alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Warga Keluhkan Macet

Penutupan Jembatan Kapuas II Diatur Ulang

PONTIANAK – Penutupan sementara Jembatan Kapuas II untuk penggantian bracing atau ikatan angin yang rusak berdampak pada kemacetan di berbagai ruas jalan. Terutama di Jembatan Kapuas I yang menjadi tujuan pengalihan arus lalu lintas, macet parah tak terelakkan mulai sore hingga malam hari, Senin (14/10).

Pontianak Post mencoba melintasi Jembatan Kapuas I pada sore kemarin. Menggunakan sepeda motor, sekitar pukul 15.27 WIB kemacetan mulai terjadi di perempatan Jalan Gajah Mada (depan Pasar Flamboyan). Meski demikian pada waktu tersebut kendaraan masih bisa berjalan perlahan. Tidak stagnan. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke Jalan Tanjung Raya II (simpang RS Yarsi-Panglima Aim). Dari depan Pasar Flamboyan berangkat pukul 15.27 sampai di simpang RS Yarsi-Panglima Aim sekitar pukul 15.45. Kemacetan yang begitu parah terlihat pada arah sebaliknya. Kendaraan roda empat dan roda dua mengular di sepanjang Jalan Tanjung Raya II menuju arah Jembatan Kapuas I.

Setelah itu, macet parah ternyata sudah tak terelakkan. Dari pengakuan salah satu warga Jepri (38 tahun), kondisi macet sangat parah. Awalnya sekitar pukul 17.00, ia yang hendak pulang bekerja dari Pontianak Kota ke Pontianak Timur sudah terjebak macet di Jalan Tanjungpura. Sepeda motornya hampir tak bisa bergerak tepat di kawasan depan Mal Ramayana.

“Melihat kondisi itu saya akhirnya memutar balik pas di putaran depan bank BCA Tanjungpura dan rehat sejenak di warkop sambil menunggu situasi. Apabila sudah agak lancar, baru saya lanjutkan perjalanan,” ceritanya.

Pria yang tinggal di Komplek Griya Mayor Pontianak Timur itu sempat bingung memikirkan berapa lama harus menunggu jalanan sepi. Apalagi melihat perkembangan situasi di media sosial membuatnya semakin putus asa. Semakin malam macet justru semakin parah. “Sempat ada rencana menggunakan sampan untuk menyeberang,” akunya.

Baca Juga :  Dewan Kalbar Apresiasi Pembangunan Duplikasi JK I, Harusnya Tuntas Tahun 2022

Namun karena mendengar kabar di sepanjang Jalan Tanjung Raya I dan II juga terjadi macet parah, niat untuk menyeberang menggunakan sampan mesin ia urungkan. Akhirnya Jepri kembali meneruskan perjalanan dan kembali terjebak macet di Jalan Tanjungpura. Sampai sekitar pukul 19.40 ia masih berjibaku dengan macet untuk bisa melintasi Jembatan Kapuas I.

“Sudah terjebak di (jalan) Tanjungpura, sudah terlambat mau mutar balik arah,” katanya ketika mendengar kabar mulai pukul 19.00 Jembatan Kapuas II sudah kembali dibuka.

Kembali dibukanya Jembatan Kapuas II mulai pukul 19.00 tadi malam merupakan kebijakan dari Gubernur Kalbar Sutarmidji. Ia merespon cepat keluhan warga yang mengalami macet begitu parah.

“Saya sudah suruh buka (Jembatan Kapuas II). Melihat kondisi kemacetan yang luar biasa, maka segera lakukan evaluasi jam penutupan,” katanya kepada Pontianak Post malam tadi.

Midji sapaan akrabnya mengatakan, untuk jam-jam sibuk atau padat Jembatan Kapuas II tidak akan ditutup. Terutama saat pagi dan sore hari ketika arus lalu lintas sangat padat. “Tapi kalau dibiarkan lama perbaikannya (Jembatan Kapuas II) bahaya juga. Karena mengurangi daya dukung beban, Insyallah besok (hari ini) sudah akan dievaluasi,” ujarnya.

Midji memutuskan mulai Selasa (15/10), jadwal buka tutup Jembatan Kapuas II diubah. Yakni dibuka dari pukul 05.00 hingga 10.00. Lalu ditutup dari pukul 10.00 hingga 15.00 untuk pengerjaan perbaikan.

Jembatan kemudian akan kembali dibuka pada pukul 15.00 hingga 22.00 dan kembali ditutup untuk pengerjaan pada pukul 22.00 hingga 05.00 dini hari.

