alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Kebebasan Beragama lewat Video Kreatif Berhadiah Jutaan Rupiah

PONTIANAK – Kerukunan umat beragama menjadi perhatian semua pihak. Salah satunya Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA). Konsorsium yang beranggotakan berbagai organisasi berbasis iman, antaragama maupun organisasi lainnya yang bersama-sama ingin mendorong terwujudnya kebebasan beragama atau berkeyakinan.

“JISRA Muhammadiyah tergabung di dalam konsorsium Faith to Action Network (F2A), serta bermitra dengan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) dan Fatayat Nahdlatul Ulama-Jawa Barat untuk melaksanakan program Membangun Komunitas Tangguh dan Inklusif ini,” ujar Program Manager Regional Kalbar sekaligus Ketua PW Nasyitul Aisyiyah Kalbar, Octavia Shinta Aryani,M.Pd.

Perempuan yang akrab disapa Shinta ini menuturkan di dalam program JISRA, Muhammadiyah akan mengerjakan kegiatan bersama komunitas lintas iman selama lima tahun melalui isu lingkungan (Eco-Bhinneka) di empat wilayah, yakni Pontianak (Kalimantan Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Ternate (Maluku Utara).

Baca Juga :  Menilik Program Kerukunan Kalbar,Pemeliharaan Lingkungan hingga Budidaya Ikan

Shinta menjelaskan JISRA berupaya membangun kesadaran bersama yang lebih baik terhadap perbedaan pandangan dalam beragama dan berkeyakinan, dan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi masalah sosial dan pemikiran yang kritis, serta mendukung isu-isu hak asasi manusia, menginisiasi kerukunan, dan menantang stereotip yang negatif di antara pemuda lintas agama, pemimpin agama, dan wanita. Sehingga perlu diadakan community campaign dan perancangan produk komunikasi yang baik dan tepat sasaran.

“Salah satunya, JISRA – Muhammadiyah RO Pontianak akan mengadakan Lomba Video Kreatif dan e-Brosur ECO Bhinneka,” ungkapnya.

Lomba bertema Eco Bhinneka ini memperebutkan uang Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3,5 juta untuk juara kedua, Rp3 juta untuk juara ketiga, serta Rp1,5 juta untuk juara favorit. Peserta perorangan atau kelompok bisa mengikuti lomba ini secara gratis. Tanpa biaya pendaftaran. Ada empat subtema yang bisa dipilih.

Baca Juga :  Milad Muhammadiyah ke-109 Tahun, Airlangga Ajak Optimis Hadapi Pandemi Covid-19

Pertama, keharmonisan kehidupan alam dan kebhinnekaan di daerah aliran sungai Kalbar. Kedua, keharmonisan kehidupan alam dan kebhinnekaan di daerah gambut Kalbar. Ketiga, keharmonisan kehidupan alam dan kebhinnekaan masyarakat urban di Kalbar.

Video pendek berdurasi dua hingga tujuh menit ini dibuat berbahasa Indonesia. Jika menggunakan bahasa daerah atau asing, bisa menggunakan subtitel Bahasa Indonesia.

Karya harus orisinil dan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan perundang-undangan di Indonesia. Karya juga tak mengandung unsur sara, serta tak bertentangan dengan kesusilaan, moral, dan pornografi. Selain itu juga tak mengandung produk komersil.

“Karya video diunggah ke YouTube periode 1 Februari 2021 hingga 1 Maret 2021,” pungkas Shinta. (uni)

PONTIANAK – Kerukunan umat beragama menjadi perhatian semua pihak. Salah satunya Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA). Konsorsium yang beranggotakan berbagai organisasi berbasis iman, antaragama maupun organisasi lainnya yang bersama-sama ingin mendorong terwujudnya kebebasan beragama atau berkeyakinan.

“JISRA Muhammadiyah tergabung di dalam konsorsium Faith to Action Network (F2A), serta bermitra dengan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) dan Fatayat Nahdlatul Ulama-Jawa Barat untuk melaksanakan program Membangun Komunitas Tangguh dan Inklusif ini,” ujar Program Manager Regional Kalbar sekaligus Ketua PW Nasyitul Aisyiyah Kalbar, Octavia Shinta Aryani,M.Pd.

Perempuan yang akrab disapa Shinta ini menuturkan di dalam program JISRA, Muhammadiyah akan mengerjakan kegiatan bersama komunitas lintas iman selama lima tahun melalui isu lingkungan (Eco-Bhinneka) di empat wilayah, yakni Pontianak (Kalimantan Barat), Surakarta (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Ternate (Maluku Utara).

Baca Juga :  Jejak Kepahlawanan Muhammadiyah

Shinta menjelaskan JISRA berupaya membangun kesadaran bersama yang lebih baik terhadap perbedaan pandangan dalam beragama dan berkeyakinan, dan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi masalah sosial dan pemikiran yang kritis, serta mendukung isu-isu hak asasi manusia, menginisiasi kerukunan, dan menantang stereotip yang negatif di antara pemuda lintas agama, pemimpin agama, dan wanita. Sehingga perlu diadakan community campaign dan perancangan produk komunikasi yang baik dan tepat sasaran.

“Salah satunya, JISRA – Muhammadiyah RO Pontianak akan mengadakan Lomba Video Kreatif dan e-Brosur ECO Bhinneka,” ungkapnya.

Lomba bertema Eco Bhinneka ini memperebutkan uang Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3,5 juta untuk juara kedua, Rp3 juta untuk juara ketiga, serta Rp1,5 juta untuk juara favorit. Peserta perorangan atau kelompok bisa mengikuti lomba ini secara gratis. Tanpa biaya pendaftaran. Ada empat subtema yang bisa dipilih.

Baca Juga :  Milad Muhammadiyah ke-109 Tahun, Airlangga Ajak Optimis Hadapi Pandemi Covid-19

Pertama, keharmonisan kehidupan alam dan kebhinnekaan di daerah aliran sungai Kalbar. Kedua, keharmonisan kehidupan alam dan kebhinnekaan di daerah gambut Kalbar. Ketiga, keharmonisan kehidupan alam dan kebhinnekaan masyarakat urban di Kalbar.

Video pendek berdurasi dua hingga tujuh menit ini dibuat berbahasa Indonesia. Jika menggunakan bahasa daerah atau asing, bisa menggunakan subtitel Bahasa Indonesia.

Karya harus orisinil dan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan perundang-undangan di Indonesia. Karya juga tak mengandung unsur sara, serta tak bertentangan dengan kesusilaan, moral, dan pornografi. Selain itu juga tak mengandung produk komersil.

“Karya video diunggah ke YouTube periode 1 Februari 2021 hingga 1 Maret 2021,” pungkas Shinta. (uni)

Most Read

Artikel Terbaru

/