alexametrics
25.6 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Hari Pertama PPKM Darurat Sejumlah Warkop Pilih Tutup

PONTIANAK – Sejumlah warung kopi terlihat tutup saat hari pertama dilakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pontianak. Antony Halim, misalnya. Pemilik Warung Kopi Asenk di Jalan Jenderal Urip ini memutuskan menutup sementara tempat usahanya hingga berakhirnya PPKM di Kota Pontianak.

Seperti diketahui PPKM darurat di Kota Pontianak mulai berlaku tanggal 12 hingga 20 Juli 2021. Adapun sektor usaha yang masih bisa beroperasi dengan sejumlah syarat, tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 800/24/SETDA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada kondisi darurat di Kota Pontianak.

Ia mengatakan ini tahun kedua pandemi Covid-19 masih melanda di Kota Pontianak. Situasi ini sulit bagi untuk melakukan pemulihan keuangan usahanya.

Meski ada opsi lain agar usaha tetap berjalan dengan cara take away. Namun cara itu dinilai tidak menutup operasional usaha. “Tahun lalu coba take away ternyata tidak menutup sama sekali. Tahun ini jika keuangan tidak kuat bisa-bisa bangkrut,” kata Antony.

“Khawatirnya surat sampai tanggal 20 Juli, kemudian diperpanjang sekitar tiga bulan sebelumnya,” tambah Antony.

Begitu juga yang diungkapkan Andrian, pemilik Pondok Kopi Alianyang. Ia memutuskan menutup sementara tempat usahanya hingga batas waktu yang ditentukan Pemerintah Kota Pontianak. “Sampai tanggal 20 Juli,” kata Andrian.

Baca Juga :  Jumlah Vaksinasi di Kubu Raya Rendah, Anggota Dewan Jemput Bola

Ia mengatakan situasi pandemi seperti sekarang membuat omzet usaha warkop anjlok hingga 70 persen. Pendapatan lebih banyak diperoleh saat dibuka malam hari, dibandingkan pagi pagi. “Berharap shift malam bisa menutup omzet pagi, tapi disituasi sekarang tidak bisa lagi buka sampai malam,” jelasnya.

Sementara jika menerapkan strategi take away juga tak menutupi operasional usaha. Pendapatannya hanya sekitar lima hingga sepuluh persen dari omzet normal. “Hitungannya untuk menggaji karyawan saja tidak cukup,” ujar dia.

Ia berharap usaha warung kopi bisa kembali berjalan seperti bisa ketika berakhirnya masa PPKM Darurat di Kota Pontianak. “Kami masih berharap tanggal 21 Juli nanti sudah bisa buka. Paling tidak bisa menggaji karyawan,” harap Adrian.

Hal sama juga diungkapkan Henry Yulianto, pemilik Warung Kopi Stadium di Siantan, Kecamatan Pontianak Utara. Ia juga memutuskan menutup tempat usahanya sementara waktu hingga batas waktu berakhirnya PPKM Darurat, 20 Juli 2021.

Dirinya tak menerapkan layanan pesan antar. Selain karena pendapatan dari berjualan seperti itu tidak menutupi operasional, juga karena banyak ruas jalan yang disekat sehingga merumitkan pengantaran. “Sementara tutup dulu,” ujarnya.

Henry menambahkan usaha warung kopi merasakan dampak besar dari Pandemi Covid-19. Apalagi saat ini pemilik memilih menutup tempat usahanya saat PPKM Darura. Berbeda dengan PPKM sebelumnya, usaha warung kopi miliknya masih tetap buka.

Baca Juga :  Landak Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka Pada 2021

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Nomor: 800/24/SETDA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada kondisi darurat di Kota Pontianak masuk dalam sektor lainnya.

Dalam edaran itu disebutkan aktivitas makan/minum, salah satunya di warung kopi, hanya menerima delivery/take away, tidak menerima makan di tempat (dine-in), dan tidak menyediakan/menggelar meja dan kursi ditempat usahanya.

Di lain tempat penyekatan beberapa ruas jalan saat hari pertama PPKM Darurat sudah berjalan sejak Senin (12/7) pagi. Sebagai contoh penyekatan di Jalan Ampera dan Jalan Dr. Wahidin S . Bagi pengendara dari Jalamn Husein Hamzah tidak bisa masuk kedua ruas jalan ini. Terlihat beberapa anggota polisi dan TNI berjaga-jaga. Namun kendaraan diperbolehkan keluar dari dua jalan ini masuk ke Jalan Husein Hamzah.

Begitu juga Jalan HM Suwignyo, Jalan Gusti Hamzah, Jalan Bukit Barisan dan Jalan Khw Hasyim ditutup untuk kendaraan bermotor yang datang dari Jalan H. Rais A Rachman.

