alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Pembangunan Ruko Enam Lantai Membuat Rumah Warga Retak

PONTIANAK – Pembangunan rumah toko enam lantai di Jalan Merdeka, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota dikeluhkan warga. Pasalnya dampak pembangunan itu rumah dan ruko mengalami retak.

Rumah dan ruko yang mengalami kerusakan akibat pembangunan ruko enam lantai tersebut adalah milik Edi Mulyono dan Lim Hang Se.

Dimana pagar dan lantai rumah milik Edi Mulyono mengalami retak. Sementara rumah milik Lim Hang Se, rumah lantai satunya mengalami retak di lantai dan dinding serta terjadi penurunan pondasi. Bahkan di lantai dua beberapa bagian pagar jebol dan retak.

Tak hanya itu, limbah dari pembangunan ruko tersebut juga dirasakan oleh kedua warga tersebut. Debu dari semen mengotori lantai rumah mereka.

Proyek pembangunan ruko enam lantai itu pun sudah dilaporkan ke dinas terkait dan kepada pihak kepolisian. Namun sampai saat ini belum mendapat tanggapan.

Tokoh masyarakat setempat, Hadi Utaryo, membenarkan, jika dirinya menerima keluhan dari warga yang terdampak pembangunan ruko tersebut.

Hadi menjelaskan, pembangunan ruko enam lantai tersebut diketahui berlangsung sejak Agustus 2021 lalu. Sejak pembangunan berlangsung telah dikeluhkan. Karena dampaknya langsung dirasakan oleh warga yang tinggal di sebelah kiri dan kanan.

Baca Juga :  Wali Kota Puas dengan Kinerja Jajaran LPTQ Kota

“Sejak pembangunan pondasi dampaknya sudah dirasakan. Rumah warga yang ada di kiri dan kanan membalas keretakan. Bahkan pondasi rumah mereka mengalaminya penurunan,” kata Hadi, Selasa (15/3).

Bahkan, lanjut Hadi, tiang pancang dari pembangunan ruko tersebut pernah jatuh ke halaman rumah warga.

“Banyak masalah yang dikeluhkan warga. Seperti penyemenan. Mereka menyemen dinding tidak ditutup dengan jaring, sehingga debunya masuk ke rumah warga,” ungkap Hadi.

Hadi menyatakan, warga yang mengeluhkan pembangunan ruko enam lantai tersebut tidak melarang proyek tersebut. Hanya saja meminta kepada pemilik maupun kontraktor dapat bertanggungjawab atas segala dampak yang ditimbulkan.

“Sudah ada surat perjanjian. Mereka akan bertanggungjawab. Tapi kenyataannya. Rumah warga yang rusak, diperbaiki hanya semaunya saja,” terang Hadi.

Pemilik ruko di samping pembangunan ruko enam lantai itu adalah Lim Hang Se. Kepada Pontianak Post, ia menuturkan, jika rumahnya mengalami keretakan akibat pembangunan ruko tersebut.

Asse sapaan Lim Hang Se, mengatakan, lantai, dinding rumahnya mengalami keretakan. Pagar di lantai dua rusak dan jebol. Bahkan limbah semen dari pekerjaan masuk hingga ke teras rumah.

“Lampu hias saya sampai pecah akibat kerja ceroboh tukang-tukangnya,” ungkap Aseng.

Asse menuturkan, memang pemilik ruko tersebut bertanggungjawab atas dampak pembangunan rukonya. Sebagian kerusakan sudah ada yang diperbaiki. Tetapi kerusakan yang lain sampai saat ini belum diperbaiki.

Baca Juga :  Maria Gantikan Akim, PDIP Kuasai Parlemen

“Saya mengalami kerugian kurang lebih Rp300 juta,” terang Asse.

Asse menyatakan, dampak dari pembangunan tersebut dirinya bahkan sudah membuat laporan ke kepolisian atas perbuatan tidak menyenangkan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi yang meninjau pembangunan ruko tersebut meminta kepada pemerintah Kota Pontianak untuk segera menurunkan tim guna menguji kelayakan pembangunan ruko tersebut.

Menurut Yandi, uji kelayakan tersebut penting dilakukan. Apakah sistem kerja yang diterapkan sudah sesuai dengan aturan. Tidak membahayakan rumah yang ada di sekitarnya.

“Jangan sampai pembangunan ruko tersebut berdampak buruk bagi rumah yang ada di sekitarnya,” kesal Yandi.

Yandi menyatakan, harusnya instansi terkait mengawasi jalannya pembangunan ruko tersebut. Jangan sampai karena sudah meresahkan, memakan korban, terjadi keributan baru pemerintah menurunkan petugas untuk melakukan pengawasan.

“Lahan terbatas apakah layak dibangun ruko enam lantai? Tolong dinas terkait cek izin pembangunan ruko itu,” pinta Yandi.

Yandi meminta kepada pemilik ruko dan kontraktor bertanggungjawab atas kerusakan yang dialami warga dari pembangunan ruko tersebut. (adg).

PONTIANAK – Pembangunan rumah toko enam lantai di Jalan Merdeka, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota dikeluhkan warga. Pasalnya dampak pembangunan itu rumah dan ruko mengalami retak.

