alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Rp12,4 Miliar Untuk Kebayan-Balai Sebut

PONTIANAK – Komisi IV DPRD Kalimantan Barat sudah melakukan kegiatan on the spot ke lapangan. Kabupaten Sanggau-Sekadau menjadi salah satu tempat yang dikunjungi. Tujuanya melihat program-program untuk proyek tahun 2021 yang akan dikerjakan secepatnya. Fransiskus Ason, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat mengatakannya kepada Pontianak Post.

“Kami sudah berkunjung dan melihat langsung jalan provinsi yang berada di Kembayan- Balai Sebut bersama dinas PUPR. Anggaran mencapai Rp12,4 miliar lebih dari DAK pusat,” ujarnya baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya proyek tersebut bahkan sudah dilelang dan bakalan masuk masa proses kontrak. Harapannya April sudah terealisasi dikerjakan. Sesuai perteumuan di Kecamatan Jangkang, disepakati bahwa titik nol pengerjaan adalah depan puskesmas di Balai Sebut. “Proyek tersebut sepanjang sekitar3 kilometer lebih,”ucapnya.

Sementara anggaran dari DAU Kalbar untuk tahun 2021 dari Sanggau-Sekadau memang sudah ada. Kabarnya Meliau-Bodok bakalan direalisasikan sekitar Rp12 milir lebih juga. Kabarnya sedang masuk proses tender juga. “Artinya, harapan kami jalan-jalan provinsi dapat terealisasi secepatnya,” ucap dia.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Bertahap

Untuk wilayah Sanggau-Sekadau saja program jalan provinsi memamg cukup besar. Harapannya dari banyak anggaran dan program bakalan mengerjar target RPJMD sekitar 86 persen lebih. “Kami harapkan untuk tahun 2022, pak Gub (Gubernur Kalbar) tetap memprioritaskan infrastruktur jalan provinsi,” tukasnya.

Fokus on the spot lainnya Komisi IV yakni memonitoring status jalan-jalan provonsi pada tiga kabupaten tersebut. Jalan-jalan tersebut programnya seyogyanya akan dikerjakan pada tahun 2021 ini. “Anggarannya sudah turun tahun 2021. Untuk program jalan di Sintang, Sanggau hingga Sekadau,” kata M.Isya anggota Komisi IV DPRD Kalbar lainnya.

Di Kabupaten Sintang, komisi membidangi infrastruktur ini bakalan fokus ke Nangga Mao. Apabila memungkinkan lebih lanjut berdasarkan kondisi jalan seperti apa, pihaknya juga
berencana ke Nangga Tebida dan Serawai. “Itu kalau waktu dan kondisinya memungkinkan. Sebab, jalur-jalur jalan yang kita kunjungin akan dikucurkan dana APBD Kalbar berupa DAU
dan DAK Pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebut Pembangunan di Pontianak Utara

Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mengunjungi dan melihat beberapa ruas kondisi jalan provinsi masih memprihatinkan. Makanya dengan adanya anggaran tahun 2021 ini, Kabupaten Sintang dan Sanggau, Sekadau akan menerima program jalan dari DAU Provinsi dan DAK Pusat mencapai puluhan miliar rupiah. “Untuk nominalnya, kami belum tahu pasti.

Pastinya ketiga kabupaten tersebut per tahapan akan menerima program jalan yang angkanya bisa mencapai Rp50-70 miliar,” tukasnya.

Politisi Demokrat Kalbar dapil Sambas ini menyebutkan harapannya dari kegiatan on the spot diharapkan dapat keputusan tepat, untuk selanjutnya dibuat anggaran lebih mendalam pada tahun-tahun mendatang. Bisa saja daerah belum tersentuh atau jalannya sudah rusak, dengan syarat status jalan provinsi dianggarkan di sana. “Nantinya bisa kami usulkan supaya jalan tersebut dianggarkan tahun depan,” ucap dia.(den)

PONTIANAK – Komisi IV DPRD Kalimantan Barat sudah melakukan kegiatan on the spot ke lapangan. Kabupaten Sanggau-Sekadau menjadi salah satu tempat yang dikunjungi. Tujuanya melihat program-program untuk proyek tahun 2021 yang akan dikerjakan secepatnya. Fransiskus Ason, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat mengatakannya kepada Pontianak Post.

