alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Setop Fasilitas Olahraga jadi Tempat Tinggal

PONTIANAK – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari turun langsung menindaklanjuti surat pemberitahuan terkait pengosongan atau penghentian aktivitas sebagai tempat tinggal untuk tiga lokasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Khatulistiwa Pontianak. Antara lain di mes Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalbar, lapangan Softball, dan Billiard.

Karena memang dalam surat pemberitahuan itu, pengosongan paling lambat harus dilakukan oleh penghuninya pada 13 Mei 2022 kemarin. Sesuai mekanismenya dijelaskan Windy, setelah ini pihaknya kembali akan melayangkan administrasi, berupa Surat Peringatan (SP) yang pertama hingga ketiga. Jika sudah sampai masa SP ketiga berakhir, dia memastikan tim akan kembali turun untuk merapikan aset tersebut di lapangan.

“Yang kami garisbawahi adalah memberhentikan kawasan sebagai tempat tinggal. Kami tidak pernah memberhentikan untuk aktivitas olahraga, berlatih maupun pembinaan olahraga di sana itu tidak pernah. Justru kami ingin merapikan sarana dan prasarana di kawasan Gelora Khatulistiwa di mana pengguna asetnya adalah Disporapar Kalbar. Untuk kepentingan peningkatan prestasti atlet dan masyarakat agar bisa berolahraga dengan nyaman,” terang Windy usai meninjau lokasi, Jumat (13/5) lalu.

Kemarin, hal itu juga sudah ia sampaikan langsung dengan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PABBSI saat bertemu di lokasi mes. Windy menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali tidak meminta yang bersangkutan untuk keluar dari kepengurusan dan tidak meminta untuk tidak melatih. Justru ia mendorong agar Pengprov PABBSI lebih aktif dan semangat untuk melatih atlet khususnya angkat besi di Kalbar.

Baca Juga :  Puluhan Remaja Diamankan Polisi

“Jadi tetap melaksanakan aktivitas keolahragaan di sana. Namun di bawah mekanisme Disporapar Kalbar selaku pengguna aset. Tetap bisa tinggal di sana pada waktu TC (training center) dan lainnya, namun harus ada prosedur yang harus diikuti,” tegasnya.

Ia mengatakan Disorapar lah yang bakal mengelola aset tersebut, baik dalam pelaksanaan maupun pemanfaatannya nanti. Apalagi mes tersebut, menurutnya, ukurannya sangat besar, sehingga bisa diefektifkan dan dimaksimalkan pemanfaatannya untuk mes atlet-atlet Kalbar secara keseluruhan. “Jangan sampai kalimatnya dibedakan persepsi, saya berulang kali menyampaikan saya tidak menyuruh untuk berhenti (melatih). Kami malah akan mendorong dan akan memberikan yang terbaik dalam pengawasan penggunaan sarana prasarana ini,” katanya.

Menurutnya, Pemprov telah membangun sistem keolahragaan di Kalbar sesuai undang-undang keolahragaan. Di mana pembinaan secara keseluruhan, menurut dia, berada di Disporapar Kalbar termasuk sarana dan prasaranya. Selain itu Disporapar juga mempunyai mitra dalam pembinaan prestasi atlet mulai dari KONI, NPC, dan FORMI.

Baca Juga :  Polda Kalbar Beberkan Angka Kejahatan Sepanjang Tahun 2020

“Bahkan alat olahraga juga akan dikeluarkan, itu tidak kami rekomendasikan karena alat olahraga itu untuk kepentingan atlet berlatih dan itu atas nama Pengprov PABBSI. Jadi silahkan alat olahraga di sana yang kami tekankan yakni pemberhentian aktivitas sebagai tempat tinggal, itu yang kami tekankan tidak ada yang lain,” katanya lagi.

Setelah dikelola pemerintah, mes tersebut mekanismenya nanti akan ada yang menjaga. Sehingga, harapan dia, tidak lagi sebagai tempat tinggal atau rumah pribadi. Penjagaannya pun bakal dilaksanakan dengan cara piket harian.

Termasuk untuk lapangan softball, Windy mengatakan penghuninya berjanji dari awal, bahwa usai Idulfitri akan meninggalkan tempat tersebut. Karena memang waktu relaksasi yang diberikan sudah cukup panjang. “Mereka tadi sudah berkemas dan kami sangat menghargai kerjasama tersebut ,” ucapnya.

Kemudian untuk lapangan billiard, dijelaskan Windy seperti komitmen yang disampaikan ke pihaknya, penghuni bakal membongkar dari depan hingga setengah bangunan tersebut. Namun yang dibelakang masih diminta perpanjangan waktu. Itu karena masih akan digunakan untuk keperluan latihan. “Itu sudah disampaikan ke KONI sebagai tempat latihan dalam pelaksanaan Porprov. Maka setelah Porprov di November mendatang, maka mereka akan membongkar semuanya,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari turun langsung menindaklanjuti surat pemberitahuan terkait pengosongan atau penghentian aktivitas sebagai tempat tinggal untuk tiga lokasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Khatulistiwa Pontianak. Antara lain di mes Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalbar, lapangan Softball, dan Billiard.

