alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

BMKG: Siaga Banjir Pesisir di Kalimantan Barat

PONTIANAK – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantispasi dampak dari pasang maksimum air laut.

Fenomena super full moon atau fase bulan purnama yang bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi pada 13 Juli 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut. Hal ini disampaikan Hernu Cahya Prawira, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak.

Menurutnya, citra satelit altimetri juga menunjukkan anomali positif tinggi muka air laut yang dapat menyebabkan banjir pesisir lebih tinggi.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di wilayah pesisir Kalimantan Barat pada 13-19 Juli 2022,” ujar dia.

Terkait prakiraan pasang surut untuk wilayah Pontianak dan Kendawangan, lanjut dia, untuk pasang harian di Pontianak diperkirakan berkisar antara 1,7 hingga 1,8 meter pada 13 sampai dengan 17 Juli 2022 pada pukul 18.00 hingga 23.00. Dengan pasang maksimum 1,8 meter pada 20-21 Juli 2022 pada pukul 20 00-21.00.

Baca Juga :  Gerindra Bagikan Enam Ton Beras dan Tong Cuci Air

Sedangkan di Kendawangan, pasang harian diperkirakan berkisar antara 1,7 hingga 1,9 meter pada 13-17 Juli 2022 pada pukul 20.00 hingga 01.00. Dengan pasang maksimum 1,9 meter pada 13 sampai dengan 15 Juli 2022 pada pukul 21.00 hingga 23.00.

“Potensi banjir pesisir (rob) ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktvitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” ulasnya.

BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak juga memberi peringatan dini gelombang tinggi berlaku 15 Juli 2022 pukul 07.00 sampai dengan 17 Juli 2022 pukul 07.00.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 25 knot.

Baca Juga :  Kasus Demam Berdarah Renggut Enam Nyawa

Pihaknya mengharapkan memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Bagi perahu nelayan waspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kemudian kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. (mrd)

PONTIANAK – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) – Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak meminta masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantispasi dampak dari pasang maksimum air laut.

Fenomena super full moon atau fase bulan purnama yang bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi pada 13 Juli 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut. Hal ini disampaikan Hernu Cahya Prawira, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak.

Menurutnya, citra satelit altimetri juga menunjukkan anomali positif tinggi muka air laut yang dapat menyebabkan banjir pesisir lebih tinggi.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di wilayah pesisir Kalimantan Barat pada 13-19 Juli 2022,” ujar dia.

Terkait prakiraan pasang surut untuk wilayah Pontianak dan Kendawangan, lanjut dia, untuk pasang harian di Pontianak diperkirakan berkisar antara 1,7 hingga 1,8 meter pada 13 sampai dengan 17 Juli 2022 pada pukul 18.00 hingga 23.00. Dengan pasang maksimum 1,8 meter pada 20-21 Juli 2022 pada pukul 20 00-21.00.

Baca Juga :  Pererat Hubungan Antaretnis, PMP Senjata Ampuh Penghapus Ego dan Adu Domba

Sedangkan di Kendawangan, pasang harian diperkirakan berkisar antara 1,7 hingga 1,9 meter pada 13-17 Juli 2022 pada pukul 20.00 hingga 01.00. Dengan pasang maksimum 1,9 meter pada 13 sampai dengan 15 Juli 2022 pada pukul 21.00 hingga 23.00.

“Potensi banjir pesisir (rob) ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktvitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” ulasnya.

BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak juga memberi peringatan dini gelombang tinggi berlaku 15 Juli 2022 pukul 07.00 sampai dengan 17 Juli 2022 pukul 07.00.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 25 knot.

Baca Juga :  Maksimalkan Pelayanan Kesehatan, Dewas PPK BLUD Sudarso Dilantik

Pihaknya mengharapkan memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Bagi perahu nelayan waspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kemudian kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar waspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/