Rumah dan ruko yang mengalami kerusakan akibat pembangunan ruko enam lantai tersebut adalah milik Edi Mulyono dan Lim Hang Se.

Dimana pagar dan lantai rumah milik Edi Mulyono mengalami retak. Sementara rumah milik Lim Hang Se, rumah lantai satunya mengalami retak di lantai dan dinding serta terjadi penurunan pondasi. Bahkan di lantai dua beberapa bagian pagar jebol dan retak.

Tak hanya itu, limbah dari pembangunan ruko tersebut juga dirasakan oleh kedua warga tersebut. Debu dari semen mengotori lantai rumah mereka.

Proyek pembangunan ruko enam lantai itu pun sudah dilaporkan ke dinas terkait dan kepada pihak kepolisian. Namun sampai saat ini belum mendapat tanggapan.

Tokoh masyarakat setempat, Hadi Utaryo, membenarkan, jika dirinya menerima keluhan dari warga yang terdampak pembangunan ruko tersebut.

Hadi menjelaskan, pembangunan ruko enam lantai tersebut diketahui berlangsung sejak Agustus 2021 lalu. Sejak pembangunan berlangsung telah dikeluhkan. Karena dampaknya langsung dirasakan oleh warga yang tinggal di sebelah kiri dan kanan.

Baca Juga :  Minyak Goreng 14 Ribu Sudah Berlaku di Pontianak, Ada Saja Cara Warga Memburu

“Sejak pembangunan pondasi dampaknya sudah dirasakan. Rumah warga yang ada di kiri dan kanan membalas keretakan. Bahkan pondasi rumah mereka mengalaminya penurunan,” kata Hadi, Selasa (15/3).

Bahkan, lanjut Hadi, tiang pancang dari pembangunan ruko tersebut pernah jatuh ke halaman rumah warga.

“Banyak masalah yang dikeluhkan warga. Seperti penyemenan. Mereka menyemen dinding tidak ditutup dengan jaring, sehingga debunya masuk ke rumah warga,” ungkap Hadi.

Hadi menyatakan, warga yang mengeluhkan pembangunan ruko enam lantai tersebut tidak melarang proyek tersebut. Hanya saja meminta kepada pemilik maupun kontraktor dapat bertanggungjawab atas segala dampak yang ditimbulkan.

“Sudah ada surat perjanjian. Mereka akan bertanggungjawab. Tapi kenyataannya. Rumah warga yang rusak, diperbaiki hanya semaunya saja,” terang Hadi.

Pemilik ruko di samping pembangunan ruko enam lantai itu adalah Lim Hang Se. Kepada Pontianak Post, ia menuturkan, jika rumahnya mengalami keretakan akibat pembangunan ruko tersebut.

Asse sapaan Lim Hang Se, mengatakan, lantai, dinding rumahnya mengalami keretakan. Pagar di lantai dua rusak dan jebol. Bahkan limbah semen dari pekerjaan masuk hingga ke teras rumah.

“Lampu hias saya sampai pecah akibat kerja ceroboh tukang-tukangnya,” ungkap Aseng.

Asse menuturkan, memang pemilik ruko tersebut bertanggungjawab atas dampak pembangunan rukonya. Sebagian kerusakan sudah ada yang diperbaiki. Tetapi kerusakan yang lain sampai saat ini belum diperbaiki.

Baca Juga :  Harisson: Vaksinasi Penguat Sudah Dilaksanakan di Seluruh Kabupaten dan Kota

“Saya mengalami kerugian kurang lebih Rp300 juta,” terang Asse.

Asse menyatakan, dampak dari pembangunan tersebut dirinya bahkan sudah membuat laporan ke kepolisian atas perbuatan tidak menyenangkan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Yandi yang meninjau pembangunan ruko tersebut meminta kepada pemerintah Kota Pontianak untuk segera menurunkan tim guna menguji kelayakan pembangunan ruko tersebut.

Menurut Yandi, uji kelayakan tersebut penting dilakukan. Apakah sistem kerja yang diterapkan sudah sesuai dengan aturan. Tidak membahayakan rumah yang ada di sekitarnya.

“Jangan sampai pembangunan ruko tersebut berdampak buruk bagi rumah yang ada di sekitarnya,” kesal Yandi.

Yandi menyatakan, harusnya instansi terkait mengawasi jalannya pembangunan ruko tersebut. Jangan sampai karena sudah meresahkan, memakan korban, terjadi keributan baru pemerintah menurunkan petugas untuk melakukan pengawasan.

“Lahan terbatas apakah layak dibangun ruko enam lantai? Tolong dinas terkait cek izin pembangunan ruko itu,” pinta Yandi.

Yandi meminta kepada pemilik ruko dan kontraktor bertanggungjawab atas kerusakan yang dialami warga dari pembangunan ruko tersebut. (adg).

Most Read

Bupati Fokus Pembebasan Lahan Bandara

Ziarah ke Makam Pahlawan

Volume APBD 2021 Jadi Rp1,85 T

Artikel Terbaru

/