alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

14 Kapal Tenggelam, 50 ABK Masih Hilang

PONTIANAK – Jerit tangis keluarga korban pecah saat mengetahui isi kantong jenazah yang dibawa oleh tim SAR Gabungan adalah jasad Bayu Kurnia. Bayu merupakan salah satu anggota keluarga mereka yang dikabarkan hilang beberapa hari lalu. Jasad pemuda 24 tahun itu dievakuasi di dermaga KPLP Pontianak, Jalan Kom Yos Soedarso, Pontianak Barat, Kamis (15/7) siang.

Bayu tercatat sebagai ABK kapal ikan KM Haidan Mina Jaya 188. Ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah kapal yang ditumpanginya diterjang ombak di sekitar perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah, Selasa (13/7) malam.

Usai diidentifikasi, jenazahnya dibawa menggunakan ambulans dan diserahkan kepada pihak keluarga. Selain menemukan jasad Bayu Kurnia, Tim SAR Gabungan juga menemukan satu jasad ABK lain. Kendati demikian, jasad tersebut belum diketahui identitasnya.

KANTONG JENAZAH: Tim SAR Gabungan saat membawa kantong jenazah korban kapal tenggelamnya di dermaga KPLP Pontianak, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Eryk Subarianto mengatakan, hingga pukul 13.22, operasi SAR Gabungan menemukan dua korban dari 52 ABK yang dinyatakan hilang.

“Sementara ini baru dua yang ditemukan dari 52 ABK yang dinyatakan hilang. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Eryk saat ditemui di Posko SAR Gabungan di Mess KPLP Pontianak, Jalan Kom Yos Soedarso, kemarin.

Baca Juga :  Batibung Hadir Dalam Pemakaman Warga Terkonfirmasi

Menurut Eryk, ada 14 kapal yang dilaporkan hilang dalam waktu bersamaan akibat cuaca ekstrem. “Jadi, kemarin kami mendapat laporan adanya kejadian kecelaan kapal yang hampir bersamaan. Totalnya ada 14 kapal,” kata Eryk.

Kapal-kapal tersebut tenggelam di beberapa lokasi di perairan Kalimantan Barat. Di antaranya di perairan Pemangkat, Kabupaten Sambas, dan perairan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Paling banyak tenggelam di perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah.

Eryk menambahkan, dari 14 kejadian itu, lima kapal sudah dilaporkan selamat. Menurut Eryk, dari info yang ia terima dari kapal Pertamina yang berada di lokasi, ketika itu cuaca di laut sangat buruk. “Gelombang mencapai empat hingga lima meter,” ujarnya.

Eryk memaparkan, semula ada 136 awak kapal yang dilaporkan hilang. Namun 80 di antaranya telah ditemukan selamat, dan tujuh awak meninggal, termasuk yang dievakuasi ke Pontianak.

Dari tujuh awak kapal yang ditemukan, satu di antaranya belum terindentifikasi.  Sedangkan 50 ABK lainnya masih dalam  pencarian.

Menurutnya, pencarian sempat terkendala dengan adanya cuaca ekstrem . Meski demikian pencarian terus dilakukan.

Baca Juga :  Dorong Tenun Sidan Jadi Kerajinan Primadona

“Hari ini kami melakukan pencarian dengan luas area mencapai 492 Nautical Mile dan dibagi ke dalam dua sektor. Semoga hari ini cuaca mendukung dan korban segera ditemukan dengan dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh unsur maritim di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Kini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap puluhan awak kapal. Pencarian direncanakan akan dilakukan selama tujuh hari dan tidak menutup kemungkinan diperpanjang.

FOTO KELUARGA: Salah satu kelurga korban sedang menunjukkan foto anggota keluarganya yang menjadi korban kapal tenggelam di Posko SAR Gabungan di Mess KPLP Pontianak, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara AKBP Josep Ginting mengatakan, pihaknya bersama tim DVI Polda Kalbar ikut dalam membantu proses identifikasi jenazah korban kapal tenggelam dengan mendirikan posko antemortem di lokasi evakuasi.

“Untuk indetifikasi antemortem dan post-mortemnya kita pusatkan di RS Bhayangkara. Saat ini kami sedang menangani atau mengidentifikasi satu korban,” kata dia.

Dalam melakukan indetifikasi jenazah, pihaknya akan melakukan wawancara dengan keluarga korban (jika ada), yang kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri korban.

