alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Warga Kecewa, Nama Dicoret dari Penerima Bantuan Pangan

PONTIANAK – Sejumlah peserta penerima program bantuan pangan nontunai (BPNT) di Warung Elektronik milik Abdul Fatah, Gang Tebu Manis Sungai Beliung kecewa, lantaran namanya tercoret.

Zuriah yang hari itu datang untuk mengambil beras seperti biasanya setiap bulannya, kembali dengan tangan kosong. “Nama saya dicoret. Saldonya tidak ada,” katanya.

Pencoretan namanya dari penerima bantuan BPNT ini diketahui setelah ia datang ke agen penyalur bantuan, untuk mengambil jatah beras dan lauk pauk seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun saat kartu keluarga sejahtera digesek ternyata saldonya kosong. Tidak ada sosialisasi atau pun pemberitahuan sebelumnya.

Abdul Fatah, pemilik e-Warung mengatakan, sampai saat ini ada 38 peserta yang namanya dicoret, sebab tak ada saldo direkeningnya. Abdul Fatah mengatakan, tidak ada pemberitahuan kepada penerima e-warung pada bulan lalu, sehingga semua yang terdaftar namanya datang mengambil seperti biasa.

Baca Juga :  Baiduri-Rufina, Optimis Menang

“Saya baru ikut rapat Jumat lalu di Januari, jadi memang tidak saya informasikan ke penerima. Semuanya datang seperti biasa,” kata dia, Kamis (14/1)

Masih ada 70 Dari 351 peserta penerima kategori PKH dan Non-PKH ini, kata Abdul yang belum datang. “Nah dari 70 ini saya tidak tahu, apakah ada lagi yang namanya harus dicoret. Sementara baru 38,” ujarnya.

Menurut Abdul, banyak yang datang kecewa bahkan menangis ketika mengetahui namanya di coret. Bantuan berupa beras 10 kg, lauk pauk seperti ayam, ikan, daging, sayuran, juga buah ini sangat membantu masyarakat. “Iya ada satu peberima yang saya pernah mengantarkan langsung ke rumahnya, itu kategori keluarga miskin. Usianya sudah tua. Kalau jalan kaki ke sini, empat kali istirahat. Tapi kemarin ketika anaknya datang mau ambil beras, saldonya kosong. Menangis anaknya,” ungkapnya.

Baca Juga :  PLN UP3 Pontianak Rutin Lakukan Pemeliharaan Jaringan

Abdul Fatah tidak bisa berbuat banyak ketika peserta protes dengannya. Tugasnya hanya memberikan bantuan kepada peserta yang memiliki saldo. Pencoretan nama itu juga bukan wewenangnya. “Saldo itu seharusnya setiap bulan 200 ribu. Kalau tidak ada, tidak dapat,” paparnya.

Bambang, salah satu warga mengatakan, dalam program ini perlunya data akurat dari pemerintah. Jangan sampai bantuan ini tidak tepat sasaran. Banyak penerima bantuan yang kehidupannya sudah layak. Memiliki telepon genggam dengan harga jutaan, kendaraan bermotor, sementara ada yang layak tapi tidak menerima.

“Ini masalahnya pada pendataan. Sayang sekali jika programnya sudah baik, tetapi tidak tepat sasaran. Kasihan mereka yang selama ini sudah dapat dan layak dapat, namun masuk daftar pemangkasan bantuan tanpa disurvei kelayakannya,” paparnya. (mrd)

PONTIANAK – Sejumlah peserta penerima program bantuan pangan nontunai (BPNT) di Warung Elektronik milik Abdul Fatah, Gang Tebu Manis Sungai Beliung kecewa, lantaran namanya tercoret.

Zuriah yang hari itu datang untuk mengambil beras seperti biasanya setiap bulannya, kembali dengan tangan kosong. “Nama saya dicoret. Saldonya tidak ada,” katanya.

Pencoretan namanya dari penerima bantuan BPNT ini diketahui setelah ia datang ke agen penyalur bantuan, untuk mengambil jatah beras dan lauk pauk seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun saat kartu keluarga sejahtera digesek ternyata saldonya kosong. Tidak ada sosialisasi atau pun pemberitahuan sebelumnya.

Abdul Fatah, pemilik e-Warung mengatakan, sampai saat ini ada 38 peserta yang namanya dicoret, sebab tak ada saldo direkeningnya. Abdul Fatah mengatakan, tidak ada pemberitahuan kepada penerima e-warung pada bulan lalu, sehingga semua yang terdaftar namanya datang mengambil seperti biasa.

Baca Juga :  Selama Pandemi, 752 Pekerja di-PHK

“Saya baru ikut rapat Jumat lalu di Januari, jadi memang tidak saya informasikan ke penerima. Semuanya datang seperti biasa,” kata dia, Kamis (14/1)

Masih ada 70 Dari 351 peserta penerima kategori PKH dan Non-PKH ini, kata Abdul yang belum datang. “Nah dari 70 ini saya tidak tahu, apakah ada lagi yang namanya harus dicoret. Sementara baru 38,” ujarnya.

Menurut Abdul, banyak yang datang kecewa bahkan menangis ketika mengetahui namanya di coret. Bantuan berupa beras 10 kg, lauk pauk seperti ayam, ikan, daging, sayuran, juga buah ini sangat membantu masyarakat. “Iya ada satu peberima yang saya pernah mengantarkan langsung ke rumahnya, itu kategori keluarga miskin. Usianya sudah tua. Kalau jalan kaki ke sini, empat kali istirahat. Tapi kemarin ketika anaknya datang mau ambil beras, saldonya kosong. Menangis anaknya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jambret dan Pelaku Penggelapan Motor Ditangkap

Abdul Fatah tidak bisa berbuat banyak ketika peserta protes dengannya. Tugasnya hanya memberikan bantuan kepada peserta yang memiliki saldo. Pencoretan nama itu juga bukan wewenangnya. “Saldo itu seharusnya setiap bulan 200 ribu. Kalau tidak ada, tidak dapat,” paparnya.

Bambang, salah satu warga mengatakan, dalam program ini perlunya data akurat dari pemerintah. Jangan sampai bantuan ini tidak tepat sasaran. Banyak penerima bantuan yang kehidupannya sudah layak. Memiliki telepon genggam dengan harga jutaan, kendaraan bermotor, sementara ada yang layak tapi tidak menerima.

“Ini masalahnya pada pendataan. Sayang sekali jika programnya sudah baik, tetapi tidak tepat sasaran. Kasihan mereka yang selama ini sudah dapat dan layak dapat, namun masuk daftar pemangkasan bantuan tanpa disurvei kelayakannya,” paparnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/