alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Gajahmada Lengang, Warkop Tutup Awal

PONTIANAK – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Pontianak mulai dilaksanakan Senin (14/6) kemarin. Sejumlah kebijakan diambil Tim Satuan Tugas Penanganan Covid 19 sebagai upaya menekan penyebaran virus agar tidak semakin masif. Pantauan Pontianak Post di hari pertama PPKM, suasana jalan di beberapa titik tampak lengang. Pusat perdagangan di Jalan Gajah Mada pun  tutup lebih awal dari biasa.

Kepolisian Resort Kota Pontianak melakukan pengalihan arus lalu lintas selama PPKM Mikro berjalan hingga 14 hari ke depan. “Kami melakukan pengalihan arus lalu lintas pada ruas Jalan Gajah Mada, Hijas, Ketapang dan Jalan Reformasi Kota Pontianak,” kata Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota, Kompol Rio Sigal Hasibuan di Pontianak, Senin.

Dia menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas dalam pengetatan PPKM mulai Senin malam pukul 20.00 WIB. “Kami akan melaksanakan rekayasa dan pengalihan arus lalu-lintas untuk mendukung penerapan PPKM skala mikro secara ketat di Kota Pontianak dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak,” ujarnya.

Menurut dia, pengalihan atau rekayasa arus lalin diterapkan di Simpang Flamboyan, yaitu dari Jalan Veteran menuju Jalan Gajah Mada, kemudian simpang Jalan Diponegoro menuju Jalan Gajah Mada, kemudian Jalan Hijas dan Jalan Ketapang dari arah Jalan Tanjungpura dan Jalan Reformasi.

Baca Juga :  Genjot Ekspor Biji Pinang

Dia menambahkan bahwa pengalihan arus tersebut dilaksanakan secara selektif prioritas. Untuk petugas kesehatan, pasien rumah sakit atau orang yang akan menuju apotik, ojek online dan penduduk di daerah yang diberlakukan pengalihan arus dipersilahkan melalui jalan tersebut.

“Kami berharap kepada seluruh warga Kota Pontianak dapat mematuhi kebijakan ini dan sama-sama kita berupaya mencegah penyebarluasan Covid-19 di kota ini,” katanya.

Aturan lain yang diberlakukan selama PPKM adalah pembatasan tempat kerja dan perkantoran dengan kebijakan pimpinan instansi dengan pertimbangan kepadatan sesuai kapasitas dan menghindari kerumunan. Kemudian pembelajaran masih melalui dalam jaringan.

Untuk pengaturan pembatasan tempat usaha sampai pukul 21.00. Khusus pusat perbelanjaan dibatasi operasioanalnya hingga pukul 21.00. Sedangkan tempat usaha bidang hiburan malam sudah  harus tutup pukul 23.00.

Beberapa fasilitas umum selama PPKM Mikro juga ditutup. Tujuannya guna mengindari terjadinya kerumunan. Beberapa pemilik warung kopi , juga telah mengetahui PPKM Mikro yang mulai diberlakukan hari ini (kemarin). “Ya, warung kopi tempat biasa saya santai sudah tahu aturan PPKM Mikro. Informasi  itu didapat melalui pesan berantai Whatsaap,” ujar Dian salah satu pengunjung warkop di bilangan Jalan DR Sutomo.

Baca Juga :  Polda Gelar Silaturahmi Kamtibmas Bersama Insan Pers Kalbar

Secara pribadi, dirinya justru mendukung pemerintah menjalankan PPKM Mikro hingga 14 hari ke depan. Tujuan pemerintah memberlakukan itu, tak lain untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin banyak.

Sebagai masyarakat harusnya dapat mendukung langkah pemerintah. Sebab, jika dibiarkan dapat membuat angka ketertularan Covid-19 di Pontianak makin tinggi. Jika sudah demikian, yang susah juga masyarakat.

