alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

200 Karung Beras Didistribusikan ke Warga

PONTIANAK – Gerakan Donasi Sembako mulai menyalurkan bantuan beras dari para donatur untuk masyarakat terdampak Covid-19. Kegiatan penyaluran perdana dilakukan bagi masyarakat Pontianak Tenggara, yang berpusat di Kantor Camat, Jalan Parit H. Husin II, komplek Puri Akcaya III, Kamis (12/8).

“Pada hari ini (kemarin,red) kami menyalurkan 200 karung beras kepada masyarakat di Kecamatan Pontianak Tenggara,” ucap Ketua Panitia Gerakan Donasi Sembako, Sugioto (Rico).

Dirinya mengapresiasi bantuan pihak kecamatan dalam merealisasikan program yang digelar untuk meringankan beban masyarakat itu. Para penerima yang hadir di Aula Kecamatan Pontianak Tenggara menurutnya sangat antusias. Namun begitu, protokol kesehatan tetap dijaga dengan tidak berkerumun.

Rico mengatakan semenjak gerakan ini dimulai pada awal Agustus 2021, hingga saat ini sudah terkumpul sekitar 3.500 karung beras. Bantuan beras ini pun nantinya tidak akan hanya menyasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga warga yang sedang melakukan isolasi mandiri dan membutuhkan pasokan beras.

Baca Juga :  Mungkinkah, APBD Kalbar Senilai Rp10 Triliun

“Kami akan gelar lagi pembagian beras di kecamatan lain. Untuk pekan ini kami targetkan dua kecamatan,” ucapnya.

Pihaknya hingga kini masih membuka donasi bagi siapa saja yang ingin membantu. Donasi boleh dalam bentuk beras maupun uang. Apabila dalam bentuk uang, maka akan dibelikan beras.

Camat Pontianak Tenggara, Rendrayani mengapresiasi Gerakan Donasi Sembako yang didukung oleh Pontianak Post, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalbar, dan Vois Fire Fighter itu. Bantuan tersebut ditujukan kepada warga kurang mampu yang tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

“Jadi sasarannya adalah warga kurang mampu yang namun tidak mendapatkan program pemerintah seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan Bantuan Sosial Tunai. Mereka ini yang tidak masuk DTKS,” ucapnya.

Baca Juga :  Relokasi Kios Ngurah Rai, Pedagang Menolak

Selain warga kurang mampu, bantuan beras juga ditujukan kepada warga yang sedang melalukan isolasi mandiri di rumah dan membutuhkan pasokan beras. Dikatakannya, ada 12 keluarga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Pihak kecamatan akan mengantarkan langsung ke rumah warga yang sedang isolasi tersebut.

Pembagian beras yang digelar tersebut dipantaunya berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan. Pembagian beras pun dijadwal per kelurahan agar tidak terjadi penumpukan pada waktu yang bersamaan. (sti)

PONTIANAK – Gerakan Donasi Sembako mulai menyalurkan bantuan beras dari para donatur untuk masyarakat terdampak Covid-19. Kegiatan penyaluran perdana dilakukan bagi masyarakat Pontianak Tenggara, yang berpusat di Kantor Camat, Jalan Parit H. Husin II, komplek Puri Akcaya III, Kamis (12/8).

“Pada hari ini (kemarin,red) kami menyalurkan 200 karung beras kepada masyarakat di Kecamatan Pontianak Tenggara,” ucap Ketua Panitia Gerakan Donasi Sembako, Sugioto (Rico).

Dirinya mengapresiasi bantuan pihak kecamatan dalam merealisasikan program yang digelar untuk meringankan beban masyarakat itu. Para penerima yang hadir di Aula Kecamatan Pontianak Tenggara menurutnya sangat antusias. Namun begitu, protokol kesehatan tetap dijaga dengan tidak berkerumun.

Rico mengatakan semenjak gerakan ini dimulai pada awal Agustus 2021, hingga saat ini sudah terkumpul sekitar 3.500 karung beras. Bantuan beras ini pun nantinya tidak akan hanya menyasar masyarakat kurang mampu, tetapi juga warga yang sedang melakukan isolasi mandiri dan membutuhkan pasokan beras.

Baca Juga :  Dosen Untan dan UMP Lolos Seleksi Calon Hakim Agung

“Kami akan gelar lagi pembagian beras di kecamatan lain. Untuk pekan ini kami targetkan dua kecamatan,” ucapnya.

Pihaknya hingga kini masih membuka donasi bagi siapa saja yang ingin membantu. Donasi boleh dalam bentuk beras maupun uang. Apabila dalam bentuk uang, maka akan dibelikan beras.

Camat Pontianak Tenggara, Rendrayani mengapresiasi Gerakan Donasi Sembako yang didukung oleh Pontianak Post, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalbar, dan Vois Fire Fighter itu. Bantuan tersebut ditujukan kepada warga kurang mampu yang tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

“Jadi sasarannya adalah warga kurang mampu yang namun tidak mendapatkan program pemerintah seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan Bantuan Sosial Tunai. Mereka ini yang tidak masuk DTKS,” ucapnya.

Baca Juga :  Nak Ngopi? Bungkus Jak!

Selain warga kurang mampu, bantuan beras juga ditujukan kepada warga yang sedang melalukan isolasi mandiri di rumah dan membutuhkan pasokan beras. Dikatakannya, ada 12 keluarga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Pihak kecamatan akan mengantarkan langsung ke rumah warga yang sedang isolasi tersebut.

Pembagian beras yang digelar tersebut dipantaunya berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan. Pembagian beras pun dijadwal per kelurahan agar tidak terjadi penumpukan pada waktu yang bersamaan. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/