alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pascaoperasi Bocor Jantung, Berat Badan Bertambah

Selvi Anjani, balita 18 bulan ini sudah menjalani serangkaian operasi mengobati bocor jantung yang dideritanya. Pasien Program Dompet Simpatik Pontianak Post bekerjasama dengan Dompet Ummat, didukung donatur itu sudah tak mengeluhkan sesak seperti biasanya.

MARSITA RIANDINI, Pontianak. Selvi Anjani sedang menikmati bubur saat berkunjung ke Redaksi Pontianak Post. Berlari-lari ceria, dengan bobot tubuhnya yang sudah bertambah dibanding beberapa bulan lalu, sebelum operasi. Selvi baru saja pulang dari Jakarta. Sebulan lebih ia di sana untuk menjalani serangkaian operasi, mengobati jantungnya yang bocor.

Seminggu setelah dari rumah sakit, Selvi masih masih harus menunggu pemeriksaan kedua pascaoperasi untuk memastikan boleh tidaknya pulang ke Kalbar. Hasilnya perkembangan Selvi bagus, bahkan berat badannya juga bertambah dan sesaknya jauh berkurang dari sebelumnya.

Lia, ibu Selvi mengatakan, sejak lahir kondisi anaknya tampak biasa-biasa saja. Namun, kejanggalan baru terasa di usia satu bulan. Bahkan di usia dua bulan, Selvi pernah nangis tanpa suara. Bulan ke tiga usianya, Selvi demam yang lama. Di bulan ke empat dadanya tampak cekung. “Saat usianya delapan bulan kami bawa ke puskesmas, dan disarankan ke dokter anak. Dari situlah kami tahu anak kami mengalami kelainan jantung, kata dokter semacam bocor jantung dan harus diperiksa di Pontianak,” ujar dia.

Baca Juga :  Puskesmas Gang Sehat Miliki Alat VITHA

Sejak itu keluhan yang dirasakan Selvi semakin sering. Orang tuanya pun membatasi ruang gerak anaknya. Selvi mudah lelah, dan menangis jika mengalami sesak. Sementara itu, kedua orang tuanya tak memiliki biaya yang cukup untuk membawa anak ke empatnya ini ke rumah sakit di Jakarta.

Melalui program Dompet Simpatik Pontianak Post, biaya transportasi, akomodasi dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Lia pun bersyukur, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kesembuhan buah hatinya. “Saya bersyukur kepada Allah, dan berterima kasih kepada Pontianak Post, Dompet Ummat, dan donatur yang telah membantu kesembuhan Selvi,” jelasnya haru dan berdoa agar kebaikan ini mendapat balasan.

Selvi masih harus menunggu satu tahun lagi untuk proses penyembuhan. Selama tiga bulan ini, ia harus dijaga dari jatuh atau pun terbentur. Jika tidak, akan membahayakan kondisinya yang baru saja menjalani operasi.

Baca Juga :  Pesan Wali Kota ke Pengurus Basnaz; Penyaluran Zakat Mesti Tepat Sasar

Sesekali ada sesak yang dirasakan Selvi. Menurut dokter itu akibat darah dari jantung kanan yang bocor merembes ke paru-paru. Namun, ini akan hilang seiring bertambah usianya. “Kata dokter kalau ditepuk tepuk belakangnya, nanti juga lama-lama pulih,” jelas dia. Setelah satu tahun, Selvi dibawa lagi ke Jakarta untuk kontrol selanjutnya. Orang tuanya berharap hasilnya baik dan Selvi pulih bisa menjalani kehidupannya layaknya anak seusianya. (*)

Selvi Anjani, balita 18 bulan ini sudah menjalani serangkaian operasi mengobati bocor jantung yang dideritanya. Pasien Program Dompet Simpatik Pontianak Post bekerjasama dengan Dompet Ummat, didukung donatur itu sudah tak mengeluhkan sesak seperti biasanya.

MARSITA RIANDINI, Pontianak. Selvi Anjani sedang menikmati bubur saat berkunjung ke Redaksi Pontianak Post. Berlari-lari ceria, dengan bobot tubuhnya yang sudah bertambah dibanding beberapa bulan lalu, sebelum operasi. Selvi baru saja pulang dari Jakarta. Sebulan lebih ia di sana untuk menjalani serangkaian operasi, mengobati jantungnya yang bocor.

Seminggu setelah dari rumah sakit, Selvi masih masih harus menunggu pemeriksaan kedua pascaoperasi untuk memastikan boleh tidaknya pulang ke Kalbar. Hasilnya perkembangan Selvi bagus, bahkan berat badannya juga bertambah dan sesaknya jauh berkurang dari sebelumnya.

Lia, ibu Selvi mengatakan, sejak lahir kondisi anaknya tampak biasa-biasa saja. Namun, kejanggalan baru terasa di usia satu bulan. Bahkan di usia dua bulan, Selvi pernah nangis tanpa suara. Bulan ke tiga usianya, Selvi demam yang lama. Di bulan ke empat dadanya tampak cekung. “Saat usianya delapan bulan kami bawa ke puskesmas, dan disarankan ke dokter anak. Dari situlah kami tahu anak kami mengalami kelainan jantung, kata dokter semacam bocor jantung dan harus diperiksa di Pontianak,” ujar dia.

Baca Juga :  Selvi, Balita Jantung Bocor Dirujuk Ke Jakarta

Sejak itu keluhan yang dirasakan Selvi semakin sering. Orang tuanya pun membatasi ruang gerak anaknya. Selvi mudah lelah, dan menangis jika mengalami sesak. Sementara itu, kedua orang tuanya tak memiliki biaya yang cukup untuk membawa anak ke empatnya ini ke rumah sakit di Jakarta.

Melalui program Dompet Simpatik Pontianak Post, biaya transportasi, akomodasi dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Lia pun bersyukur, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kesembuhan buah hatinya. “Saya bersyukur kepada Allah, dan berterima kasih kepada Pontianak Post, Dompet Ummat, dan donatur yang telah membantu kesembuhan Selvi,” jelasnya haru dan berdoa agar kebaikan ini mendapat balasan.

Selvi masih harus menunggu satu tahun lagi untuk proses penyembuhan. Selama tiga bulan ini, ia harus dijaga dari jatuh atau pun terbentur. Jika tidak, akan membahayakan kondisinya yang baru saja menjalani operasi.

Baca Juga :  Satarudin Ucapkan Selamat Lebaran Melalui WhatsApp

Sesekali ada sesak yang dirasakan Selvi. Menurut dokter itu akibat darah dari jantung kanan yang bocor merembes ke paru-paru. Namun, ini akan hilang seiring bertambah usianya. “Kata dokter kalau ditepuk tepuk belakangnya, nanti juga lama-lama pulih,” jelas dia. Setelah satu tahun, Selvi dibawa lagi ke Jakarta untuk kontrol selanjutnya. Orang tuanya berharap hasilnya baik dan Selvi pulih bisa menjalani kehidupannya layaknya anak seusianya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/