alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Balitbang Bahas Delapan Proposal Penelitian Tahun 2020

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) mulai membahas delapan proposal penelitian tahun 2020 yang dilakukan melalui Video Conference dengan aplikasi Zoom, Senin (15/6).

Kepala Balitbang Kalbar Ansfridus J Andjioe berharap, kegiatan Webinar proposal penelitian ini bisa dimanfaatkan oleh para peneliti untuk mempresentasikan proposal penelitiannya secara komprehensif. Demikian juga kepada narasumber dan peserta diharapkan untuk dapat memberikan saran/masukan terbaiknya untuk penyempurnaan proposal penelitian Tahun Anggaran 2020 ini.

Adapun delapan judul proposal penelitian yang akan dipresentasikan oleh para peneliti, antara lain, Dampak Perkebunan Sawit dalam Mendukung Percepatan Menuju Desa Mandiri di Kalbar.

Kedua Analisis Determinant untuk Menentukan Solusi Strategis dalam Penurunan Stunting di Kalbar.

Ketiga Aplikasi Prototype Smoke Liquid dalam Mendorong Perekonomian Petani Karet di Kalbar.

Keempat Analisis Kondisi Kemiskinan di Kalbar.

Baca Juga :  Terapkan Protokol Kesehatan dalam Penyaluran Bantuan

Kelima Evaluasi Efektifitas Implementasi Program Pertanian sebagai Penggerak Utama Pembangunan Kawasan Pedesaan.

Keenam Pengendalian Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) di Kalbar.

Ketujuh Potensi Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan pada Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) di Kalbar.

Dan yang terakhir Jamban Sehat Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (JAS-BEDA).

“Mengingat bahwa kegiatan pembahasan proposal penelitian ini dilaksanakan selama delapan hari kerja, untuk itu kepada pihak-pihak yang berkepentingan saya harapkan dapat mematuhi jadwal yang telah ditetapkan,” katanya. Ansfrindus menambahkan, pelaksanaan Webinar Proposal Penelitian Tahun Anggaran 2020 ini dimulai pada Senin (15/6) sampai dengan 24 Juni 2020 mendatang. Dalam satu hari kerja hanya dipresentasikan satu judul proposal penelitian dengan durasi waktu untuk setiap harinya kurang lebih tiga jam.

“Seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Maret 2020 yang lalu, namun pelaksanaannya terkendala sebagai akibat pandemi Covid-19 sehingga mengakibatkan banyak terjadi penyesuaian dalam regulasi kebijakan maupun penganggaran,” tuturnya. Setelah kurang lebih tiga bulan terjadi ketidaknormalan kegiatan administrasi pemerintahan maupun kondisi dan tatanan kehidupan di masyarakat, ia bersyukuri saat ini semua telah memasuki era baru pada kondisi new normal atau kenormalan baru. Ia berpesan agar dalam kondisi ini semua bisa bersama-sama secara bijak tetap produktif agar problematika dan tantangan pembangunan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. “Untuk itu kepada kita semua, saya mengajak kepada kita semua mari kita bekerja, berkarya dengan semangat baru dan memulai era baru ini dengan komitmen yang tinggi agar tercapainya kondisi yang lebih baik lagi seperti yang kita cita-citakan,” pungkasnya.(bar)

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kalimantan Barat (Kalbar) mulai membahas delapan proposal penelitian tahun 2020 yang dilakukan melalui Video Conference dengan aplikasi Zoom, Senin (15/6).

Kepala Balitbang Kalbar Ansfridus J Andjioe berharap, kegiatan Webinar proposal penelitian ini bisa dimanfaatkan oleh para peneliti untuk mempresentasikan proposal penelitiannya secara komprehensif. Demikian juga kepada narasumber dan peserta diharapkan untuk dapat memberikan saran/masukan terbaiknya untuk penyempurnaan proposal penelitian Tahun Anggaran 2020 ini.

Adapun delapan judul proposal penelitian yang akan dipresentasikan oleh para peneliti, antara lain, Dampak Perkebunan Sawit dalam Mendukung Percepatan Menuju Desa Mandiri di Kalbar.

Kedua Analisis Determinant untuk Menentukan Solusi Strategis dalam Penurunan Stunting di Kalbar.

Ketiga Aplikasi Prototype Smoke Liquid dalam Mendorong Perekonomian Petani Karet di Kalbar.

Keempat Analisis Kondisi Kemiskinan di Kalbar.

Baca Juga :  Visitasi Komisi Informasi Kalbar, Balitbang Ingin yang Terbaik

Kelima Evaluasi Efektifitas Implementasi Program Pertanian sebagai Penggerak Utama Pembangunan Kawasan Pedesaan.

Keenam Pengendalian Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) di Kalbar.

Ketujuh Potensi Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan pada Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) di Kalbar.

Dan yang terakhir Jamban Sehat Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (JAS-BEDA).

“Mengingat bahwa kegiatan pembahasan proposal penelitian ini dilaksanakan selama delapan hari kerja, untuk itu kepada pihak-pihak yang berkepentingan saya harapkan dapat mematuhi jadwal yang telah ditetapkan,” katanya. Ansfrindus menambahkan, pelaksanaan Webinar Proposal Penelitian Tahun Anggaran 2020 ini dimulai pada Senin (15/6) sampai dengan 24 Juni 2020 mendatang. Dalam satu hari kerja hanya dipresentasikan satu judul proposal penelitian dengan durasi waktu untuk setiap harinya kurang lebih tiga jam.

“Seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Maret 2020 yang lalu, namun pelaksanaannya terkendala sebagai akibat pandemi Covid-19 sehingga mengakibatkan banyak terjadi penyesuaian dalam regulasi kebijakan maupun penganggaran,” tuturnya. Setelah kurang lebih tiga bulan terjadi ketidaknormalan kegiatan administrasi pemerintahan maupun kondisi dan tatanan kehidupan di masyarakat, ia bersyukuri saat ini semua telah memasuki era baru pada kondisi new normal atau kenormalan baru. Ia berpesan agar dalam kondisi ini semua bisa bersama-sama secara bijak tetap produktif agar problematika dan tantangan pembangunan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. “Untuk itu kepada kita semua, saya mengajak kepada kita semua mari kita bekerja, berkarya dengan semangat baru dan memulai era baru ini dengan komitmen yang tinggi agar tercapainya kondisi yang lebih baik lagi seperti yang kita cita-citakan,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/