alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Sekda Harus Pandai Baca Data

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji berpesan kepada seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) se-Kalbar agar dalam bekerja selalu melalui prosedur dan SOP yang benar. Sebagai jabatan tertinggi dalam birokrat Sekda juga diharapkan membaca data-data tentang capaian pemerintah daerah.   “Sekda itukan kepala staf. Saya berharap seluruh pekerjaan itu melalui prosedur yang benar dibuat SOP yang benar. Dan dia (Sekda) birokrat yang paling tinggi levelnya,” ungkapnya saat membuka Rakomwil Forum Sekretaris Daerah se-Indonesia (Forsesdasi) se-Kalbar belum lama ini.

Jika suatu daerah sudah memiliki Sekda, Inspektorat dan Kepala Badan Keuangan yang baik, ia yakin jalannya tata kelola pemerintahan di daerah tersebut juga akan baik.Karena memang Sekda lah yang bertugas mem-backup tugas-tugas bupati atau wali kota dalam menjalankan tugas sehari-hari.  “Karena bupati atau wali kota, kalau dia misalnya dari latar belakang birokrat tidak masalah, tapi kalau bukan dari birokrat, kadang harus dipahami alurnya. Kalau tidak dipahami alurnya bisa masalah,” pesannya.

Baca Juga :  Banyak Target Pembangunan Tercapai

Selain itu Midji sapaannya mengatakan, Sekda juga harus terbiasa membaca data-data. Terutama data mengenai capaian untuk tampilan dari daerah tersebut. Semisal ketika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut rendah, harus diketahui penyebabnya serta indikator apa yang harus diperbaiki. “Sehingga dia (Sekda) sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa melihat perencanaan di Bappeda seperti apa. Jangan belum apa-apa sudah mau penyesuaian-penyesuaian(APBD),” katanya.

Midji mengaku heran ketika menemukan di salah satu daerah, setiap bulannya selalu diadakan penyesuaian APBD. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa fungsi perencanaan di daerah itu tidak baik. “Ada daerah itu setiap bulan penyesuaian APBD untuk apa, satu kali saja setelah itu baru perubahan anggaran ya sudah itu.Itu menunjukkan bahwa perencanaan benar. Ini setiap bulan ada penyesuaian, berarti kan perencanaan tidak benar,” tutupnya.(bar)

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji berpesan kepada seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) se-Kalbar agar dalam bekerja selalu melalui prosedur dan SOP yang benar. Sebagai jabatan tertinggi dalam birokrat Sekda juga diharapkan membaca data-data tentang capaian pemerintah daerah.   “Sekda itukan kepala staf. Saya berharap seluruh pekerjaan itu melalui prosedur yang benar dibuat SOP yang benar. Dan dia (Sekda) birokrat yang paling tinggi levelnya,” ungkapnya saat membuka Rakomwil Forum Sekretaris Daerah se-Indonesia (Forsesdasi) se-Kalbar belum lama ini.

Jika suatu daerah sudah memiliki Sekda, Inspektorat dan Kepala Badan Keuangan yang baik, ia yakin jalannya tata kelola pemerintahan di daerah tersebut juga akan baik.Karena memang Sekda lah yang bertugas mem-backup tugas-tugas bupati atau wali kota dalam menjalankan tugas sehari-hari.  “Karena bupati atau wali kota, kalau dia misalnya dari latar belakang birokrat tidak masalah, tapi kalau bukan dari birokrat, kadang harus dipahami alurnya. Kalau tidak dipahami alurnya bisa masalah,” pesannya.

Baca Juga :  Pelamar CPNS Pemprov Kalbar Tembus Tujuh Ribu

Selain itu Midji sapaannya mengatakan, Sekda juga harus terbiasa membaca data-data. Terutama data mengenai capaian untuk tampilan dari daerah tersebut. Semisal ketika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut rendah, harus diketahui penyebabnya serta indikator apa yang harus diperbaiki. “Sehingga dia (Sekda) sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa melihat perencanaan di Bappeda seperti apa. Jangan belum apa-apa sudah mau penyesuaian-penyesuaian(APBD),” katanya.

Midji mengaku heran ketika menemukan di salah satu daerah, setiap bulannya selalu diadakan penyesuaian APBD. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa fungsi perencanaan di daerah itu tidak baik. “Ada daerah itu setiap bulan penyesuaian APBD untuk apa, satu kali saja setelah itu baru perubahan anggaran ya sudah itu.Itu menunjukkan bahwa perencanaan benar. Ini setiap bulan ada penyesuaian, berarti kan perencanaan tidak benar,” tutupnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/