alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Demi Adipura, Kios Ditertibkan

Pedagang Pertanyakan Surat Penertiban

PONTIANAK – Pedagang di Jalan Batanghari Timur mendatangi Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak di Jalan Ali Anyang, Senin (14/10) sekitar pukul 09.00.

Pedagang mempertanyakan penertiban yang dilakukan tim gabungan dari berbagai instansi. Mereka merasa tidak mendapat surat pemberitahuan terkait penertiban. “Kami ingin mendapatkan kejelasan, karena sama sekali tidak menerima surat pemberitahuan terkait penertiban,” kata Ketua Pedagang Jalan Batanghari Timur, Suryaman.

Kedatangan para pedagang ini diterima Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, Kepala Bidang Pasar Rachmat Suprayetno. Pertemuan digelar di ruang Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.

Suryaman menceritakan penertiban dilakukan Jumat (11/10) malam. Malam itu petugas dari tim gabungan yang turun menertibkan terpal-terpal milik pedagang di Jalan Batanghari Timur. “Kami mempertanyakan soal pengambilan terpal itu, kok malam-malam,” tanya Suryaman saat pertemuan.

Para pedagang, lanjut Suryaman, terkejut pagi hari ketika mendapati terpal yang mereka pasang sudah terbongkar. “Kami sekarang ini mencari pekerjaan itu susah, kalau pedagang kaki lima diusik-usik kasian juga mereka. Saya selaku ketua pedagang kaki lima memfasilitasi supaya mereka tidak bentrok. Dinas ini kan orangtua dari pedagang juga,” sampai Suryaman.

Baca Juga :  Wakapolda Kalbar Minta Satgas Covid-19 Lebih Proaktif

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam, Suryaman meminta agar disampaikan surat jika memang dilakukan penertiban. Pihaknya tidak menolak hanya saja surat terlebih dahulu disampaikan ketika akan ditertibkan.

“Sebenarnya kurang komunikasi saja. Surat itu sudah dilayangkan cuma tidak dilayangkan ke kami. Ke depan baiknya disampaikan ke asosiasi yang menaungi pedagang,” pinta Suryaman.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo menjelaskan penertiban yang dilakukan karena saat ini Pemerintah Kota Pontianak sedang bersiap diri untuk mengejar penghargaan adipura.

“Kami sekarang tengah giat-giatnya melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima. Ini berkaitan dengan penghargaan Adipura,” kata Haryadi dalam pertemuan.

Ia menyebutkan penertiban itu tidak hanya Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan tapi juga melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Kepolisian. Bahkan pihak kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga :  Kisah Pedagang Baju di Pasar Asahan Saat Covid-19

Lalu bagaimana dengan surat penertiban yang ditanyakan pedagang? Haryadi berdalih dalam penertiban pihaknya sudah berkirim surat. ‘Semua pedagang sudah kami surati, bukan hanya bagi pedagang di Jalan Batanghari saja. Tadi juga sudah ada komitmen bersama kalau ada PKL yang melanggar akan kami tertibkan, begitu juga pemilik ruko maupun pemilik kios,” dalih Haryadi.

Haryadi menyampaikan pihaknya tidak melarang pedagang untuk berjualan. Pihaknya hanya meminta pedagang mengikuti aturan pemerintah selama berdagang. Seperti tidak boleh memasang tenda.

Kemudian untuk Pedagang Kaki Lima juga tidak boleh masuk ke badan jalan. Mereka nanti akan diatur dengan rapi untuk berdagang di depan ruko. Para pemilik ruko juga tidak boleh menjual hingga ke halaman mereka dan harus dilowongkan pendestrian selebar-lebarnya.

“Alhamdulillah mereka semua yang hadir tadi menerima. Jadi kami akan mengatur baik itu untuk pemilik ruko hingga pemilik kios dan PKL,” jelas Haryadi. (mse)

Pedagang Pertanyakan Surat Penertiban

PONTIANAK – Pedagang di Jalan Batanghari Timur mendatangi Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak di Jalan Ali Anyang, Senin (14/10) sekitar pukul 09.00.

Pedagang mempertanyakan penertiban yang dilakukan tim gabungan dari berbagai instansi. Mereka merasa tidak mendapat surat pemberitahuan terkait penertiban. “Kami ingin mendapatkan kejelasan, karena sama sekali tidak menerima surat pemberitahuan terkait penertiban,” kata Ketua Pedagang Jalan Batanghari Timur, Suryaman.

Kedatangan para pedagang ini diterima Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo, Kepala Bidang Pasar Rachmat Suprayetno. Pertemuan digelar di ruang Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.

Suryaman menceritakan penertiban dilakukan Jumat (11/10) malam. Malam itu petugas dari tim gabungan yang turun menertibkan terpal-terpal milik pedagang di Jalan Batanghari Timur. “Kami mempertanyakan soal pengambilan terpal itu, kok malam-malam,” tanya Suryaman saat pertemuan.

Para pedagang, lanjut Suryaman, terkejut pagi hari ketika mendapati terpal yang mereka pasang sudah terbongkar. “Kami sekarang ini mencari pekerjaan itu susah, kalau pedagang kaki lima diusik-usik kasian juga mereka. Saya selaku ketua pedagang kaki lima memfasilitasi supaya mereka tidak bentrok. Dinas ini kan orangtua dari pedagang juga,” sampai Suryaman.

Baca Juga :  Pedagang GOR Sepakat Keluar dari Kawasan Gelora Khatulistiwa

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam, Suryaman meminta agar disampaikan surat jika memang dilakukan penertiban. Pihaknya tidak menolak hanya saja surat terlebih dahulu disampaikan ketika akan ditertibkan.

“Sebenarnya kurang komunikasi saja. Surat itu sudah dilayangkan cuma tidak dilayangkan ke kami. Ke depan baiknya disampaikan ke asosiasi yang menaungi pedagang,” pinta Suryaman.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Haryadi S Triwibowo menjelaskan penertiban yang dilakukan karena saat ini Pemerintah Kota Pontianak sedang bersiap diri untuk mengejar penghargaan adipura.

“Kami sekarang tengah giat-giatnya melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima. Ini berkaitan dengan penghargaan Adipura,” kata Haryadi dalam pertemuan.

Ia menyebutkan penertiban itu tidak hanya Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan tapi juga melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Kepolisian. Bahkan pihak kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga :  Batas Akhir Pindah dari Kawasan GOR, Pedagang Minta Tambah Waktu 

Lalu bagaimana dengan surat penertiban yang ditanyakan pedagang? Haryadi berdalih dalam penertiban pihaknya sudah berkirim surat. ‘Semua pedagang sudah kami surati, bukan hanya bagi pedagang di Jalan Batanghari saja. Tadi juga sudah ada komitmen bersama kalau ada PKL yang melanggar akan kami tertibkan, begitu juga pemilik ruko maupun pemilik kios,” dalih Haryadi.

Haryadi menyampaikan pihaknya tidak melarang pedagang untuk berjualan. Pihaknya hanya meminta pedagang mengikuti aturan pemerintah selama berdagang. Seperti tidak boleh memasang tenda.

Kemudian untuk Pedagang Kaki Lima juga tidak boleh masuk ke badan jalan. Mereka nanti akan diatur dengan rapi untuk berdagang di depan ruko. Para pemilik ruko juga tidak boleh menjual hingga ke halaman mereka dan harus dilowongkan pendestrian selebar-lebarnya.

“Alhamdulillah mereka semua yang hadir tadi menerima. Jadi kami akan mengatur baik itu untuk pemilik ruko hingga pemilik kios dan PKL,” jelas Haryadi. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/