alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pembubaran Pasar Juadah Tak Bijak

KETUA DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai ancaman pembubaran jual beli bukaan di pasar juadah selama bulan puasa, oleh Gubernur Kalbar tidak bijak. Jika kejadian pembubaran tersebut dilakukan di Kota Pontianak, ia orang pertama yang bakal pasang badan dalam penanganan persoalan ini.

“Pasar juadah ramadan merupakan bagian usaha masyarakat. Terlebih dengan kondisi sulit di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Tentu tidak bijak jika membubarkan masyarakat yang tengah berjualan,” tegas Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Rabu (14/4).

Ia tak membenarkan dan meluruskan aturan dari Gubernur Kalbar yang bakal membubarkan pedagang pasar, jika temuannya terdapat kerumunan di pasar juadah. Apa yang dikatakan Gubernur sebenarnya sebagai antisipasi menekan terjadinya penyebaran covid 19. Namun jika pasar juadah sampai dibubarkan. Sebenarnya provinsi menyalahi aturan. Sebab dalam penegakan aturan, pihak Provinsi harus koordinasi dengan Tim Satgas penanganan percepatan covid 19 di Pontianak. “Saya ini Wakil Ketua Gugus Tugas Covid di Pontianak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemberlakuan Syarat Tes Usap Diperpanjang

Iapun minta ketika ditemukan kerumunan dan pihak provinsi melakukan pembubaran. Sebaiknya terlebih dulu berkoordinasi dengan gugus tugas covid Pontianak. Ia tak menutupi. Transaksi jual beli barang di pasar memang menimbulkan keramaian. Pasar Flamboyan juga berkerumun. Namun berkerumunnya tidak dalam jumlah besar. Masyarakat juga sudah paham aturan prokes kesehatan. Mereka juga mengenakan masker saat belanja. Dalam situasi seperti ini, tak bijak jika dilakukan pembubaran. Semua tengah susah. Ada baiknya pemberian edukasi secara berkelanjutan dilakukan.

“Kami juga akan memberikan edukasi pada penjual takjil untuk menerapkan protokol kesehatan. Saya juga telah berkeliling Kota Pontianak. Hampir seluruhnya telah menerapkan protokol kesehatan. Pembeli dan penjual telah menggunakan masker dan hand sanitizer,” tandasnya. (iza)

KETUA DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai ancaman pembubaran jual beli bukaan di pasar juadah selama bulan puasa, oleh Gubernur Kalbar tidak bijak. Jika kejadian pembubaran tersebut dilakukan di Kota Pontianak, ia orang pertama yang bakal pasang badan dalam penanganan persoalan ini.

“Pasar juadah ramadan merupakan bagian usaha masyarakat. Terlebih dengan kondisi sulit di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Tentu tidak bijak jika membubarkan masyarakat yang tengah berjualan,” tegas Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Rabu (14/4).

Ia tak membenarkan dan meluruskan aturan dari Gubernur Kalbar yang bakal membubarkan pedagang pasar, jika temuannya terdapat kerumunan di pasar juadah. Apa yang dikatakan Gubernur sebenarnya sebagai antisipasi menekan terjadinya penyebaran covid 19. Namun jika pasar juadah sampai dibubarkan. Sebenarnya provinsi menyalahi aturan. Sebab dalam penegakan aturan, pihak Provinsi harus koordinasi dengan Tim Satgas penanganan percepatan covid 19 di Pontianak. “Saya ini Wakil Ketua Gugus Tugas Covid di Pontianak,” ungkapnya.

Baca Juga :  154 Pejabat Ikut Tes Swab

Iapun minta ketika ditemukan kerumunan dan pihak provinsi melakukan pembubaran. Sebaiknya terlebih dulu berkoordinasi dengan gugus tugas covid Pontianak. Ia tak menutupi. Transaksi jual beli barang di pasar memang menimbulkan keramaian. Pasar Flamboyan juga berkerumun. Namun berkerumunnya tidak dalam jumlah besar. Masyarakat juga sudah paham aturan prokes kesehatan. Mereka juga mengenakan masker saat belanja. Dalam situasi seperti ini, tak bijak jika dilakukan pembubaran. Semua tengah susah. Ada baiknya pemberian edukasi secara berkelanjutan dilakukan.

“Kami juga akan memberikan edukasi pada penjual takjil untuk menerapkan protokol kesehatan. Saya juga telah berkeliling Kota Pontianak. Hampir seluruhnya telah menerapkan protokol kesehatan. Pembeli dan penjual telah menggunakan masker dan hand sanitizer,” tandasnya. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/