“Data yang harus dibawa oleh keluarga korban, yang pasti adalah kartu keluarga, kartu pengenal, foto atau properti yang bersangkutan,” bebernya. Untuk membantu mengidentifikasi korban, pihaknya melibatkan 20 personel dari Biddokes RS Bhayangkara dan DVI Polda Kalbar. (arf)

PONTIANAK – Jerit tangis keluarga korban pecah saat mengetahui isi kantong jenazah yang dibawa oleh tim SAR Gabungan adalah jasad Bayu Kurnia. Bayu merupakan salah satu anggota keluarga mereka yang dikabarkan hilang beberapa hari lalu. Jasad pemuda 24 tahun itu dievakuasi di dermaga KPLP Pontianak, Jalan Kom Yos Soedarso, Pontianak Barat, Kamis (15/7) siang.

Bayu tercatat sebagai ABK kapal ikan KM Haidan Mina Jaya 188. Ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah kapal yang ditumpanginya diterjang ombak di sekitar perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah, Selasa (13/7) malam.

Usai diidentifikasi, jenazahnya dibawa menggunakan ambulans dan diserahkan kepada pihak keluarga. Selain menemukan jasad Bayu Kurnia, Tim SAR Gabungan juga menemukan satu jasad ABK lain. Kendati demikian, jasad tersebut belum diketahui identitasnya.

KANTONG JENAZAH: Tim SAR Gabungan saat membawa kantong jenazah korban kapal tenggelamnya di dermaga KPLP Pontianak, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Eryk Subarianto mengatakan, hingga pukul 13.22, operasi SAR Gabungan menemukan dua korban dari 52 ABK yang dinyatakan hilang.

“Sementara ini baru dua yang ditemukan dari 52 ABK yang dinyatakan hilang. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Eryk saat ditemui di Posko SAR Gabungan di Mess KPLP Pontianak, Jalan Kom Yos Soedarso, kemarin.

Baca Juga :  IKA SMPN 2 Pontianak Gelar Bakti Sosial

Menurut Eryk, ada 14 kapal yang dilaporkan hilang dalam waktu bersamaan akibat cuaca ekstrem. “Jadi, kemarin kami mendapat laporan adanya kejadian kecelaan kapal yang hampir bersamaan. Totalnya ada 14 kapal,” kata Eryk.

Kapal-kapal tersebut tenggelam di beberapa lokasi di perairan Kalimantan Barat. Di antaranya di perairan Pemangkat, Kabupaten Sambas, dan perairan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Paling banyak tenggelam di perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah.

Eryk menambahkan, dari 14 kejadian itu, lima kapal sudah dilaporkan selamat. Menurut Eryk, dari info yang ia terima dari kapal Pertamina yang berada di lokasi, ketika itu cuaca di laut sangat buruk. “Gelombang mencapai empat hingga lima meter,” ujarnya.

Eryk memaparkan, semula ada 136 awak kapal yang dilaporkan hilang. Namun 80 di antaranya telah ditemukan selamat, dan tujuh awak meninggal, termasuk yang dievakuasi ke Pontianak.

Dari tujuh awak kapal yang ditemukan, satu di antaranya belum terindentifikasi.  Sedangkan 50 ABK lainnya masih dalam  pencarian.

Menurutnya, pencarian sempat terkendala dengan adanya cuaca ekstrem . Meski demikian pencarian terus dilakukan.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

“Hari ini kami melakukan pencarian dengan luas area mencapai 492 Nautical Mile dan dibagi ke dalam dua sektor. Semoga hari ini cuaca mendukung dan korban segera ditemukan dengan dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh unsur maritim di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Kini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap puluhan awak kapal. Pencarian direncanakan akan dilakukan selama tujuh hari dan tidak menutup kemungkinan diperpanjang.

FOTO KELUARGA: Salah satu kelurga korban sedang menunjukkan foto anggota keluarganya yang menjadi korban kapal tenggelam di Posko SAR Gabungan di Mess KPLP Pontianak, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara AKBP Josep Ginting mengatakan, pihaknya bersama tim DVI Polda Kalbar ikut dalam membantu proses identifikasi jenazah korban kapal tenggelam dengan mendirikan posko antemortem di lokasi evakuasi.

“Untuk indetifikasi antemortem dan post-mortemnya kita pusatkan di RS Bhayangkara. Saat ini kami sedang menangani atau mengidentifikasi satu korban,” kata dia.

Dalam melakukan indetifikasi jenazah, pihaknya akan melakukan wawancara dengan keluarga korban (jika ada), yang kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri korban.

“Data yang harus dibawa oleh keluarga korban, yang pasti adalah kartu keluarga, kartu pengenal, foto atau properti yang bersangkutan,” bebernya. Untuk membantu mengidentifikasi korban, pihaknya melibatkan 20 personel dari Biddokes RS Bhayangkara dan DVI Polda Kalbar. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/