alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Minta Prioritaskan Oksigen Untuk RS

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta perusahaan distributor oksigenagar memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan Rumah Sakit (RS) yang ada. Jika ada yang melanggar pihak distributor tersebut terancam diputus kontrak dan dilaporkan ke pihak berwajib.

“RS gampang kalau pemasok dia tidak bisa menyediakan pasokan selama PPKM darurat seperti ini bahkan kita tahu data bahwa dia ada stok tidak untuk RS, tapi dijual ke industri karena beda harga. Harusnya putus saja, kalau perlu dia dilaporkan,” ungkap Sutarmidji usai mengahadiri Rapat Koordinasi PPKM darurat di Makodam XII/Tanjungpura,Senin(12/7).

Midji sapaan karibnya memastikan pemerintah daerah akan mengawasi serta berupaya semaksimal mungkinagar pasokan oksigen ke RS tidak putus. Kemarin ia mengatakan sudah ada penambahan oksigen satu tanktainer atau ISO tank untuk kebutuhan di Kalbar.Dengan pasokan tersebut mampu menghasilkan 2.200 tabung per enam meter kubik.

“Nah kalau 2.200 tabung ini saya bilang dropuntuk RS semua. Kalau (distributor minta) harus bayar dalam waktu dekat jangan lama ya bayar sudah,” tegasnya.

Baca Juga :  Midji : Saya Tak Akan Mau Jadi Menteri

Kebutuhan oksigen di RS menurutnya memang cukup tinggi. Salah satu yang tertinggi adalah di RSUD Soedarso. Midji menyebut di RS milik Pemprov Kalbar tersebut saat ini butuh antara 300 sampai 400 tabung per hari.

“Coba bayangkan itu yang paling besar Soedarso. Kalau RS lain mungkin rata-rata 200 tabung. Kamiakan awasi betul distribusi oksigen di Kalbar ini, jangan main-main,” katanya.

Sementara mengenai PPKM darurat yang dimulai kemarin, Midji menilai para petugas di lapangan sudah cukup mengerti apa saja yang masuk di sektor esensial, nonesensial dan kritikal. “Kadang yang kurang paham itu kan masyarakat. Sepanjang dijelaskan dengan humanis saya rasa tidak ada masalah,” ucapnya.

Ia juga yakin jika PPKM darurat di Kota Pontianak dan Singkawang ditangani dengan baik maka semua bisa berjalan. Dan diharapkan kasus penularan Covid-19 di provinsi ini bisa menurun. “Saya rasa Pontianak dan Singkawang ini kalau ditangani serius, bersinergi semua dan memahami semua langkah-langkah yang harus dilakukan tidak masalah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dalam Sepekan 76 Ribu Warga Terima Vaksin

Di tempat yang sama, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengungkapkan pihaknya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PPKM Darurat di wilayah Provinsi Kalbar terutama Kota Pontianak dan Kota Singkawang bersama para pemangku kepentingan di Kalbar.

“Kegiatan hari ini, kamimelaksanakan Rakor tentang PPKM Darurat wilayah Kodam XII/ Tanjungpura meliputi wilayah Kalbar dan Kalteng. Kamijuga mengerahkan800 personeldalam rangka penebalan mendukung dari pelaksaan PPKM Mikro dan PPKM Darurat yang sedang dilaksanakan,” ujarnya.

Khusus di Kalbar, pihaknya juga telah memperkuat Kodim1207/BS yang meliputi wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan untuk Kalteng diKodim Palangkaraya, Kodim Lamandaudan Kodim Sukamara. “Dalam rangka penebalan personelhari ini(kemarin)sudah disampaikan semuanya. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik sehingga sampai tanggal 20 Juli bisa dikendalikan dankamiharapkan bisa kembali ke PPKM mikro biasa lagi,”tutupnya.(bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta perusahaan distributor oksigenagar memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan Rumah Sakit (RS) yang ada. Jika ada yang melanggar pihak distributor tersebut terancam diputus kontrak dan dilaporkan ke pihak berwajib.

“RS gampang kalau pemasok dia tidak bisa menyediakan pasokan selama PPKM darurat seperti ini bahkan kita tahu data bahwa dia ada stok tidak untuk RS, tapi dijual ke industri karena beda harga. Harusnya putus saja, kalau perlu dia dilaporkan,” ungkap Sutarmidji usai mengahadiri Rapat Koordinasi PPKM darurat di Makodam XII/Tanjungpura,Senin(12/7).

Midji sapaan karibnya memastikan pemerintah daerah akan mengawasi serta berupaya semaksimal mungkinagar pasokan oksigen ke RS tidak putus. Kemarin ia mengatakan sudah ada penambahan oksigen satu tanktainer atau ISO tank untuk kebutuhan di Kalbar.Dengan pasokan tersebut mampu menghasilkan 2.200 tabung per enam meter kubik.

“Nah kalau 2.200 tabung ini saya bilang dropuntuk RS semua. Kalau (distributor minta) harus bayar dalam waktu dekat jangan lama ya bayar sudah,” tegasnya.

Baca Juga :  Bayar Zakat Bisa Secara Online 

Kebutuhan oksigen di RS menurutnya memang cukup tinggi. Salah satu yang tertinggi adalah di RSUD Soedarso. Midji menyebut di RS milik Pemprov Kalbar tersebut saat ini butuh antara 300 sampai 400 tabung per hari.

“Coba bayangkan itu yang paling besar Soedarso. Kalau RS lain mungkin rata-rata 200 tabung. Kamiakan awasi betul distribusi oksigen di Kalbar ini, jangan main-main,” katanya.

Sementara mengenai PPKM darurat yang dimulai kemarin, Midji menilai para petugas di lapangan sudah cukup mengerti apa saja yang masuk di sektor esensial, nonesensial dan kritikal. “Kadang yang kurang paham itu kan masyarakat. Sepanjang dijelaskan dengan humanis saya rasa tidak ada masalah,” ucapnya.

Ia juga yakin jika PPKM darurat di Kota Pontianak dan Singkawang ditangani dengan baik maka semua bisa berjalan. Dan diharapkan kasus penularan Covid-19 di provinsi ini bisa menurun. “Saya rasa Pontianak dan Singkawang ini kalau ditangani serius, bersinergi semua dan memahami semua langkah-langkah yang harus dilakukan tidak masalah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jaksa Masuk Kampus, Sosialisasi Hukum dan Cegah Paham Radikal

Di tempat yang sama, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengungkapkan pihaknya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) PPKM Darurat di wilayah Provinsi Kalbar terutama Kota Pontianak dan Kota Singkawang bersama para pemangku kepentingan di Kalbar.

“Kegiatan hari ini, kamimelaksanakan Rakor tentang PPKM Darurat wilayah Kodam XII/ Tanjungpura meliputi wilayah Kalbar dan Kalteng. Kamijuga mengerahkan800 personeldalam rangka penebalan mendukung dari pelaksaan PPKM Mikro dan PPKM Darurat yang sedang dilaksanakan,” ujarnya.

Khusus di Kalbar, pihaknya juga telah memperkuat Kodim1207/BS yang meliputi wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan untuk Kalteng diKodim Palangkaraya, Kodim Lamandaudan Kodim Sukamara. “Dalam rangka penebalan personelhari ini(kemarin)sudah disampaikan semuanya. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik sehingga sampai tanggal 20 Juli bisa dikendalikan dankamiharapkan bisa kembali ke PPKM mikro biasa lagi,”tutupnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/