Dengan adanya jadwal baru tersebut otomatis jadwal yang berlaku sebelumnya tidak lagi berlaku. Seperti diketahui Dinas Perhubungan Kalbar sebelumnya telah mengeluarkan surat pemberitahuan pembatasan waktu operasi dan pengalihan arus lalu lintas di Jembatan Kapuas II.

Baca Juga :  Jembatan Kapuas Macet Parah, Mobil Motor Jalan Merayap

Surat yang ditandatangani oleh Pejabat Mewakili (Pjw) Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Sukaryadi tertanggal 11 Oktober 2019 itu, dijelaskan beberapa hal.

Pertama pekerjaan pemasangan ikatan angin Jembatan Kapuas II di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mulai dilaksanakan pada Minggu (13/10). Selama kurang lebih dua puluh hari dengan waktu pemasangan antara pukul 12.00 sampai 24.00.

Selama pekerjaan pemasangan ikatan angin dilaksanakan, maka arus lalu lintas kendaraan yang melewati Jembatan Kapuas II ditutup dan diialihkan ke Jembatan Kapuas I. Operasional jembatan Kapuas II tetap dibuka setiap hari mulai pukul 00.00 sampai 12.00.

Khusus untuk angkutan penumpang umum (bus sedang dan bus besar), angkutan barang, alat berat dan kontainer diharapkan agar menyesuaikan dengan jadwal operasional Jembatan Kapuas II. Dilaksanakan guna menghindari terjadinya kemacetan dan memenuhi daya dukung Jembatan Kapuas I.

Kemudian selama pekerjaan pemasangan ikatan angin di Jembatan Kapuas II, akan dilaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Yakni oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar, Polresta Pontianak, Dinas Perhubungan Kalbar, Dinas Perhubungan Pontianak, Dinas Perhubungan Kubu Raya dan Satpol PP Kalbar.

Sedangkan untuk pengalihan arus lalu lintas di Jembatan Kapuas I dilakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dari Polresta Pontianak dan Dinas Perhubungan Pontianak secara bersinergis.

Surat tersebut dikeluarkan sehubungan dengan surat Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar NomorĀ  600/1513/PUPR-B/2019 tanggal 10 Oktober 2019. Dan memperhatikan berita acara kesepakatan Rapat Koordinasi pengamanan pemasangan bracing Jembatan Kapuas II pada Rabu (9/10) di Dinas PUPR Kalbar. (bar)

Penutupan Jembatan Kapuas II Diatur Ulang

PONTIANAK – Penutupan sementara Jembatan Kapuas II untuk penggantian bracing atau ikatan angin yang rusak berdampak pada kemacetan di berbagai ruas jalan. Terutama di Jembatan Kapuas I yang menjadi tujuan pengalihan arus lalu lintas, macet parah tak terelakkan mulai sore hingga malam hari, Senin (14/10).

Pontianak Post mencoba melintasi Jembatan Kapuas I pada sore kemarin. Menggunakan sepeda motor, sekitar pukul 15.27 WIB kemacetan mulai terjadi di perempatan Jalan Gajah Mada (depan Pasar Flamboyan). Meski demikian pada waktu tersebut kendaraan masih bisa berjalan perlahan. Tidak stagnan. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke Jalan Tanjung Raya II (simpang RS Yarsi-Panglima Aim). Dari depan Pasar Flamboyan berangkat pukul 15.27 sampai di simpang RS Yarsi-Panglima Aim sekitar pukul 15.45. Kemacetan yang begitu parah terlihat pada arah sebaliknya. Kendaraan roda empat dan roda dua mengular di sepanjang Jalan Tanjung Raya II menuju arah Jembatan Kapuas I.

Setelah itu, macet parah ternyata sudah tak terelakkan. Dari pengakuan salah satu warga Jepri (38 tahun), kondisi macet sangat parah. Awalnya sekitar pukul 17.00, ia yang hendak pulang bekerja dari Pontianak Kota ke Pontianak Timur sudah terjebak macet di Jalan Tanjungpura. Sepeda motornya hampir tak bisa bergerak tepat di kawasan depan Mal Ramayana.

“Melihat kondisi itu saya akhirnya memutar balik pas di putaran depan bank BCA Tanjungpura dan rehat sejenak di warkop sambil menunggu situasi. Apabila sudah agak lancar, baru saya lanjutkan perjalanan,” ceritanya.

