alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Tausiah Gubernur di Malam Ketiga Ramadhan

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memberikan tausiah saat salat tarawih berjemaah di Masjid An-Naim, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/4) malam. Ia menilai sejauh ini masih banyak penceramah yang belum memberikan pembuktian tentang kebenaran Alquran dan hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

KARENA setiap isi dari Alquran dikatakan dia pasti memiliki makna, baik untuk kehidupan di dunia sampai ke akhirat. Segala cabang ilmu pengetahuan sudah dibuktikan ada penjelasannya di dalam Alquran. “Itu semuanya ada dan tertulis di dalam Alquran. Nah tugas mubalig adalah memahami itu,” pesannya. Perkembangan Islam di Kalbar menurutnya sudah cukup baik. Siapa saja bisa berdakwah tanpa harus takut untuk dilarang oleh pihak-pihak tertentu. Namun Midji sapaan akrabnya mengingatkan, dakwah hendaknya dilakukan dengan cara yang benar. Dengan memberikan teladan atau contoh-contoh yang baik, jangan sampai menghakimi atau menjatuhkan agama lain.

Baca Juga :  Tak Semua Nakes Divaksin

Seperti dicontohkannya dalam kisah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang selalu memberi makanan kepada pengemis yahudi buta. Padahal pengemis itu selalu memfitnah Rasulullah, tapi Rasulullah malah datang kepadanya memberikan makanan. Tak hanya memberikan makan setiap pagi, Rasulullah juga membantu mengunyahkan roti itu dengan mulutnya, agar si pengemis mudah memakannya.

Sampai suatu ketika, setelah wafatnya Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiqsebagai khalifahmenjalankan sunnah dan melanjutkan kebiasaan Rasulullah setiap hari. Abu Bakar datang ke pengemis tersebut untuk memberikan roti seperti biasa. Ketika sampai di sana, Abu Bakar malah terkejut karena si pengemis justru marah kepadanya.

Pengemis yahudi itu yakin Abu Bakar bukan orang yang biasa memberinya makan. Sebab tanpa diketahui Abu Bakar, Rasulullah selalu mengunyah rotinya sebelum diberikan agar si pengemis mudah memakannya. Akhirnya Abu Bakar pun menceritakan kepada pengemis bahwa orang yang selama ini memberikan pengemsi itu makan sudah wafat dan dia adalah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Betapa terkejutnya si pengemis mendengar penjelasan Abu Bakar. Karena orang yang selama ini ia fitnah, ia hina dan jelek-jelekan, ternyata orang tersebut justru yang memberinya makan sehari-hari. Si pengemis pun menangis di hadapan Abu Bakar seraya mengucapkan dua kalimat syahadat. Pengemis itu masuk islam karena menyadari betapa mulianya akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.  “Berdakwah seperti itu kan bagus, memberikan pencerahan sehingga orang memahami dengan baik,” katanya.(bar)

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memberikan tausiah saat salat tarawih berjemaah di Masjid An-Naim, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/4) malam. Ia menilai sejauh ini masih banyak penceramah yang belum memberikan pembuktian tentang kebenaran Alquran dan hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

KARENA setiap isi dari Alquran dikatakan dia pasti memiliki makna, baik untuk kehidupan di dunia sampai ke akhirat. Segala cabang ilmu pengetahuan sudah dibuktikan ada penjelasannya di dalam Alquran. “Itu semuanya ada dan tertulis di dalam Alquran. Nah tugas mubalig adalah memahami itu,” pesannya. Perkembangan Islam di Kalbar menurutnya sudah cukup baik. Siapa saja bisa berdakwah tanpa harus takut untuk dilarang oleh pihak-pihak tertentu. Namun Midji sapaan akrabnya mengingatkan, dakwah hendaknya dilakukan dengan cara yang benar. Dengan memberikan teladan atau contoh-contoh yang baik, jangan sampai menghakimi atau menjatuhkan agama lain.

Baca Juga :  Pastikan Zakat, Infaq dan Sedekah Anda Diserahkan di Tempat Yang Tepat

Seperti dicontohkannya dalam kisah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang selalu memberi makanan kepada pengemis yahudi buta. Padahal pengemis itu selalu memfitnah Rasulullah, tapi Rasulullah malah datang kepadanya memberikan makanan. Tak hanya memberikan makan setiap pagi, Rasulullah juga membantu mengunyahkan roti itu dengan mulutnya, agar si pengemis mudah memakannya.

Sampai suatu ketika, setelah wafatnya Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiqsebagai khalifahmenjalankan sunnah dan melanjutkan kebiasaan Rasulullah setiap hari. Abu Bakar datang ke pengemis tersebut untuk memberikan roti seperti biasa. Ketika sampai di sana, Abu Bakar malah terkejut karena si pengemis justru marah kepadanya.

Pengemis yahudi itu yakin Abu Bakar bukan orang yang biasa memberinya makan. Sebab tanpa diketahui Abu Bakar, Rasulullah selalu mengunyah rotinya sebelum diberikan agar si pengemis mudah memakannya. Akhirnya Abu Bakar pun menceritakan kepada pengemis bahwa orang yang selama ini memberikan pengemsi itu makan sudah wafat dan dia adalah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Betapa terkejutnya si pengemis mendengar penjelasan Abu Bakar. Karena orang yang selama ini ia fitnah, ia hina dan jelek-jelekan, ternyata orang tersebut justru yang memberinya makan sehari-hari. Si pengemis pun menangis di hadapan Abu Bakar seraya mengucapkan dua kalimat syahadat. Pengemis itu masuk islam karena menyadari betapa mulianya akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.  “Berdakwah seperti itu kan bagus, memberikan pencerahan sehingga orang memahami dengan baik,” katanya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/