alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Gubernur Kalbar Ingatkan ASN Ikuti Aturan

PONTIANAK – Sebanyak 1.212 pegawai mengikuti pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2022, Rabu (13/7). Dari jumlah tersebut sebanyak 887 peserta berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Sedangkan 315 peserta sisanya berasal dari 12 perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar.

Gubernur Kalbar Sutarmidji yang hadir dalam kesempatan itu berpesan, kepada seluruh peserta yang telah diambil sumpah janjinya untuk dapat memahami sumpah yang telah diucapkan. Terutama agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan selalu mengikuti peraturan yang berlaku.

“Selain memahami sumpah yang diucapkan, saudara harus dapat mengimplementasikan dan menjadi contoh bagi orang-orang yang selalu berinteraksi dengan saudara. Jangan sampai ada pemikiran yang keluar dari aturan,” pesannya.

Baca Juga :  Hidupkan Dongeng Lewat Taman Bacaan

Khusus kepada para guru yang bertugas di berbagai daerah di wilayah Kalbar. Midji, sapaan karibnya berharap mereka dapat terus mengembangkan kapasitas diri. Kemudian selalu disiplin, memiliki sikap peduli yang besar kepada para murid dan hal yang terpenting adalah selalu menaati aturan-aturan di sekolah.

“Jangan sampai melalaikan tugas. Guru yang sukses adalah guru yang selalu ditunggu kehadirannya di depan kelas oleh para murid. Jangan ada guru yang melakukan hal-hal yang tidak pantas pada murid, sehingga mereka tidak nyaman berada di sekolah,” tegasnya.

Tak hanya itu, para guru dan kepala sekolah juga diminta menanamkan rasa peduli kepada para murid demi menjaga psikologis siswa. Jika ada murid tidak mampu, pihak sekolah bisa mengajukan untuk mendapat bantuan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Seperti bantuan seragam dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Komitmen Hafizh/Hafizhah Selain Hafal Qur'an Bisa Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi

“Insyallah, akan kami siapkan. Jangan sampai ada beban psikologis pada anak. Karena dia pasti tidak akan bisa mengikuti proses belajar yang baik, meskipun IQ-nya sangat baik,” katanya.

Midji kembali berpesan kepada sekolah-sekolah yang berada di lingkungan Pemprov agar tidak menjual seragam sekolah kepada murid. Hal itu menurutnya selalu menjadi perhatian agar tidak ada sekolah yang melanggar.

“Sampaikan kepada kami kalau masih ada kepala sekolah ataupun guru yang menjual seragam sekolah. Kalau ada sekolah yang manajemennya tidak baik menurut saudara, segera berikan saran kepada pihak sekolah. Jangan dibiarkan, tetapi harus diperbaiki,” pungkasnya. (bar/r)

PONTIANAK – Sebanyak 1.212 pegawai mengikuti pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2022, Rabu (13/7). Dari jumlah tersebut sebanyak 887 peserta berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Sedangkan 315 peserta sisanya berasal dari 12 perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar.

Gubernur Kalbar Sutarmidji yang hadir dalam kesempatan itu berpesan, kepada seluruh peserta yang telah diambil sumpah janjinya untuk dapat memahami sumpah yang telah diucapkan. Terutama agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan selalu mengikuti peraturan yang berlaku.

“Selain memahami sumpah yang diucapkan, saudara harus dapat mengimplementasikan dan menjadi contoh bagi orang-orang yang selalu berinteraksi dengan saudara. Jangan sampai ada pemikiran yang keluar dari aturan,” pesannya.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Komitmen Hafizh/Hafizhah Selain Hafal Qur'an Bisa Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi

Khusus kepada para guru yang bertugas di berbagai daerah di wilayah Kalbar. Midji, sapaan karibnya berharap mereka dapat terus mengembangkan kapasitas diri. Kemudian selalu disiplin, memiliki sikap peduli yang besar kepada para murid dan hal yang terpenting adalah selalu menaati aturan-aturan di sekolah.

“Jangan sampai melalaikan tugas. Guru yang sukses adalah guru yang selalu ditunggu kehadirannya di depan kelas oleh para murid. Jangan ada guru yang melakukan hal-hal yang tidak pantas pada murid, sehingga mereka tidak nyaman berada di sekolah,” tegasnya.

Tak hanya itu, para guru dan kepala sekolah juga diminta menanamkan rasa peduli kepada para murid demi menjaga psikologis siswa. Jika ada murid tidak mampu, pihak sekolah bisa mengajukan untuk mendapat bantuan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Seperti bantuan seragam dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Meski Dilarang Beberapa Pelajar Nekat Ikut Aksi

“Insyallah, akan kami siapkan. Jangan sampai ada beban psikologis pada anak. Karena dia pasti tidak akan bisa mengikuti proses belajar yang baik, meskipun IQ-nya sangat baik,” katanya.

Midji kembali berpesan kepada sekolah-sekolah yang berada di lingkungan Pemprov agar tidak menjual seragam sekolah kepada murid. Hal itu menurutnya selalu menjadi perhatian agar tidak ada sekolah yang melanggar.

“Sampaikan kepada kami kalau masih ada kepala sekolah ataupun guru yang menjual seragam sekolah. Kalau ada sekolah yang manajemennya tidak baik menurut saudara, segera berikan saran kepada pihak sekolah. Jangan dibiarkan, tetapi harus diperbaiki,” pungkasnya. (bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/