Pria yang tinggal di Komplek Griya Mayor Pontianak Timur itu sempat bingung memikirkan berapa lama harus menunggu jalanan sepi. Apalagi melihat perkembangan situasi di media sosial membuatnya semakin putus asa. Semakin malam macet justru semakin parah. “Sempat ada rencana menggunakan sampan untuk menyeberang,” akunya.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Langka dan Kualitas Rendah

Namun karena mendengar kabar di sepanjang Jalan Tanjung Raya I dan II juga terjadi macet parah, niat untuk menyeberang menggunakan sampan mesin ia urungkan. Akhirnya Jepri kembali meneruskan perjalanan dan kembali terjebak macet di Jalan Tanjungpura. Sampai sekitar pukul 19.40 ia masih berjibaku dengan macet untuk bisa melintasi Jembatan Kapuas I.

“Sudah terjebak di (jalan) Tanjungpura, sudah terlambat mau mutar balik arah,” katanya ketika mendengar kabar mulai pukul 19.00 Jembatan Kapuas II sudah kembali dibuka.

Kembali dibukanya Jembatan Kapuas II mulai pukul 19.00 tadi malam merupakan kebijakan dari Gubernur Kalbar Sutarmidji. Ia merespon cepat keluhan warga yang mengalami macet begitu parah.

“Saya sudah suruh buka (Jembatan Kapuas II). Melihat kondisi kemacetan yang luar biasa, maka segera lakukan evaluasi jam penutupan,” katanya kepada Pontianak Post malam tadi.

Midji sapaan akrabnya mengatakan, untuk jam-jam sibuk atau padat Jembatan Kapuas II tidak akan ditutup. Terutama saat pagi dan sore hari ketika arus lalu lintas sangat padat. “Tapi kalau dibiarkan lama perbaikannya (Jembatan Kapuas II) bahaya juga. Karena mengurangi daya dukung beban, Insyallah besok (hari ini) sudah akan dievaluasi,” ujarnya.

Midji memutuskan mulai Selasa (15/10), jadwal buka tutup Jembatan Kapuas II diubah. Yakni dibuka dari pukul 05.00 hingga 10.00. Lalu ditutup dari pukul 10.00 hingga 15.00 untuk pengerjaan perbaikan.

Jembatan kemudian akan kembali dibuka pada pukul 15.00 hingga 22.00 dan kembali ditutup untuk pengerjaan pada pukul 22.00 hingga 05.00 dini hari.

Dengan adanya jadwal baru tersebut otomatis jadwal yang berlaku sebelumnya tidak lagi berlaku. Seperti diketahui Dinas Perhubungan Kalbar sebelumnya telah mengeluarkan surat pemberitahuan pembatasan waktu operasi dan pengalihan arus lalu lintas di Jembatan Kapuas II.

Baca Juga :  Pemprov Lelang Aset untuk Pembiayaan Kapuas III

Surat yang ditandatangani oleh Pejabat Mewakili (Pjw) Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Sukaryadi tertanggal 11 Oktober 2019 itu, dijelaskan beberapa hal.

Pertama pekerjaan pemasangan ikatan angin Jembatan Kapuas II di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mulai dilaksanakan pada Minggu (13/10). Selama kurang lebih dua puluh hari dengan waktu pemasangan antara pukul 12.00 sampai 24.00.

Selama pekerjaan pemasangan ikatan angin dilaksanakan, maka arus lalu lintas kendaraan yang melewati Jembatan Kapuas II ditutup dan diialihkan ke Jembatan Kapuas I. Operasional jembatan Kapuas II tetap dibuka setiap hari mulai pukul 00.00 sampai 12.00.

Khusus untuk angkutan penumpang umum (bus sedang dan bus besar), angkutan barang, alat berat dan kontainer diharapkan agar menyesuaikan dengan jadwal operasional Jembatan Kapuas II. Dilaksanakan guna menghindari terjadinya kemacetan dan memenuhi daya dukung Jembatan Kapuas I.

Kemudian selama pekerjaan pemasangan ikatan angin di Jembatan Kapuas II, akan dilaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Yakni oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar, Polresta Pontianak, Dinas Perhubungan Kalbar, Dinas Perhubungan Pontianak, Dinas Perhubungan Kubu Raya dan Satpol PP Kalbar.

Sedangkan untuk pengalihan arus lalu lintas di Jembatan Kapuas I dilakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dari Polresta Pontianak dan Dinas Perhubungan Pontianak secara bersinergis.

Surat tersebut dikeluarkan sehubungan dengan surat Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar NomorĀ  600/1513/PUPR-B/2019 tanggal 10 Oktober 2019. Dan memperhatikan berita acara kesepakatan Rapat Koordinasi pengamanan pemasangan bracing Jembatan Kapuas II pada Rabu (9/10) di Dinas PUPR Kalbar. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/