Dari informasinya, tampungan rumah sakit milik Pemkot Pontianak juga penuh. Jika pemerintah tidak mengambil langkah cepat, takutnya dalam penangannya akan semakin rumit.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berpesan adanya pesta sepak bola euro  tidak dimanfaatkan masayarakat untuk pergi nonton bareng. Karena berakibat menimbulkan kerumunan. “Sebaiknya masayarakat pecinta bola dapat menonton di rumah masing-masing,” imbuhnya. (iza/ant)

PONTIANAK – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Pontianak mulai dilaksanakan Senin (14/6) kemarin. Sejumlah kebijakan diambil Tim Satuan Tugas Penanganan Covid 19 sebagai upaya menekan penyebaran virus agar tidak semakin masif. Pantauan Pontianak Post di hari pertama PPKM, suasana jalan di beberapa titik tampak lengang. Pusat perdagangan di Jalan Gajah Mada pun  tutup lebih awal dari biasa.

Kepolisian Resort Kota Pontianak melakukan pengalihan arus lalu lintas selama PPKM Mikro berjalan hingga 14 hari ke depan. “Kami melakukan pengalihan arus lalu lintas pada ruas Jalan Gajah Mada, Hijas, Ketapang dan Jalan Reformasi Kota Pontianak,” kata Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota, Kompol Rio Sigal Hasibuan di Pontianak, Senin.

Dia menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas dalam pengetatan PPKM mulai Senin malam pukul 20.00 WIB. “Kami akan melaksanakan rekayasa dan pengalihan arus lalu-lintas untuk mendukung penerapan PPKM skala mikro secara ketat di Kota Pontianak dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak,” ujarnya.

Menurut dia, pengalihan atau rekayasa arus lalin diterapkan di Simpang Flamboyan, yaitu dari Jalan Veteran menuju Jalan Gajah Mada, kemudian simpang Jalan Diponegoro menuju Jalan Gajah Mada, kemudian Jalan Hijas dan Jalan Ketapang dari arah Jalan Tanjungpura dan Jalan Reformasi.

Baca Juga :  Politisi Golkar Usulkan PPKM Darurat di Zona Merah

Dia menambahkan bahwa pengalihan arus tersebut dilaksanakan secara selektif prioritas. Untuk petugas kesehatan, pasien rumah sakit atau orang yang akan menuju apotik, ojek online dan penduduk di daerah yang diberlakukan pengalihan arus dipersilahkan melalui jalan tersebut.

“Kami berharap kepada seluruh warga Kota Pontianak dapat mematuhi kebijakan ini dan sama-sama kita berupaya mencegah penyebarluasan Covid-19 di kota ini,” katanya.

Aturan lain yang diberlakukan selama PPKM adalah pembatasan tempat kerja dan perkantoran dengan kebijakan pimpinan instansi dengan pertimbangan kepadatan sesuai kapasitas dan menghindari kerumunan. Kemudian pembelajaran masih melalui dalam jaringan.

Untuk pengaturan pembatasan tempat usaha sampai pukul 21.00. Khusus pusat perbelanjaan dibatasi operasioanalnya hingga pukul 21.00. Sedangkan tempat usaha bidang hiburan malam sudah  harus tutup pukul 23.00.

Beberapa fasilitas umum selama PPKM Mikro juga ditutup. Tujuannya guna mengindari terjadinya kerumunan. Beberapa pemilik warung kopi , juga telah mengetahui PPKM Mikro yang mulai diberlakukan hari ini (kemarin). “Ya, warung kopi tempat biasa saya santai sudah tahu aturan PPKM Mikro. Informasi  itu didapat melalui pesan berantai Whatsaap,” ujar Dian salah satu pengunjung warkop di bilangan Jalan DR Sutomo.

Baca Juga :  Petugas Sita Dua Kilogram Sabu, Satu Tersangka Diamankan

Secara pribadi, dirinya justru mendukung pemerintah menjalankan PPKM Mikro hingga 14 hari ke depan. Tujuan pemerintah memberlakukan itu, tak lain untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin banyak.

Sebagai masyarakat harusnya dapat mendukung langkah pemerintah. Sebab, jika dibiarkan dapat membuat angka ketertularan Covid-19 di Pontianak makin tinggi. Jika sudah demikian, yang susah juga masyarakat.

Dari informasinya, tampungan rumah sakit milik Pemkot Pontianak juga penuh. Jika pemerintah tidak mengambil langkah cepat, takutnya dalam penangannya akan semakin rumit.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berpesan adanya pesta sepak bola euro  tidak dimanfaatkan masayarakat untuk pergi nonton bareng. Karena berakibat menimbulkan kerumunan. “Sebaiknya masayarakat pecinta bola dapat menonton di rumah masing-masing,” imbuhnya. (iza/ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/