alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Penganiayaan Anak, Ibu Korban Tuntut Keadilan

PONTIANAK – Desi, warga Komplek Bali Indah, Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, menuntut keadilan atas kasus penganiayaan yang dialami anaknya.

Desi menceritakan kasus yang menimpa anaknya yang masih berusia 15 tahun, terjadi pada 15 April 2019, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban dan pelaku bertemu di persimpangan komplek perumahan mereka.

Desa mengatakan, saat itu pelaku langsung memepet dengan menggunakan sepeda motornya, dan langsung mencengkram lengan korban.

“Anak saya sudah minta dilepaskan, tapi dia hiraukan, hingga anak saya memukul pipi kiri pelaku,” kata Desi, Selasa (15/10).

Oleh pelaku, lanjut Desi, anaknya hendak didorong dan akan dipukul dengan halmet. Beruntung ada tetangga melihat dan langsung melerai.

“Pelaku GS menuduh anak saya telah memukuli anaknya. Padahal, Desi hal itu tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga :  Cegah Prostitusi Anak Dengan Sinergi Semua Pihak

“Malam itu juga saya membuat laporan ke Polresta Pontianak,” ucap dia.

Desi mengatakan, ia kemudian melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan GS kepada anaknya ke Polresta Pontianak. Prosesnya di kepolisian tidak berjalan mulus. Ia sempat kebingunan, karena kasus hukum anaknya tak juga ada kejelasan.

“Sayasempat mendatangi Kejaksaan Tinggi Kalbar dan Ombudsman Kalbar untuk membuat laporan. Hingga akhirnya kasus ini naik ke pengadilan,” ucapnya.

“Saya merasa proses hukum anak saya ini berjalan lamban. Jadi saya sempat membuat laporan ke Ombudsman dan Kejati. Akhirnya kasus ini bisa sampai pengadilan,” tuturnya.

Desi menyatakan, pada Rabu 16 Oktober mendatang akan dilangsungkan sidang ke-3 dengan agenda mendengarkan saksi dari terdakwa di Pengadilan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat..

Baca Juga :  Pontianak Gempar, Ibu Anak Tewas Bersimbah Darah

Dia meminta agar pelaku ditahan. Jangan sampai ada ketimpangan
hakim harus berlaku adil dalam melakukan proses persidangan.

“Saya minta kasus ini ditangani seadil-adilnya, sebab ini perkara Undang-undang tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, penasehat hukum GS, Erik Mahendra Pratama mengatakan, pihaknya telah menyatakan mengundurkan diri dalam menangani perkara tersebut.

Surat pengunduran diri telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Pontianak, Senin 14 Oktober lalu.

Erik enggan menjelaskan terkait pengunduran diri itu. Dia hanya mengatakan, profesi advokat harus mengedepankan profesionalisme.

“Intinya, sekarang saya sudah bukan pengacaranya lagi. Jadi bukan ranah saya untuk berkomentar apalagi terkait perkara tersebut,” pungkasnya. (adg)

PONTIANAK – Desi, warga Komplek Bali Indah, Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, menuntut keadilan atas kasus penganiayaan yang dialami anaknya.

Desi menceritakan kasus yang menimpa anaknya yang masih berusia 15 tahun, terjadi pada 15 April 2019, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban dan pelaku bertemu di persimpangan komplek perumahan mereka.

Desa mengatakan, saat itu pelaku langsung memepet dengan menggunakan sepeda motornya, dan langsung mencengkram lengan korban.

“Anak saya sudah minta dilepaskan, tapi dia hiraukan, hingga anak saya memukul pipi kiri pelaku,” kata Desi, Selasa (15/10).

Oleh pelaku, lanjut Desi, anaknya hendak didorong dan akan dipukul dengan halmet. Beruntung ada tetangga melihat dan langsung melerai.

“Pelaku GS menuduh anak saya telah memukuli anaknya. Padahal, Desi hal itu tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga :  Hadir di Pontianak, Yamet Bantu Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus

“Malam itu juga saya membuat laporan ke Polresta Pontianak,” ucap dia.

Desi mengatakan, ia kemudian melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan GS kepada anaknya ke Polresta Pontianak. Prosesnya di kepolisian tidak berjalan mulus. Ia sempat kebingunan, karena kasus hukum anaknya tak juga ada kejelasan.

“Sayasempat mendatangi Kejaksaan Tinggi Kalbar dan Ombudsman Kalbar untuk membuat laporan. Hingga akhirnya kasus ini naik ke pengadilan,” ucapnya.

“Saya merasa proses hukum anak saya ini berjalan lamban. Jadi saya sempat membuat laporan ke Ombudsman dan Kejati. Akhirnya kasus ini bisa sampai pengadilan,” tuturnya.

Desi menyatakan, pada Rabu 16 Oktober mendatang akan dilangsungkan sidang ke-3 dengan agenda mendengarkan saksi dari terdakwa di Pengadilan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat..

Baca Juga :  Masih Ada 200 Desa Belum Berlistrik di Kalimantan Barat

Dia meminta agar pelaku ditahan. Jangan sampai ada ketimpangan
hakim harus berlaku adil dalam melakukan proses persidangan.

“Saya minta kasus ini ditangani seadil-adilnya, sebab ini perkara Undang-undang tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, penasehat hukum GS, Erik Mahendra Pratama mengatakan, pihaknya telah menyatakan mengundurkan diri dalam menangani perkara tersebut.

Surat pengunduran diri telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Pontianak, Senin 14 Oktober lalu.

Erik enggan menjelaskan terkait pengunduran diri itu. Dia hanya mengatakan, profesi advokat harus mengedepankan profesionalisme.

“Intinya, sekarang saya sudah bukan pengacaranya lagi. Jadi bukan ranah saya untuk berkomentar apalagi terkait perkara tersebut,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/