alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Pontianak Tiadakan Festival Meriam Karbit

PONTIANAK – Penyelenggaraan Festival Meriam Karbit kembali ditiadakan tahun ini. Sebab Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono masih melihat, kota ini dalam situasi penanganan penurunan kasus covid-19.

“Kalau masyarakat ingin main meriam karbit silahkan, tetapi tahun ini kita tidak menggelar festival seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya kemarin.

Sejak awal pandemi Covid-19, yakni tahun 2020 festival yang banyak menyedot perhatian masyarakat ini sementara ditiadakan. Langkah itu diambil sebagai upaya mencegah kerumunan orang di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Insya Allah tahun depan kita akan gelar supaya lebih meriah lagi,” ungkapnya.

Meski permainan rakyat yang dimainkan di tepian Sungai Kapuas ini diperkenankan, namun Edi berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Apabila ada warga yang merasa sakit atau tidak enak badan, sebaiknya tidak ikut memainkan atau menyaksikan permainan berbahan bakar karbit tersebut.

Baca Juga :  Kolaborasi Penanganan Kumuh Skala Kawasan Parit Nanas

“Artinya warga masyarakat yang merasa sakit, kalau bisa jangan memaksakan diri untuk datang nonton atau berkerumun. Sebaiknya istirahat di rumah saja  untuk mengembalikan stamina,” imbaunya.

Meriam karbit sudah mengakar dalam tradisi masyarakat Kota Pontianak setiap bulan Ramadan dan malam menyambut Hari Raya Idulfitri, terutama di kalangan masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Kapuas. Meriam karbit juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Meriam karbit terbuat dari bahan kayu dengan karbit sebagai bahan bakar untuk membunyikannya. Suara dentumannya menggelegar hingga terdengar dari jarak kejauhan. (iza)

PONTIANAK – Penyelenggaraan Festival Meriam Karbit kembali ditiadakan tahun ini. Sebab Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono masih melihat, kota ini dalam situasi penanganan penurunan kasus covid-19.

“Kalau masyarakat ingin main meriam karbit silahkan, tetapi tahun ini kita tidak menggelar festival seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya kemarin.

Sejak awal pandemi Covid-19, yakni tahun 2020 festival yang banyak menyedot perhatian masyarakat ini sementara ditiadakan. Langkah itu diambil sebagai upaya mencegah kerumunan orang di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Insya Allah tahun depan kita akan gelar supaya lebih meriah lagi,” ungkapnya.

Meski permainan rakyat yang dimainkan di tepian Sungai Kapuas ini diperkenankan, namun Edi berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Apabila ada warga yang merasa sakit atau tidak enak badan, sebaiknya tidak ikut memainkan atau menyaksikan permainan berbahan bakar karbit tersebut.

Baca Juga :  Perajin Pontianak Terima Paket Sembako

“Artinya warga masyarakat yang merasa sakit, kalau bisa jangan memaksakan diri untuk datang nonton atau berkerumun. Sebaiknya istirahat di rumah saja  untuk mengembalikan stamina,” imbaunya.

Meriam karbit sudah mengakar dalam tradisi masyarakat Kota Pontianak setiap bulan Ramadan dan malam menyambut Hari Raya Idulfitri, terutama di kalangan masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Kapuas. Meriam karbit juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Meriam karbit terbuat dari bahan kayu dengan karbit sebagai bahan bakar untuk membunyikannya. Suara dentumannya menggelegar hingga terdengar dari jarak kejauhan. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/