alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

124.650 KPM Terima BST di Masa Pandemi Covid-19

PONTIANAK – Sebanyak 124.650 keluarga penerima manfaat (KPM) se-Kalimantan Barat menerima bantuan sosial tunai (BST) tahap delapan.

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi di masa pandemi Covid-19. Nilai bantuan yang diterima itu sebesar Rp300 ribu per KPM per bulan.

Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Pontianak, Zaenal Hamid menyebutkan jumlah KPM di setiap tahap berbeda. Ini dikarenakan setiap tahap selalu diadakan evaluasi oleh Kemensos.

Apabila ada yang tidak diambil karena berbagai alasan maka alokasi dikurangi dan atau diganti oleh penerima lainnya yang diusulkan masing-masing dinas sosial kabupaten/kota.

“Sehingga untuk tahap 1 ada 161.487 KPM, sementara yang sekarang di tahap 8 ada 124.650 KPM,” jelas Zaenal di Pontianak, kemarin.

Lalu masa bayar tahap delapan sesuai dengan yang dijadwalkan Kementerian Sosial, yakni dari tanggal 5 hingga 17 November 2020.

Sedangkan jumlah pembayaran perhari di kabupaten/kota antara 500 hingga 10.000 KPM, yang disesuaikan dengan jumlah titik bayar dan kapasitas tempat lokasi bayar.

Untuk jumlah titik bayar BST di Kalbar ada di 97 kantor Pos dan 96 komunitas total. “Totalnya ada 193 titik bayar,” jelas Zaenal.

Lalu petugas yang disiapkan di setiap titik bayar antara tiga hingga delapan orang. Jumlah petugas juga disesuaikan dengan jumlah KPM yang akan dibayarkan.

Baca Juga :  Salat Id Patuhi Prokes, Edi Ingatkan Penularan Kluster Keluarga

“Untuk proses pembayaran itu kami juga bekerjasama dengan Polri/TNI,” jelas dia.

Proses pembayaran sendiri menggunakan aplikasi Pos Giro Cash melalui Handphone. Caranya dengan melakukan scan barcode di surat pemberitahuan atau daftar nominatif.

Setelah muncul data, petugas akan memfoto setiap penerima BST dan dana diserahkan.

“Data itu real time langsung terkirim ke Pusat sehingga presiden dan Mensos bisa melihat langsung update per menit,” jelas Zaenal.

Ia mengatakan hingga saat ini tidak ada kendala, terkecuali pada titik bayar yang lokasinya sangat jauh. Contohnya Kecamatan Air Besar, Kuala Behe, Sebangki, Meranti hingga Pulau Karimata.

“Dalam kondisi seperti itu kami harus menyiapkan speedboat untuk menuju ke beberapa titik bayar di pulau-pulau,” tambah Zaenal.

Ia mengingatkan penerima BST, untuk mengambil dana bantuan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan karena Kemensos memberikan target bayar di atas 95 persen dalam proses penyaluran.

Untuk proses pengambilan BST, KPM wajib memakai masker dan menaati taati protokol kesehatan lain. Seperti mencuci tangan dan tempat duduk jaga jarak.

Setelah menerima BST, KPM juga diingatkan untuk segera pulang dan tidak berkerumun di area kantor pos bayar atau tempat bayar komunitas.

Baca Juga :  Kinerja Terbaik, Persembahan Terbaik

“Pada intinya, taati petugas agar proses penyaluran berjalan lancar, aman dan tertib. Karena waktu yang diperlukan hanya satu menit per orang/KPM. Apabila tertib bisa cepat sehingga kerumunan bisa di minimalisir,” jelas Zaenal.

Kepala Dinas Sosial Kalbar Golda M Purba mengatakan penyaluran BST ini berjalan sesuai tahapan yang sudah ditetapkan.

Penerima bantuan ini adalah KPM yang berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang prosesnya mulai dari desa, kelurahan hingga kabupaten dan kota.

“Untuk tatap delapan ini KPM menerima Rp300. 000 per bulan. Memang besarnya bantuan yang diterima itu berbeda pada tahap pertama dari April hingga Juni sebesar Rp600. 000 per KPM per bulan. Dari Juli hingga Desember sebesar Rp300. 000,”  jelas Golda

Ia mengatakan proses penyaluran dilakukan oleh PT Pos. Meski demikian pihaknya tetap melakukan monitoring dan koordinasi untuk penyaluran BST.

Adapun penerima di masing-masing kabupaten, antara lain, Pontianak 8.290 KPM, Kubu Raya 16.251, Mempawah 8.567 KPM, Landak 15.676 KPM, Sanggau 11.260 KPM, Sekadau 20.857 KPM, Sintang 5.881 KPM, Kapuas Hulu 5.066 KPM, Melawi 4.046 KPM, Ketapang 2.733 KPM, Kayong Utara 6.283 KPM, Singkawang 4.031, Sambas 7.027 KPM, dan Bengkayang 8.682 KPM. (mse)

PONTIANAK – Sebanyak 124.650 keluarga penerima manfaat (KPM) se-Kalimantan Barat menerima bantuan sosial tunai (BST) tahap delapan.

