alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Elsa Anak Petani Sambas Wakili Kalbar di Final LIDA 2021

PONTIANAK- Elsa seorang remaja asal Desa Matang Segarau, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas bernama Elsa berhasil menyisihkan ratusan kontestan di Kalimantan Barat untuk melaju ke babak final Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021. Gadis 18 tahun yang masih duduk di kelas 3 SMK ini mengaku tak menyangka terpilih menjadi perwakilan Kalbar untuk beradu dengan bakat-bakat emas tanah air lainnya.

“Saya tidak menyangka bisa lolos. Soalnya saya sudah pasrah karena waktu audisi beberapa komentar dari juri saat audisi di Jakarta agak pedas. Saya sempat pasrah dan berpikir pasti tidak terpilih,” ujarnya saat diwawancarai Pontianak Post, kemarin (15/3).

Namun setelah serangkaian audisi panjang sejak tahun lalu secara online dan. Baik menyanyai maupun wawancara dia berhasil mengenggam golden ticket. Hal ini membuatnya dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta dan tinggal di sana untuk gelaran akbar LIDA. Di sela-sela waktu yang singkat, dia terus mempersiapkan diri. Apalagi dia juga dihadapkan pada ujian kelulusan sekolah. “Sejauh ini orangtua dan sekolah mensupport saya di LIDA. Jadi tidak masalah. Andaikan harus tinggal di Jakarta saya akan mengajukan cuti sekolah,” sebut dia.

Baca Juga :  Pelabuhan Dwikora Ditutup

Lahir dari keluarga petani, Elsa sendiri menyebut ketertarikannya dengan musik dangdut berasal dari kedua orangtuanya. Ayahnya adalah seorang pemain keyboard di desanya. Sedangkan sang ibu juga hobi menyanyi dan memiliki suara lumayan. Namun hasratnya untuk ikut LIDA berawal dari meledaknya nama Lesty Kejora yang menjadi juara event serupa. “Saya mau membuat orangtua bangga. Mengubah nasib keluarha dan menghajikan mereka. Mudah-mudahan LIDA bisa menjadi jalan,” sebut dia.

Kendati ini adalah ajang kompetisi menyanyi pertamanya, apalagi langsung ke tingkat nasional dan bergengsi, Elsa tak minder. “Saya sudah mempersiapkan diri. Secara mental saya sudah siap. Sementara untuk teknik saya terus berlatih. Terutama untuk cengkok di lagu-lagu tertentu yang sangat sulit,” sebutnya.

Baca Juga :  New Normal, Fase Baru Hidup Berdamai Dengan Covid-19

Pertama kali mrngikuti audisi, ia langsung beruntung bisa lolos mewakili Kalbar ditingkat nasional pada kompetensi dangdut yang bergengsi.  LIDA dangdut telah menggelar audisi secara online di 34 provinsi. Ada 70 duta dari 34 provinsi yang akan bertarung dalam kompetisi dangdut terbesar di Tanah Air tersebut.

Tiap provinsi ada dua perwakilan yang masuk babak selanjutnya. “Nanti saya akan bersaing dengan 69 peserta dan dari Kalbar ada dua orang. Saya lihat persaingan tahun ini pesertanya bagus banget. Jadi kompetisi kali ini luar biasa, makanya saya akan terus belajar giat,” ujarnya.

Saat ditanya berapa persen kesiapannya. Ia mengatakan sudah 80 persen siap mulai dari mental sudah siap. Hanya saja 20 persennya lagi ia  masih mempersiapkan untuk menghafal banyak lagu. (ars)

PONTIANAK- Elsa seorang remaja asal Desa Matang Segarau, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas bernama Elsa berhasil menyisihkan ratusan kontestan di Kalimantan Barat untuk melaju ke babak final Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021. Gadis 18 tahun yang masih duduk di kelas 3 SMK ini mengaku tak menyangka terpilih menjadi perwakilan Kalbar untuk beradu dengan bakat-bakat emas tanah air lainnya.

“Saya tidak menyangka bisa lolos. Soalnya saya sudah pasrah karena waktu audisi beberapa komentar dari juri saat audisi di Jakarta agak pedas. Saya sempat pasrah dan berpikir pasti tidak terpilih,” ujarnya saat diwawancarai Pontianak Post, kemarin (15/3).

Namun setelah serangkaian audisi panjang sejak tahun lalu secara online dan. Baik menyanyai maupun wawancara dia berhasil mengenggam golden ticket. Hal ini membuatnya dalam waktu dekat akan berangkat ke Jakarta dan tinggal di sana untuk gelaran akbar LIDA. Di sela-sela waktu yang singkat, dia terus mempersiapkan diri. Apalagi dia juga dihadapkan pada ujian kelulusan sekolah. “Sejauh ini orangtua dan sekolah mensupport saya di LIDA. Jadi tidak masalah. Andaikan harus tinggal di Jakarta saya akan mengajukan cuti sekolah,” sebut dia.

Baca Juga :  Peserta Lebih Senang Audisi Online

Lahir dari keluarga petani, Elsa sendiri menyebut ketertarikannya dengan musik dangdut berasal dari kedua orangtuanya. Ayahnya adalah seorang pemain keyboard di desanya. Sedangkan sang ibu juga hobi menyanyi dan memiliki suara lumayan. Namun hasratnya untuk ikut LIDA berawal dari meledaknya nama Lesty Kejora yang menjadi juara event serupa. “Saya mau membuat orangtua bangga. Mengubah nasib keluarha dan menghajikan mereka. Mudah-mudahan LIDA bisa menjadi jalan,” sebut dia.

Kendati ini adalah ajang kompetisi menyanyi pertamanya, apalagi langsung ke tingkat nasional dan bergengsi, Elsa tak minder. “Saya sudah mempersiapkan diri. Secara mental saya sudah siap. Sementara untuk teknik saya terus berlatih. Terutama untuk cengkok di lagu-lagu tertentu yang sangat sulit,” sebutnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Dwikora Ditutup

Pertama kali mrngikuti audisi, ia langsung beruntung bisa lolos mewakili Kalbar ditingkat nasional pada kompetensi dangdut yang bergengsi.  LIDA dangdut telah menggelar audisi secara online di 34 provinsi. Ada 70 duta dari 34 provinsi yang akan bertarung dalam kompetisi dangdut terbesar di Tanah Air tersebut.

Tiap provinsi ada dua perwakilan yang masuk babak selanjutnya. “Nanti saya akan bersaing dengan 69 peserta dan dari Kalbar ada dua orang. Saya lihat persaingan tahun ini pesertanya bagus banget. Jadi kompetisi kali ini luar biasa, makanya saya akan terus belajar giat,” ujarnya.

Saat ditanya berapa persen kesiapannya. Ia mengatakan sudah 80 persen siap mulai dari mental sudah siap. Hanya saja 20 persennya lagi ia  masih mempersiapkan untuk menghafal banyak lagu. (ars)

Most Read

Angin Squalline Terjang Pontianak

Dompet Ummat dan Rei Salurkan Bantuan

Jadi Orang Tak Punya

Bupati Baru Bengkayang Maju

Artikel Terbaru

/