alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ponpes Mahasiswa Aswaja Siap Dibangun

PONDOK Pesantren Mahasiswa Aswaja siap dibangun. Pondok pesantren setara Strata 1 di Peguruan Tinggi itu, dalam poses pembangunan. Jumat (15/1), digelar peletakan batu pertama  pembangunan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono disaksikan Wakil Walikota Pontianak, Bahasan dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak.

Edi mengapresiasi pembangunan pondok pesantren di Jalan Purnama I, Gang Keluarga RT 003, RW XI Kelurahan Akcaya itu. Berdirinya Pondok Pesantren ini, kata dia menambah deretan Pondok Pesantren yang ada di Pontianak dalam mendukung upaya mencerdaskan generasi muda dengan mengedepankan pendidikan.

“Mengedepankan pendidikan, akan terhindar dari kebodohan, maka akan terhindar dari kemiskinan, dan keburukan lainnya,” kata Edi.

Dia berharap proses pembangunan akan sesuai target. Edi berpesan, dalam proses pembangunan tidak sekadar mengedepankan pembangunan sesuai target, tetapi juga mengutamakan keamanan terkait dengan konstruksi bangunan.  “Saya yakin pasti akan sesuai target,” timpalnya.

Baca Juga :  Juara Dunia Tinju Daud Yordan Berkunjung ke Pontianak Post

Ketua PCNU Kota Pontianak, Ahmad Faruki mengatakan tanah seluas 2.000 meter persegi ini  merupakan wakaf dari mendiang Fatma pada 2002 lalu. Lebih kurang 18 tahun, tanah ini masih belum dapat difungsikan sebagai lembaga pendidikan sebagaimana amanah Fatma. Dasar itulah, tanah ini akan dibangun lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan Kitab Kuning juga pendalaman pendidikan agama.

“Harapannya, pondok pesantren ini dapat mencetak kader-kader ulama. Apalagi baru saja kita kehilangan ulama, bahkan banyak ulama Nu yang tutup usia,” jelasnya.

Meninggalnya para ulama ini, kata dia merupakan pesan untuk menuntut ilmu. Sebab salah satu cara Allah swt mencabut ilmu dari muka bumi adalah dengan diwafatkannya para ulama. Maka pentingnya menyiapkan generasi muda yang berilmu.  “Tenaga pengajar pondok pesantren ini merupakan ulama NU,” tambahnya.

Baca Juga :  Optimalisasi Barang Milik Negara dengan Pemindahtanganan

Ahmad, Kholil, Ketua Panitia Pembangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Aswaja ini mengatakan, poses pembangunan membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Mulai dari perizinan, material hingga pendananaan. Panitia membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Pondok Pesantren ini.  Awal pembangunan ini, kata dia sudah terkumpul sebanyak 1300 sak semen dan 300 besi ukuran 12 in.

“Tentunya kami masih mengharapkan donasi dari banyak pihak untuk mempercepat pembangunan, sehingga Pondok Pesantren ini segera difungsikan,” pungkasnya. (mrd)

PONDOK Pesantren Mahasiswa Aswaja siap dibangun. Pondok pesantren setara Strata 1 di Peguruan Tinggi itu, dalam poses pembangunan. Jumat (15/1), digelar peletakan batu pertama  pembangunan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono disaksikan Wakil Walikota Pontianak, Bahasan dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak.

Edi mengapresiasi pembangunan pondok pesantren di Jalan Purnama I, Gang Keluarga RT 003, RW XI Kelurahan Akcaya itu. Berdirinya Pondok Pesantren ini, kata dia menambah deretan Pondok Pesantren yang ada di Pontianak dalam mendukung upaya mencerdaskan generasi muda dengan mengedepankan pendidikan.

“Mengedepankan pendidikan, akan terhindar dari kebodohan, maka akan terhindar dari kemiskinan, dan keburukan lainnya,” kata Edi.

Dia berharap proses pembangunan akan sesuai target. Edi berpesan, dalam proses pembangunan tidak sekadar mengedepankan pembangunan sesuai target, tetapi juga mengutamakan keamanan terkait dengan konstruksi bangunan.  “Saya yakin pasti akan sesuai target,” timpalnya.

Baca Juga :  Edi Kamtono Tandai Pembangunan Masjid di Parit Mayor

Ketua PCNU Kota Pontianak, Ahmad Faruki mengatakan tanah seluas 2.000 meter persegi ini  merupakan wakaf dari mendiang Fatma pada 2002 lalu. Lebih kurang 18 tahun, tanah ini masih belum dapat difungsikan sebagai lembaga pendidikan sebagaimana amanah Fatma. Dasar itulah, tanah ini akan dibangun lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan Kitab Kuning juga pendalaman pendidikan agama.

“Harapannya, pondok pesantren ini dapat mencetak kader-kader ulama. Apalagi baru saja kita kehilangan ulama, bahkan banyak ulama Nu yang tutup usia,” jelasnya.

Meninggalnya para ulama ini, kata dia merupakan pesan untuk menuntut ilmu. Sebab salah satu cara Allah swt mencabut ilmu dari muka bumi adalah dengan diwafatkannya para ulama. Maka pentingnya menyiapkan generasi muda yang berilmu.  “Tenaga pengajar pondok pesantren ini merupakan ulama NU,” tambahnya.

Baca Juga :  Boleh Lepas Masker di Luar Ruangan, Vaksinasi di Pontianak Capai 90 Persen

Ahmad, Kholil, Ketua Panitia Pembangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Aswaja ini mengatakan, poses pembangunan membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Mulai dari perizinan, material hingga pendananaan. Panitia membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Pondok Pesantren ini.  Awal pembangunan ini, kata dia sudah terkumpul sebanyak 1300 sak semen dan 300 besi ukuran 12 in.

“Tentunya kami masih mengharapkan donasi dari banyak pihak untuk mempercepat pembangunan, sehingga Pondok Pesantren ini segera difungsikan,” pungkasnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/