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi di masa pandemi Covid-19. Nilai bantuan yang diterima itu sebesar Rp300 ribu per KPM per bulan.

Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Pontianak, Zaenal Hamid menyebutkan jumlah KPM di setiap tahap berbeda. Ini dikarenakan setiap tahap selalu diadakan evaluasi oleh Kemensos.

Apabila ada yang tidak diambil karena berbagai alasan maka alokasi dikurangi dan atau diganti oleh penerima lainnya yang diusulkan masing-masing dinas sosial kabupaten/kota.

“Sehingga untuk tahap 1 ada 161.487 KPM, sementara yang sekarang di tahap 8 ada 124.650 KPM,” jelas Zaenal di Pontianak, kemarin.

Lalu masa bayar tahap delapan sesuai dengan yang dijadwalkan Kementerian Sosial, yakni dari tanggal 5 hingga 17 November 2020.

Sedangkan jumlah pembayaran perhari di kabupaten/kota antara 500 hingga 10.000 KPM, yang disesuaikan dengan jumlah titik bayar dan kapasitas tempat lokasi bayar.

Untuk jumlah titik bayar BST di Kalbar ada di 97 kantor Pos dan 96 komunitas total. “Totalnya ada 193 titik bayar,” jelas Zaenal.

Lalu petugas yang disiapkan di setiap titik bayar antara tiga hingga delapan orang. Jumlah petugas juga disesuaikan dengan jumlah KPM yang akan dibayarkan.

Baca Juga :  Bekuk Buronan Pembobol ATM

“Untuk proses pembayaran itu kami juga bekerjasama dengan Polri/TNI,” jelas dia.

Proses pembayaran sendiri menggunakan aplikasi Pos Giro Cash melalui Handphone. Caranya dengan melakukan scan barcode di surat pemberitahuan atau daftar nominatif.

Setelah muncul data, petugas akan memfoto setiap penerima BST dan dana diserahkan.

“Data itu real time langsung terkirim ke Pusat sehingga presiden dan Mensos bisa melihat langsung update per menit,” jelas Zaenal.

Ia mengatakan hingga saat ini tidak ada kendala, terkecuali pada titik bayar yang lokasinya sangat jauh. Contohnya Kecamatan Air Besar, Kuala Behe, Sebangki, Meranti hingga Pulau Karimata.

“Dalam kondisi seperti itu kami harus menyiapkan speedboat untuk menuju ke beberapa titik bayar di pulau-pulau,” tambah Zaenal.

Ia mengingatkan penerima BST, untuk mengambil dana bantuan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan karena Kemensos memberikan target bayar di atas 95 persen dalam proses penyaluran.

Untuk proses pengambilan BST, KPM wajib memakai masker dan menaati taati protokol kesehatan lain. Seperti mencuci tangan dan tempat duduk jaga jarak.

Setelah menerima BST, KPM juga diingatkan untuk segera pulang dan tidak berkerumun di area kantor pos bayar atau tempat bayar komunitas.

Baca Juga :  Wali Kota Instruksikan Camat dan Lurah Inventarisasi PAUD

“Pada intinya, taati petugas agar proses penyaluran berjalan lancar, aman dan tertib. Karena waktu yang diperlukan hanya satu menit per orang/KPM. Apabila tertib bisa cepat sehingga kerumunan bisa di minimalisir,” jelas Zaenal.

Kepala Dinas Sosial Kalbar Golda M Purba mengatakan penyaluran BST ini berjalan sesuai tahapan yang sudah ditetapkan.

Penerima bantuan ini adalah KPM yang berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang prosesnya mulai dari desa, kelurahan hingga kabupaten dan kota.

“Untuk tatap delapan ini KPM menerima Rp300. 000 per bulan. Memang besarnya bantuan yang diterima itu berbeda pada tahap pertama dari April hingga Juni sebesar Rp600. 000 per KPM per bulan. Dari Juli hingga Desember sebesar Rp300. 000,”  jelas Golda

Ia mengatakan proses penyaluran dilakukan oleh PT Pos. Meski demikian pihaknya tetap melakukan monitoring dan koordinasi untuk penyaluran BST.

Adapun penerima di masing-masing kabupaten, antara lain, Pontianak 8.290 KPM, Kubu Raya 16.251, Mempawah 8.567 KPM, Landak 15.676 KPM, Sanggau 11.260 KPM, Sekadau 20.857 KPM, Sintang 5.881 KPM, Kapuas Hulu 5.066 KPM, Melawi 4.046 KPM, Ketapang 2.733 KPM, Kayong Utara 6.283 KPM, Singkawang 4.031, Sambas 7.027 KPM, dan Bengkayang 8.682 KPM. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/