alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Wali Kota Kesal Lihat Pesepeda Tak Taat Protokol Covid-19

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyayangkan banyak pesepeda yang enggan mentaati protokol covid-19. Bahkan Dia melihat sendiri kondisi itu di beberapa kawasan kota. Sebagai contoh berkumpulnya para pesepeda di area promanade. Tanpa menjalankan protokol kesehatan, padahal tindakan tersebut justru bisa memunculkan kluster baru covid-19.

“Memang beberapa tempat usaha seperti warung kopi, rumah makan dan restoran sudah mulai dibuka. Namun dalam surat edaran yang saya keluarkan diminta pelaku usaha dapat menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kemarin.

Sedangkan untuk ruang fasilitas umum, seperti Taman Alun Kapuas, waterfront dan promanade hingga saat ini masih belum dibuka, karena protokol kesehatannya tengah disusun. Iapun menyayangkan kejadian kumpul-kumpul para pesepeda yang tak mengindahkan protokol kesehatan. Dalam foto tersebut mereka berswafoto dengan tidak menggunakan masker.  Dari sisi jarak pun kata dia, juga tidak diatur.

Baca Juga :  KPP Pratama Pontianak Barat Buka Pojok Pajak di Pasar Tengah

Menurut Edi, menuju new normal, hendaknya masyarakat jangan lantas kebablasan. Karena dalam penerapan new normal ini, terdapat batasan dan aturan yang mesti ditaati oleh semua masyarakat. Jika aturan-aturan tersebut tidak diindahkan, maka kerja Pemkot Pontianak yang tiga bulan ke belakang melakukan upaya pemutusan rantai covid-19 bisa menjadi sia-sia.

Edi pun meminta kepada semua masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai covid-19 di Kota Pontianak. Yaitu dengan menjaga jarak, wajib menggunakan masker, handsanitizer dan sering-sering mencuci tangan. “Jangan terlalu euforia lah. Karena di Kota Pontianak masih terjadi penularan warga yang positif dan sebagian besar OTG,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menambahkan, saat ini fasilitas umum seperti taman-taman itu belum sepenuhnya boleh ada aktivitas masyarakat. “Protokol kesehatannya kan sedang disusun. Masyarakat harusnya bersabar,” ungkapnya. Nanti jika protokol kesehatan sudah dikeluarkan barulah fasilitas umum bisa dinikmati. Dengan catatan masyarakat mesti mengindahkan aturan yang ditetapkan Pemkot Pontianak. Untuk sementara waktu, iapun meminta pengawasan di lokasi tersebut dapat sering dipantau. Tujuannya guna menghindari terjadinya kerumuman massa.(iza)

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyayangkan banyak pesepeda yang enggan mentaati protokol covid-19. Bahkan Dia melihat sendiri kondisi itu di beberapa kawasan kota. Sebagai contoh berkumpulnya para pesepeda di area promanade. Tanpa menjalankan protokol kesehatan, padahal tindakan tersebut justru bisa memunculkan kluster baru covid-19.

“Memang beberapa tempat usaha seperti warung kopi, rumah makan dan restoran sudah mulai dibuka. Namun dalam surat edaran yang saya keluarkan diminta pelaku usaha dapat menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, kemarin.

Sedangkan untuk ruang fasilitas umum, seperti Taman Alun Kapuas, waterfront dan promanade hingga saat ini masih belum dibuka, karena protokol kesehatannya tengah disusun. Iapun menyayangkan kejadian kumpul-kumpul para pesepeda yang tak mengindahkan protokol kesehatan. Dalam foto tersebut mereka berswafoto dengan tidak menggunakan masker.  Dari sisi jarak pun kata dia, juga tidak diatur.

Baca Juga :  Boleh Lepas Masker di Luar Ruangan, Vaksinasi di Pontianak Capai 90 Persen

Menurut Edi, menuju new normal, hendaknya masyarakat jangan lantas kebablasan. Karena dalam penerapan new normal ini, terdapat batasan dan aturan yang mesti ditaati oleh semua masyarakat. Jika aturan-aturan tersebut tidak diindahkan, maka kerja Pemkot Pontianak yang tiga bulan ke belakang melakukan upaya pemutusan rantai covid-19 bisa menjadi sia-sia.

Edi pun meminta kepada semua masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai covid-19 di Kota Pontianak. Yaitu dengan menjaga jarak, wajib menggunakan masker, handsanitizer dan sering-sering mencuci tangan. “Jangan terlalu euforia lah. Karena di Kota Pontianak masih terjadi penularan warga yang positif dan sebagian besar OTG,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menambahkan, saat ini fasilitas umum seperti taman-taman itu belum sepenuhnya boleh ada aktivitas masyarakat. “Protokol kesehatannya kan sedang disusun. Masyarakat harusnya bersabar,” ungkapnya. Nanti jika protokol kesehatan sudah dikeluarkan barulah fasilitas umum bisa dinikmati. Dengan catatan masyarakat mesti mengindahkan aturan yang ditetapkan Pemkot Pontianak. Untuk sementara waktu, iapun meminta pengawasan di lokasi tersebut dapat sering dipantau. Tujuannya guna menghindari terjadinya kerumuman massa.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/