alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Kejati Kalbar Berhasil Selamatkan Keuangan Negara dari Kasus Korupsi Dana Hibah Pembangunan Gereja di  Sintang

PONTIANAK- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berhasil menyelamatkan keuangan negara dari kasus korupsi dana hibah pembangunan gereja di  Sintang. Berdasarkan hasil penghitungan Kerugian Negara Perwakilan BPKP Kalbar sebesar Rp 241.681 750

Kajati Kalbar Masyhudi mengatakan penyidik Kejati Kalbar berhasil menyita dan menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 189. 800.00 dari total kerugian negara.

“Berasal dari tersangka TM  Rp 19.800.000, Tersangka TI Rp.100 juta , dari pengurus gereja Rp 70 juta,” katanya.

Dalam perkara ini, telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 27 saksi. Ada  empat orang  yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Masing-masing berinisial TI, anggota DPRD Kalimantan Barat, TM, anggota DPRD Kabupaten Sintang, JM, seorang pengurus Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eben Haezer Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Sintang  atau selaku pemohon hibah, dan SM, seorang ASN pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Kontribusi Kajati Kalbar dalam Optimalisasi BPJS Ketenagakerjaan

Keterlibatan ke empat tersangka tersebut berawal dari penyaluran hibah Pemkab Sintang yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2018, sebesar Rp299 juta sebagai Dana Hibah Daerah untuk pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eben Heazer di Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. (mrd)

PONTIANAK- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berhasil menyelamatkan keuangan negara dari kasus korupsi dana hibah pembangunan gereja di  Sintang. Berdasarkan hasil penghitungan Kerugian Negara Perwakilan BPKP Kalbar sebesar Rp 241.681 750

Kajati Kalbar Masyhudi mengatakan penyidik Kejati Kalbar berhasil menyita dan menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 189. 800.00 dari total kerugian negara.

“Berasal dari tersangka TM  Rp 19.800.000, Tersangka TI Rp.100 juta , dari pengurus gereja Rp 70 juta,” katanya.

Dalam perkara ini, telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 27 saksi. Ada  empat orang  yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Masing-masing berinisial TI, anggota DPRD Kalimantan Barat, TM, anggota DPRD Kabupaten Sintang, JM, seorang pengurus Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eben Haezer Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Sintang  atau selaku pemohon hibah, dan SM, seorang ASN pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang.

Baca Juga :  Kemenag Kalbar Cabut Izin Tiga Biro Perjalanan Umrah

Keterlibatan ke empat tersangka tersebut berawal dari penyaluran hibah Pemkab Sintang yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2018, sebesar Rp299 juta sebagai Dana Hibah Daerah untuk pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eben Heazer di Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/