alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Gadis Belia Dirudapaksa Pacarnya, Diikat lalu Dianiaya

PONTIANAK – Seorang gadis berusia 14 tahun menjadi korban rudapaksa. Ia disetubuhi oleh pacarnya dalan keadaan diikat di atas kasur. Kasus rudapaksa itu dialami korban di dalam kamar sebuah hotel di Pontianak. Saat itu, korban bersama pacar dan beberapa teman lainnya diduga sedang menggelar pesta minuman keras. Dalam keadaan mabuk, pelaku diduga menganiaya dan menyetubuhi korban.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan, pada Minggu 13 Maret 2022, pihaknya menerima laporan kasus penganiayaan dan persetubuhan terhadap gadis berusia 14 tahun.

Indra menerangkan, berdasarkan keterangan korban, pada saat itu ia bersama pacarnya, Feb dan temannya yang lain, yakni RS menginap di hotel yang berada di Jalan Rahadi Usman, Pontianak. Di dalam kamar, lanjut Indra, Feb dan temannya mengkonsumsi minuman keras.

Baca Juga :  Kampung Tangguh, Solusi Penguatan Ekonomi

“Berdasarkan keterangan korban, awal mula persetubuhan itu dilakukan pelaku karena ia tak sengaja menyenggol minuman keras yang ada di dalam kamar,” kata Indra, Senin (14/3).

Indra menuturkan, melihat korban menyenggol minuman keras, Feb emosi. Ia memukul korban dengan tangan kosong. Sementara RS mengikat kaki korban dengan kain. “Setelah korban diikat, ia kembali dipukul oleh kedua pelaku,” ungkap Indra.

Indra menerangkan, setelah dianiaya dan diikat, kemudian pelaku Feb menyetubuhi korban secara paksa. Indra menjelaskan, setelah menerima laporan dari orangtua dan mendalami keterangan korban, Minggu 13 Maret 2022 sekitar pukul 16.30 pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku, Feb di Jalan Ya’ M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur.

Berdasarkan informasi itu, Indra menambahkan, pihaknya langsung menuju alamat yang dimaksud. Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Baca Juga :  Penerimaan PPDB Persekolahan Gembala Baik Pontianak Tahun Pelajaran 2022/2023

Indra menyatakan, dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah memukul bagian wajah korban dengan tangan kosong secara berulang kali yang menyebabkan memar di bagian wajah.

Indra menerangkan, masih dari pengakuan pelaku, perbuatan itu dilakukan disebabkan ia dalam keadaan pengaruh minuman alkohol dan kesal terhadap korban telah membuat keributan di dalam kamar hotel.

“Hubungan korban dengan pelaku itu pacaran,” terang Indra.

Indra menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 80 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara tiga tahun enam bulan.

“Untuk dugaan persetubuhan yang dialami korban, kami masih lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang saat itu berada di dalam kamar,” pungkas Indra. (adg)

PONTIANAK – Seorang gadis berusia 14 tahun menjadi korban rudapaksa. Ia disetubuhi oleh pacarnya dalan keadaan diikat di atas kasur. Kasus rudapaksa itu dialami korban di dalam kamar sebuah hotel di Pontianak. Saat itu, korban bersama pacar dan beberapa teman lainnya diduga sedang menggelar pesta minuman keras. Dalam keadaan mabuk, pelaku diduga menganiaya dan menyetubuhi korban.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto mengatakan, pada Minggu 13 Maret 2022, pihaknya menerima laporan kasus penganiayaan dan persetubuhan terhadap gadis berusia 14 tahun.

Indra menerangkan, berdasarkan keterangan korban, pada saat itu ia bersama pacarnya, Feb dan temannya yang lain, yakni RS menginap di hotel yang berada di Jalan Rahadi Usman, Pontianak. Di dalam kamar, lanjut Indra, Feb dan temannya mengkonsumsi minuman keras.

Baca Juga :  Lanal Ketapang Resmi Beroperasi

“Berdasarkan keterangan korban, awal mula persetubuhan itu dilakukan pelaku karena ia tak sengaja menyenggol minuman keras yang ada di dalam kamar,” kata Indra, Senin (14/3).

Indra menuturkan, melihat korban menyenggol minuman keras, Feb emosi. Ia memukul korban dengan tangan kosong. Sementara RS mengikat kaki korban dengan kain. “Setelah korban diikat, ia kembali dipukul oleh kedua pelaku,” ungkap Indra.

Indra menerangkan, setelah dianiaya dan diikat, kemudian pelaku Feb menyetubuhi korban secara paksa. Indra menjelaskan, setelah menerima laporan dari orangtua dan mendalami keterangan korban, Minggu 13 Maret 2022 sekitar pukul 16.30 pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku, Feb di Jalan Ya’ M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur.

Berdasarkan informasi itu, Indra menambahkan, pihaknya langsung menuju alamat yang dimaksud. Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Baca Juga :  Bimtek Perpustakaan Nasional, Tingkatkan Kapasitas Pustakawan Kalbar

Indra menyatakan, dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah memukul bagian wajah korban dengan tangan kosong secara berulang kali yang menyebabkan memar di bagian wajah.

Indra menerangkan, masih dari pengakuan pelaku, perbuatan itu dilakukan disebabkan ia dalam keadaan pengaruh minuman alkohol dan kesal terhadap korban telah membuat keributan di dalam kamar hotel.

“Hubungan korban dengan pelaku itu pacaran,” terang Indra.

Indra menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 80 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara tiga tahun enam bulan.

“Untuk dugaan persetubuhan yang dialami korban, kami masih lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang saat itu berada di dalam kamar,” pungkas Indra. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/