alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Cuaca Masih Ekstrem, Warga Diminta Waspadai

PONTIANAK – Gangguan cuaca di Kalimantan Barat berupa hujan lebat, petir, angin kencang, dan air pasang menenggelamkan beberapa pemukiman kampung penduduk di Kalimantan Barat masih berpeluang terjadi. Masyarakat Kalbar pada 14 kabupaten/kota diminta tetap waspada apabila bepergian ke luar rumah.

Sutikno, forecaster BMKG Supadio Pontianak menyebutkan bahwa kondisi cuaca dan prospek cuaca terkini di Kalbar update pada 15 Januari 2021 dari Stasiun Pengamatan Cuaca menunjukkan data curah hujan secara umum hujan dalam kriteria sangat pendek (1 – 5 hari). “Pagi hari berawan, kabut, hujan ringan, hujan petir,” katanya

Sementara siang hari berawan, hujan ringan, hujan petir. Untuk sore hari yakni berawan, hujan ringan. Malam hari berawan, hujan ringan-lebat termasuk sampai dini hari  yakni berawan, kabut, hujan ringan. Suhunya dari 23 sampai 32 derajat celcius. Dengan ukuran kelembaban udara diperkirakan 60 sampai 100 persen.

Baca Juga :  Bakti Sosial Baguna Kalbar

“Angin dari arah Barat-Utara dengan kecepatan 10-20 km/jam. Harus diwaspadai terjadinya potensi hujan dapat disertai guntur, petir, dan angin kencang berdurasi singkat,” kata dia.

Di satu sisi arah angin juga dominan bergerak dari selatan-timur laut dengan kecepatan angin maksimum tertinggi sebesar 24 km/jam. Sebarannya terjadi di Kabupaten Mempawah, diman suhu udara tertinggi yaitu 33 celcius di Mempawah. Sementara suhu udara terendah 22,8 celcius terjadi di  Kubu Raya dan Kapuas Hulu.

Untuk visibility (jarak pandang) mendatar secara umum berada di atas 1.000 meter. Jarak pandang di bawah 1.000 meter disebabkan karena hujan.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menyebutkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, angin kencang berdurasi singkat termasuk gelombang laut kategori tinggi hingga ekstrem bersama pasang air laut menerpa Kalbar.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Helikopter Mendarat Darurat

BMKG Kalimantan Barat sudah merelease cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam sepekan belakangan  dipengaruhi banyak faktor pendukung.

“Pada skala global La Nina kategori Moderat berpengaruh menambah potensi hujan. Aktifnya madden julian oscillation (MJO) diduga kuat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem selama sepekan terakhir di Kalbar,” ujarnya.(den)

PONTIANAK – Gangguan cuaca di Kalimantan Barat berupa hujan lebat, petir, angin kencang, dan air pasang menenggelamkan beberapa pemukiman kampung penduduk di Kalimantan Barat masih berpeluang terjadi. Masyarakat Kalbar pada 14 kabupaten/kota diminta tetap waspada apabila bepergian ke luar rumah.

Sutikno, forecaster BMKG Supadio Pontianak menyebutkan bahwa kondisi cuaca dan prospek cuaca terkini di Kalbar update pada 15 Januari 2021 dari Stasiun Pengamatan Cuaca menunjukkan data curah hujan secara umum hujan dalam kriteria sangat pendek (1 – 5 hari). “Pagi hari berawan, kabut, hujan ringan, hujan petir,” katanya

Sementara siang hari berawan, hujan ringan, hujan petir. Untuk sore hari yakni berawan, hujan ringan. Malam hari berawan, hujan ringan-lebat termasuk sampai dini hari  yakni berawan, kabut, hujan ringan. Suhunya dari 23 sampai 32 derajat celcius. Dengan ukuran kelembaban udara diperkirakan 60 sampai 100 persen.

Baca Juga :  La Nina Moderat dan MJO Penyebab Cuaca Ekstrem Kalbar

“Angin dari arah Barat-Utara dengan kecepatan 10-20 km/jam. Harus diwaspadai terjadinya potensi hujan dapat disertai guntur, petir, dan angin kencang berdurasi singkat,” kata dia.

Di satu sisi arah angin juga dominan bergerak dari selatan-timur laut dengan kecepatan angin maksimum tertinggi sebesar 24 km/jam. Sebarannya terjadi di Kabupaten Mempawah, diman suhu udara tertinggi yaitu 33 celcius di Mempawah. Sementara suhu udara terendah 22,8 celcius terjadi di  Kubu Raya dan Kapuas Hulu.

Untuk visibility (jarak pandang) mendatar secara umum berada di atas 1.000 meter. Jarak pandang di bawah 1.000 meter disebabkan karena hujan.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori menyebutkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, angin kencang berdurasi singkat termasuk gelombang laut kategori tinggi hingga ekstrem bersama pasang air laut menerpa Kalbar.

Baca Juga :  Angin Kencang Hantam 33 Rumah, Sejumlah Warga Luka-luka

BMKG Kalimantan Barat sudah merelease cuaca ekstrem hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam sepekan belakangan  dipengaruhi banyak faktor pendukung.

“Pada skala global La Nina kategori Moderat berpengaruh menambah potensi hujan. Aktifnya madden julian oscillation (MJO) diduga kuat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem selama sepekan terakhir di Kalbar,” ujarnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/