Karena memang dalam surat pemberitahuan itu, pengosongan paling lambat harus dilakukan oleh penghuninya pada 13 Mei 2022 kemarin. Sesuai mekanismenya dijelaskan Windy, setelah ini pihaknya kembali akan melayangkan administrasi, berupa Surat Peringatan (SP) yang pertama hingga ketiga. Jika sudah sampai masa SP ketiga berakhir, dia memastikan tim akan kembali turun untuk merapikan aset tersebut di lapangan.

“Yang kami garisbawahi adalah memberhentikan kawasan sebagai tempat tinggal. Kami tidak pernah memberhentikan untuk aktivitas olahraga, berlatih maupun pembinaan olahraga di sana itu tidak pernah. Justru kami ingin merapikan sarana dan prasarana di kawasan Gelora Khatulistiwa di mana pengguna asetnya adalah Disporapar Kalbar. Untuk kepentingan peningkatan prestasti atlet dan masyarakat agar bisa berolahraga dengan nyaman,” terang Windy usai meninjau lokasi, Jumat (13/5) lalu.

Kemarin, hal itu juga sudah ia sampaikan langsung dengan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PABBSI saat bertemu di lokasi mes. Windy menyampaikan bahwa pihaknya sama sekali tidak meminta yang bersangkutan untuk keluar dari kepengurusan dan tidak meminta untuk tidak melatih. Justru ia mendorong agar Pengprov PABBSI lebih aktif dan semangat untuk melatih atlet khususnya angkat besi di Kalbar.

Baca Juga :  Selamat Hari Kliping Indonesia

“Jadi tetap melaksanakan aktivitas keolahragaan di sana. Namun di bawah mekanisme Disporapar Kalbar selaku pengguna aset. Tetap bisa tinggal di sana pada waktu TC (training center) dan lainnya, namun harus ada prosedur yang harus diikuti,” tegasnya.

Ia mengatakan Disorapar lah yang bakal mengelola aset tersebut, baik dalam pelaksanaan maupun pemanfaatannya nanti. Apalagi mes tersebut, menurutnya, ukurannya sangat besar, sehingga bisa diefektifkan dan dimaksimalkan pemanfaatannya untuk mes atlet-atlet Kalbar secara keseluruhan. “Jangan sampai kalimatnya dibedakan persepsi, saya berulang kali menyampaikan saya tidak menyuruh untuk berhenti (melatih). Kami malah akan mendorong dan akan memberikan yang terbaik dalam pengawasan penggunaan sarana prasarana ini,” katanya.

Menurutnya, Pemprov telah membangun sistem keolahragaan di Kalbar sesuai undang-undang keolahragaan. Di mana pembinaan secara keseluruhan, menurut dia, berada di Disporapar Kalbar termasuk sarana dan prasaranya. Selain itu Disporapar juga mempunyai mitra dalam pembinaan prestasi atlet mulai dari KONI, NPC, dan FORMI.

Baca Juga :  Pemprov Raih Dua Penghargaan dari KemenPANRB

“Bahkan alat olahraga juga akan dikeluarkan, itu tidak kami rekomendasikan karena alat olahraga itu untuk kepentingan atlet berlatih dan itu atas nama Pengprov PABBSI. Jadi silahkan alat olahraga di sana yang kami tekankan yakni pemberhentian aktivitas sebagai tempat tinggal, itu yang kami tekankan tidak ada yang lain,” katanya lagi.

Setelah dikelola pemerintah, mes tersebut mekanismenya nanti akan ada yang menjaga. Sehingga, harapan dia, tidak lagi sebagai tempat tinggal atau rumah pribadi. Penjagaannya pun bakal dilaksanakan dengan cara piket harian.

Termasuk untuk lapangan softball, Windy mengatakan penghuninya berjanji dari awal, bahwa usai Idulfitri akan meninggalkan tempat tersebut. Karena memang waktu relaksasi yang diberikan sudah cukup panjang. “Mereka tadi sudah berkemas dan kami sangat menghargai kerjasama tersebut ,” ucapnya.

Kemudian untuk lapangan billiard, dijelaskan Windy seperti komitmen yang disampaikan ke pihaknya, penghuni bakal membongkar dari depan hingga setengah bangunan tersebut. Namun yang dibelakang masih diminta perpanjangan waktu. Itu karena masih akan digunakan untuk keperluan latihan. “Itu sudah disampaikan ke KONI sebagai tempat latihan dalam pelaksanaan Porprov. Maka setelah Porprov di November mendatang, maka mereka akan membongkar semuanya,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/