Tak hanya yang masuk tapi juga untuk pengendara yang keluar dari empat jalan tersebut. Sementara untuk Jalan Merdeka masih tidak ada penyekatan hingga siang kemarin. (mse)

PONTIANAK – Sejumlah warung kopi terlihat tutup saat hari pertama dilakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pontianak. Antony Halim, misalnya. Pemilik Warung Kopi Asenk di Jalan Jenderal Urip ini memutuskan menutup sementara tempat usahanya hingga berakhirnya PPKM di Kota Pontianak.

Seperti diketahui PPKM darurat di Kota Pontianak mulai berlaku tanggal 12 hingga 20 Juli 2021. Adapun sektor usaha yang masih bisa beroperasi dengan sejumlah syarat, tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 800/24/SETDA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada kondisi darurat di Kota Pontianak.

Ia mengatakan ini tahun kedua pandemi Covid-19 masih melanda di Kota Pontianak. Situasi ini sulit bagi untuk melakukan pemulihan keuangan usahanya.

Meski ada opsi lain agar usaha tetap berjalan dengan cara take away. Namun cara itu dinilai tidak menutup operasional usaha. “Tahun lalu coba take away ternyata tidak menutup sama sekali. Tahun ini jika keuangan tidak kuat bisa-bisa bangkrut,” kata Antony.

“Khawatirnya surat sampai tanggal 20 Juli, kemudian diperpanjang sekitar tiga bulan sebelumnya,” tambah Antony.

Begitu juga yang diungkapkan Andrian, pemilik Pondok Kopi Alianyang. Ia memutuskan menutup sementara tempat usahanya hingga batas waktu yang ditentukan Pemerintah Kota Pontianak. “Sampai tanggal 20 Juli,” kata Andrian.

Baca Juga :  Temui Ombudsman 

Ia mengatakan situasi pandemi seperti sekarang membuat omzet usaha warkop anjlok hingga 70 persen. Pendapatan lebih banyak diperoleh saat dibuka malam hari, dibandingkan pagi pagi. “Berharap shift malam bisa menutup omzet pagi, tapi disituasi sekarang tidak bisa lagi buka sampai malam,” jelasnya.

Sementara jika menerapkan strategi take away juga tak menutupi operasional usaha. Pendapatannya hanya sekitar lima hingga sepuluh persen dari omzet normal. “Hitungannya untuk menggaji karyawan saja tidak cukup,” ujar dia.

Ia berharap usaha warung kopi bisa kembali berjalan seperti bisa ketika berakhirnya masa PPKM Darurat di Kota Pontianak. “Kami masih berharap tanggal 21 Juli nanti sudah bisa buka. Paling tidak bisa menggaji karyawan,” harap Adrian.

Hal sama juga diungkapkan Henry Yulianto, pemilik Warung Kopi Stadium di Siantan, Kecamatan Pontianak Utara. Ia juga memutuskan menutup tempat usahanya sementara waktu hingga batas waktu berakhirnya PPKM Darurat, 20 Juli 2021.

Dirinya tak menerapkan layanan pesan antar. Selain karena pendapatan dari berjualan seperti itu tidak menutupi operasional, juga karena banyak ruas jalan yang disekat sehingga merumitkan pengantaran. “Sementara tutup dulu,” ujarnya.

Henry menambahkan usaha warung kopi merasakan dampak besar dari Pandemi Covid-19. Apalagi saat ini pemilik memilih menutup tempat usahanya saat PPKM Darura. Berbeda dengan PPKM sebelumnya, usaha warung kopi miliknya masih tetap buka.

Baca Juga :  Satu Balita Negatif Covid-19, Dua Pasien Positif Terkendala Hasil Lab

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Nomor: 800/24/SETDA/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat pada kondisi darurat di Kota Pontianak masuk dalam sektor lainnya.

Dalam edaran itu disebutkan aktivitas makan/minum, salah satunya di warung kopi, hanya menerima delivery/take away, tidak menerima makan di tempat (dine-in), dan tidak menyediakan/menggelar meja dan kursi ditempat usahanya.

Di lain tempat penyekatan beberapa ruas jalan saat hari pertama PPKM Darurat sudah berjalan sejak Senin (12/7) pagi. Sebagai contoh penyekatan di Jalan Ampera dan Jalan Dr. Wahidin S . Bagi pengendara dari Jalamn Husein Hamzah tidak bisa masuk kedua ruas jalan ini. Terlihat beberapa anggota polisi dan TNI berjaga-jaga. Namun kendaraan diperbolehkan keluar dari dua jalan ini masuk ke Jalan Husein Hamzah.

Begitu juga Jalan HM Suwignyo, Jalan Gusti Hamzah, Jalan Bukit Barisan dan Jalan Khw Hasyim ditutup untuk kendaraan bermotor yang datang dari Jalan H. Rais A Rachman.

Tak hanya yang masuk tapi juga untuk pengendara yang keluar dari empat jalan tersebut. Sementara untuk Jalan Merdeka masih tidak ada penyekatan hingga siang kemarin. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/