alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

BPSDM Kalbar Gelar Bimtek SIPD

Tingkatkan Pemahaman ASN Dalam Pengelolaan Anggaran

PONTIANAK- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Tahun 2021, Senin (12/7). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ASN di lingkungan Pemprov Kalbar mengenai pengelolaan perencanaan anggaran daerah yang ada di dalam SIPD.

Kepala BPSDM Kalbar Suprianus Herman menjelaskan, sistem pemerintahan berbasis elektronik saat ini sangat diperlukan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel. Dimana tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional dapat meningkatkan keterpaduan dan efisiensi.

“Salah satunya adalah sistem informasi pada tingkat pemerintahan daerah,” katanya saat membuka kegiatan tersebut, Senin (12/7) siang.

Sebagaimana diketahui pemerintah daerah memang diwajibkan untuk menyediakan Informasi Pemerintahan Daerah yang terdiri atas informasi pembangunan daerah dan informasi keuangan daerah. Kewajiban tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :  Tak Ada Dukungan Dana, Permainan Meriam Karbit Kian Berkurang

Sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Untuk memenuhi kewajiban tersebut, ditetapkanlah aturan pelaksanaan berupa Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Permendagri ini mencabut Permendagri Nomor 98 Tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah yang diundangkan satu tahun sebelumnya,” terangnya.

Penggantian tersebut lanjut dia dikarenakan Permendagri Nomor 98 Tahun 2018 belum mengatur informasi pemerintahan daerah dalam satu sistem yang terhubung. Maka terkait dengan percepatan pelaksanaan SIPD tersebut, pemerintah daerah wajib untuk mengintegrasikan semua sistem terkait dengan informasi pembangunan daerah dan informasi keuangan daerah ke SIPD.

“SIPD merupakan hal yang baru dalam pengelolaan perencanaan anggaran daerah. Walaupun SIPD ini sudah dimulai penggunaannya sejak tahun 2020 yang lalu, tetapi banyak hal-hal yang masih perlu pemahaman yang lebih mendalam terkait sistem ini,” katanya.

Baca Juga :  Bimtek Metode Pembelajaran bagi Widyaiswara Kalbar

Maka dari itu ia sangat menyambut positif dilaksanakannya bimtek SIPD ini. Dengan tujuan sebagai salah satu implementasi untuk mendukung meningkatkan pemahaman ASN di lingkungan Pemprov Kalbar mengenai pengelolaan perencanaan anggaran daerah yang ada di dalam SIPD. “Hal ini tentunya dengan harapan pengelolaan anggaran di Pemprov Kalbar bisa terlaksana lebih baik lagi,” harapnya.

Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti bimtek secara serius, disiplin dan maksimal. Tidak hanya sekadar pemenuhan tuntutan penugasan dari pimpinan tetapi benar-benar belajar secara sungguh-sungguh. “Ingatlah bahwa hasil dari bimtek ini akan sangat bergantung kepada keseriusan peserta dalam menyimak pembelajaran yang dilakukan,” pungkasnya.**

Tingkatkan Pemahaman ASN Dalam Pengelolaan Anggaran

PONTIANAK- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Tahun 2021, Senin (12/7). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ASN di lingkungan Pemprov Kalbar mengenai pengelolaan perencanaan anggaran daerah yang ada di dalam SIPD.

Kepala BPSDM Kalbar Suprianus Herman menjelaskan, sistem pemerintahan berbasis elektronik saat ini sangat diperlukan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel. Dimana tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional dapat meningkatkan keterpaduan dan efisiensi.

“Salah satunya adalah sistem informasi pada tingkat pemerintahan daerah,” katanya saat membuka kegiatan tersebut, Senin (12/7) siang.

Sebagaimana diketahui pemerintah daerah memang diwajibkan untuk menyediakan Informasi Pemerintahan Daerah yang terdiri atas informasi pembangunan daerah dan informasi keuangan daerah. Kewajiban tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :  Pelatihan Jafung Pendidikan bagi Pengawas Sekolah

Sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Untuk memenuhi kewajiban tersebut, ditetapkanlah aturan pelaksanaan berupa Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah. Permendagri ini mencabut Permendagri Nomor 98 Tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah yang diundangkan satu tahun sebelumnya,” terangnya.

Penggantian tersebut lanjut dia dikarenakan Permendagri Nomor 98 Tahun 2018 belum mengatur informasi pemerintahan daerah dalam satu sistem yang terhubung. Maka terkait dengan percepatan pelaksanaan SIPD tersebut, pemerintah daerah wajib untuk mengintegrasikan semua sistem terkait dengan informasi pembangunan daerah dan informasi keuangan daerah ke SIPD.

“SIPD merupakan hal yang baru dalam pengelolaan perencanaan anggaran daerah. Walaupun SIPD ini sudah dimulai penggunaannya sejak tahun 2020 yang lalu, tetapi banyak hal-hal yang masih perlu pemahaman yang lebih mendalam terkait sistem ini,” katanya.

Baca Juga :  Tulang Punggung Penopang Ekonomi Keluarga

Maka dari itu ia sangat menyambut positif dilaksanakannya bimtek SIPD ini. Dengan tujuan sebagai salah satu implementasi untuk mendukung meningkatkan pemahaman ASN di lingkungan Pemprov Kalbar mengenai pengelolaan perencanaan anggaran daerah yang ada di dalam SIPD. “Hal ini tentunya dengan harapan pengelolaan anggaran di Pemprov Kalbar bisa terlaksana lebih baik lagi,” harapnya.

Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti bimtek secara serius, disiplin dan maksimal. Tidak hanya sekadar pemenuhan tuntutan penugasan dari pimpinan tetapi benar-benar belajar secara sungguh-sungguh. “Ingatlah bahwa hasil dari bimtek ini akan sangat bergantung kepada keseriusan peserta dalam menyimak pembelajaran yang dilakukan,” pungkasnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/