alexametrics
24 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Warga Pontianak Tanam Anggur di Pekarangan Rumah, Kini Panen dan Berbuah Manis Setelah Setahun Menunggu

PONTIANAK – Anggur kini bisa dibudidayakan di Pontianak. Bahkan di pekarangan rumah. Hal ini dibuktikan Anton Kamaruddin, Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat.

Ia memanfaatkan pekarangan rumahnya, Komplek Villa Citra Andalas, Jalan HM Suwignyo, untuk dijadikan kebun anggur. Jika umumnya rasa anggur asam, beda halnya dengan anggur yang dibudidayakan Anton. Rasanya manis dan sebagian besar buahnya berwarna hijau.

Budidaya anggur ini sudah dilakukan Anton sejak 1 Mei 2020. Di awal-awal masa pandemi Covid-19. Ketika itu aktivitas pekerja dibatasi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Suasananya di rumah saja, jadi saya berpikir bagaimana bisa keluar dari masalah ini. Kemudian timbul lah ide untuk membudidayakan anggur,” kata Anton.

Baca Juga :  Hotel Santika Resmi Ditutup

Satu tahun kemudian, kerja kerasnya berbuah manis. Semanis rasa anggur yang dibudidayakannya. Anggur yang ditanamnya tumbuh subur dan berbuah lebat. Anton melakukan teknik tanam sambung antara buah impor dan koleksi buah lokal milik teman-temannya.

“Hasilnya luar biasa. Buahnya banyak dan rasanya manis,” ujar Anton.

Anton mengatakan awal ada 41 jenis buah anggur yang dikoleksinya. Ia kemudian mengelompokkan lagi dengan beberapa varietas yang cocok di Kalbar yang curah hujannya tinggi.

Keberhasilan Anton menjadi bukti bahwa anggur bisa ditanam di Pontianak. Selama ini masyarakat beranggapan anggur hanya cocok di tanam di negara empat musim. “Padahal disana musim panas berbuah,” kata Anton.

Bahkan ketika ia menawarkan program budidaya ini ke Bank Indonesia juga mendapat respon yang sama. Pihak bank tidak yakin jika anggur bisa dibudidayakan di Pontianak, kota dengan cuaca yang panas.

Baca Juga :  PLN Sambut Positif Kerja Sama Dukung Ekosistem Kendaraaan Listrik

Anton tak putus asa. Ia meyakinkan dengan membawa bibit kecil anggur namun sudah berbuah lebat. “Awalnya menolak. Begitu melihat bibit yang saya bawakan, mereka kaget lihat bibitnya kecil tapi sudah berbuah,” cerita Anton.

Kini Anton dan Bank Indonesia melakukan kerjasama program pengembangan budidaya anggur untuk penguatan ekonomi di pesantren. “Lokasi programnya di Sungai Belida,” tambah Anton.

Keberhasil budidaya anggur itu juga mengantarkan Anton mewakili Kalbar ajang anugerah ASN 2021 dengan kategori ASN Inspiratif. “Mudah-mudahan virus anggur, menyebar ke ASN dan masyarakat. Minimal bisa menghadirkan buah sehat dan bisa stop impor anggur,” kata dia. (mse)

PONTIANAK – Anggur kini bisa dibudidayakan di Pontianak. Bahkan di pekarangan rumah. Hal ini dibuktikan Anton Kamaruddin, Kepala UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat.

Ia memanfaatkan pekarangan rumahnya, Komplek Villa Citra Andalas, Jalan HM Suwignyo, untuk dijadikan kebun anggur. Jika umumnya rasa anggur asam, beda halnya dengan anggur yang dibudidayakan Anton. Rasanya manis dan sebagian besar buahnya berwarna hijau.

Budidaya anggur ini sudah dilakukan Anton sejak 1 Mei 2020. Di awal-awal masa pandemi Covid-19. Ketika itu aktivitas pekerja dibatasi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Suasananya di rumah saja, jadi saya berpikir bagaimana bisa keluar dari masalah ini. Kemudian timbul lah ide untuk membudidayakan anggur,” kata Anton.

Baca Juga :  Gagal Upload, Dokumen Lelang Proyek Rp55,2 Miliar

Satu tahun kemudian, kerja kerasnya berbuah manis. Semanis rasa anggur yang dibudidayakannya. Anggur yang ditanamnya tumbuh subur dan berbuah lebat. Anton melakukan teknik tanam sambung antara buah impor dan koleksi buah lokal milik teman-temannya.

“Hasilnya luar biasa. Buahnya banyak dan rasanya manis,” ujar Anton.

Anton mengatakan awal ada 41 jenis buah anggur yang dikoleksinya. Ia kemudian mengelompokkan lagi dengan beberapa varietas yang cocok di Kalbar yang curah hujannya tinggi.

Keberhasilan Anton menjadi bukti bahwa anggur bisa ditanam di Pontianak. Selama ini masyarakat beranggapan anggur hanya cocok di tanam di negara empat musim. “Padahal disana musim panas berbuah,” kata Anton.

Bahkan ketika ia menawarkan program budidaya ini ke Bank Indonesia juga mendapat respon yang sama. Pihak bank tidak yakin jika anggur bisa dibudidayakan di Pontianak, kota dengan cuaca yang panas.

Baca Juga :  Pemkot Komitmen Pemenuhan Hak Anak

Anton tak putus asa. Ia meyakinkan dengan membawa bibit kecil anggur namun sudah berbuah lebat. “Awalnya menolak. Begitu melihat bibit yang saya bawakan, mereka kaget lihat bibitnya kecil tapi sudah berbuah,” cerita Anton.

Kini Anton dan Bank Indonesia melakukan kerjasama program pengembangan budidaya anggur untuk penguatan ekonomi di pesantren. “Lokasi programnya di Sungai Belida,” tambah Anton.

Keberhasil budidaya anggur itu juga mengantarkan Anton mewakili Kalbar ajang anugerah ASN 2021 dengan kategori ASN Inspiratif. “Mudah-mudahan virus anggur, menyebar ke ASN dan masyarakat. Minimal bisa menghadirkan buah sehat dan bisa stop impor anggur,” kata dia. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/