juga :  Midji Harap Semua Ekspor Impor via Kijing

Hamidun menerangkan, ketika berada di semak-semak hutan, warga pencari madu itu melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kolam.

“Kolamnya tidak dalam. Mungkin korban kelaparan dan haus, sehingga akhirnya meninggal,” ungkap Hamidun.

Hamidun mengatakan, setelah menemukan korban, Yaski langsung mengabarkan warga dan pihak keluarga mengenai apa yang dilihatnya.

“Korban langsung dievakuasi oleh petugas dan jenazah dibawa ke rumah duka,” pungkas Hamidun.(adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/