alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Gede Sandjaya Kembali Jabat Dirut RSU Santo Antonius

PONTIANAK- Dr Gede Sandjaya, SPOT (K) kembali diamanahkan menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Santo Antonius Pontianak, masa bakti 2020-2024. Pelantikan yang digelar pada Kamis (16/7) itu dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Dalam menjalankan tugasnya, Gede dibantu Dr, Evelyn Phangkawira, Sp. A, M. Kes Sebagai Direktur Pelayanan, Sr. Marselina, SFIC, S. Kep, Ners sebagai Direktur Keperawatan, Dr. Novianti Sri Racha, Sp, THT-KL sebagai Direktur SDM dan Umum, dan P Kusmas, OFMCap, MM sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan.

Sutarmidji berharap, Rumah Sakit Jalan KH Wahid Hasyim ini terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi sumber daya manusia, maupun fasilitas kesehatan yang ada.

Menurut Midji, kualitas SDM dan Rumah Sakit di Kalimantan Barat tidak kalah dengan rumah sakit di Kuching, Malaysia. Hanya saja kata dia, pemberitaan atau kampanye rumah sakit dalam pengobatan masih kurang. Banyak kata dia, pasien dari negeri tetangga yang datang berobat ke Kalbar.

Baca Juga :  Sosialisasikan e-Filing bagi Prajurit

“Contohnya itu perawatan gigi. Banyak orang sana yang datang ke sini. Jadi kalau ada orang Pontianak yang berobat gigi ke Kuching itu sepok,” ucapnya.

Mewujudkan itu, kata dia perlu inovasi dalam segala hal agar kualitas pelayanan semakin meningkat. Hal senada juga disampaikan Uskup Agung Pontianak, MGr Agustinus Agus. Dia berpesan agar rumah sakit ini sungguh-sungguh bekerja mengedepankan pelayanan sesuai motto melayani dengan penuh kasih. Dengan begitu, kata dia akan menjadi ruh dan semangat dalam pelayanan.

Direksi dan jajaran bahu membahu dalam melaksanakan tugas. Ibarat tubuh, masing-masing anggota tubuh memiliki peran yang berbeda, tetapi tetap satu. Paling penting, kata dia sistem pelayanan harus mengikuti perkembangan teknologi.

Ketua Pengurus Yayasan Dharma Insan Pontianak, P. Dr, Mayong Andreas Acin, OFMCap mengingatkan direksi dan jajarannya bahwa dalam menjalankan tugasnya hendaknya mampu menemukan terobasan-terobosan baru yang lebih kreatif, sambil terus mengawal sekaligus mengimplementasikan rencana strategis rumah sakit ini yang telah disepakati.

Baca Juga :  Midji : Kebijakan Menkeu Merampot

Gede Sandjaya pun berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Untuk kali ke dua ia menjabat sebagai Direktur Utama. Gede menyadari, tanggung jawabnya tidaklah mudah. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini. Hampir semua sektor terkena imbasnya.

Namun, dia optimis bahwa Rumah Sakit akan terus melakukan terobosan baru, dengan kebijakan-kebijakan yang penuh kasih. Gede akan terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan. Terutama memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pasien dan keluarga pasien yang datang berobat di masa pandemi ini.

“Tentunya saya tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kerjasama banyak pihak dalam mewujudkan kemajuan dan peningkatan pelayanan rumah sakit ini,” pungkasnya. (mrd)

PONTIANAK- Dr Gede Sandjaya, SPOT (K) kembali diamanahkan menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Santo Antonius Pontianak, masa bakti 2020-2024. Pelantikan yang digelar pada Kamis (16/7) itu dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Dalam menjalankan tugasnya, Gede dibantu Dr, Evelyn Phangkawira, Sp. A, M. Kes Sebagai Direktur Pelayanan, Sr. Marselina, SFIC, S. Kep, Ners sebagai Direktur Keperawatan, Dr. Novianti Sri Racha, Sp, THT-KL sebagai Direktur SDM dan Umum, dan P Kusmas, OFMCap, MM sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan.

Sutarmidji berharap, Rumah Sakit Jalan KH Wahid Hasyim ini terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi sumber daya manusia, maupun fasilitas kesehatan yang ada.

Menurut Midji, kualitas SDM dan Rumah Sakit di Kalimantan Barat tidak kalah dengan rumah sakit di Kuching, Malaysia. Hanya saja kata dia, pemberitaan atau kampanye rumah sakit dalam pengobatan masih kurang. Banyak kata dia, pasien dari negeri tetangga yang datang berobat ke Kalbar.

Baca Juga :  Berikan Pemahaman ke Masyarakat

“Contohnya itu perawatan gigi. Banyak orang sana yang datang ke sini. Jadi kalau ada orang Pontianak yang berobat gigi ke Kuching itu sepok,” ucapnya.

Mewujudkan itu, kata dia perlu inovasi dalam segala hal agar kualitas pelayanan semakin meningkat. Hal senada juga disampaikan Uskup Agung Pontianak, MGr Agustinus Agus. Dia berpesan agar rumah sakit ini sungguh-sungguh bekerja mengedepankan pelayanan sesuai motto melayani dengan penuh kasih. Dengan begitu, kata dia akan menjadi ruh dan semangat dalam pelayanan.

Direksi dan jajaran bahu membahu dalam melaksanakan tugas. Ibarat tubuh, masing-masing anggota tubuh memiliki peran yang berbeda, tetapi tetap satu. Paling penting, kata dia sistem pelayanan harus mengikuti perkembangan teknologi.

Ketua Pengurus Yayasan Dharma Insan Pontianak, P. Dr, Mayong Andreas Acin, OFMCap mengingatkan direksi dan jajarannya bahwa dalam menjalankan tugasnya hendaknya mampu menemukan terobasan-terobosan baru yang lebih kreatif, sambil terus mengawal sekaligus mengimplementasikan rencana strategis rumah sakit ini yang telah disepakati.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Imbau Warga Tak Liburan Keluar Daerah

Gede Sandjaya pun berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Untuk kali ke dua ia menjabat sebagai Direktur Utama. Gede menyadari, tanggung jawabnya tidaklah mudah. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini. Hampir semua sektor terkena imbasnya.

Namun, dia optimis bahwa Rumah Sakit akan terus melakukan terobosan baru, dengan kebijakan-kebijakan yang penuh kasih. Gede akan terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan. Terutama memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pasien dan keluarga pasien yang datang berobat di masa pandemi ini.

“Tentunya saya tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kerjasama banyak pihak dalam mewujudkan kemajuan dan peningkatan pelayanan rumah sakit ini,” pungkasnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/