“Kami sudah berkunjung dan melihat langsung jalan provinsi yang berada di Kembayan- Balai Sebut bersama dinas PUPR. Anggaran mencapai Rp12,4 miliar lebih dari DAK pusat,” ujarnya baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya proyek tersebut bahkan sudah dilelang dan bakalan masuk masa proses kontrak. Harapannya April sudah terealisasi dikerjakan. Sesuai perteumuan di Kecamatan Jangkang, disepakati bahwa titik nol pengerjaan adalah depan puskesmas di Balai Sebut. “Proyek tersebut sepanjang sekitar3 kilometer lebih,”ucapnya.

Sementara anggaran dari DAU Kalbar untuk tahun 2021 dari Sanggau-Sekadau memang sudah ada. Kabarnya Meliau-Bodok bakalan direalisasikan sekitar Rp12 milir lebih juga. Kabarnya sedang masuk proses tender juga. “Artinya, harapan kami jalan-jalan provinsi dapat terealisasi secepatnya,” ucap dia.

Baca Juga :  TMMD Percepat Bangun Infrastruktur

Untuk wilayah Sanggau-Sekadau saja program jalan provinsi memamg cukup besar. Harapannya dari banyak anggaran dan program bakalan mengerjar target RPJMD sekitar 86 persen lebih. “Kami harapkan untuk tahun 2022, pak Gub (Gubernur Kalbar) tetap memprioritaskan infrastruktur jalan provinsi,” tukasnya.

Fokus on the spot lainnya Komisi IV yakni memonitoring status jalan-jalan provonsi pada tiga kabupaten tersebut. Jalan-jalan tersebut programnya seyogyanya akan dikerjakan pada tahun 2021 ini. “Anggarannya sudah turun tahun 2021. Untuk program jalan di Sintang, Sanggau hingga Sekadau,” kata M.Isya anggota Komisi IV DPRD Kalbar lainnya.

Di Kabupaten Sintang, komisi membidangi infrastruktur ini bakalan fokus ke Nangga Mao. Apabila memungkinkan lebih lanjut berdasarkan kondisi jalan seperti apa, pihaknya juga
berencana ke Nangga Tebida dan Serawai. “Itu kalau waktu dan kondisinya memungkinkan. Sebab, jalur-jalur jalan yang kita kunjungin akan dikucurkan dana APBD Kalbar berupa DAU
dan DAK Pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Sutarmidji: Serapan Anggaran Pemprov Kalbar Masih Wajar

Beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mengunjungi dan melihat beberapa ruas kondisi jalan provinsi masih memprihatinkan. Makanya dengan adanya anggaran tahun 2021 ini, Kabupaten Sintang dan Sanggau, Sekadau akan menerima program jalan dari DAU Provinsi dan DAK Pusat mencapai puluhan miliar rupiah. “Untuk nominalnya, kami belum tahu pasti.

Pastinya ketiga kabupaten tersebut per tahapan akan menerima program jalan yang angkanya bisa mencapai Rp50-70 miliar,” tukasnya.

Politisi Demokrat Kalbar dapil Sambas ini menyebutkan harapannya dari kegiatan on the spot diharapkan dapat keputusan tepat, untuk selanjutnya dibuat anggaran lebih mendalam pada tahun-tahun mendatang. Bisa saja daerah belum tersentuh atau jalannya sudah rusak, dengan syarat status jalan provinsi dianggarkan di sana. “Nantinya bisa kami usulkan supaya jalan tersebut dianggarkan tahun depan,” ucap dia.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/