alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Jadwal Penutupan Belum Ideal, Polresta Siapkan Rekayasa Lalin

Bina Marga Kebut Pengerjaan

PONTIANAK – Macet parah di Jembatan Kapuas I, Senin (14/10) akibat penutupan sementara Jembatan Kapuas II perlu menjadi bahan pelajaran. Pengamat Transportasi Universitas Tanjungpura, Rudi S Suyono menyampaikan beberapa rekomendasi supaya kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menilai jadwal penutupan jembatan masih belum ideal.

Pertama, kata Rudi, harus dilakukan manajemen lalu-lintas yang terkoordinasi dengan baik antara Dinas PUPR, Dishub dan kepolisian. Yakni harus ada penataan pergerakan di simpang-simpang atau perempatan yang ada.

Sebagai contoh persimpangan Jalan Tanjung Raya dan persimpangan Desa Kapur sebaiknya ditutup. Artinya yang dibuka hanya akses dari arah selatan dan utara saja. “Jadi tidak menambah kemacetan akibat manuver kendaraan,” katanya kepada Pontianak Post, Selasa (15/10).

Kedua, harus dibuat rencana darurat, terutama memanfaatkan angkutan sungai dengan menggandeng pihak ASDP. Caranya ASDP bisa mengerahkan angkutan kapal feri penyeberangan, minimal untuk mengangkut sepeda motor.

“Perlu dibuat dermaga sementara baik di sekitar Jembatan Kapuas I ataupun di sekitar Jembatan Kapuas II. Diusahakan gratis dan biaya ditanggung pemerintah (Pemprov Kalbar). Dengan upaya ini bisa mengurangi beban lalu-lintas dan kemacetan,” ujarnya.

Kemudian yang ketiga, pengaturan jadwal menurutnya harus dipertimbangkan dengan baik. Ia melihat jadwal baru yang ditetapkan itu hanya berdasarkan kepentingan pihak pelaksana, bukan kepentingan masyarakat.

Seperti diketahui, Jembatan Kapuas II ditutup karena sedang dilakukan penggantian bracing atau ikatan angin. Pihak terkait telah mengevaluasi kemacetan yang terjadi. Pemprov Kalbar akhirnya mengubah jadwal penutupan jembatan tersebut. Jika awalnya jembatan ditutup mulai pukul 12.00 WIB sampai 24.00 WIB, sejak Selasa (15/10), penutupan hanya di saat pengerjaan yakni selama pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Artinya di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore, jembatan itu tetap dibuka untuk lalu-lintas masyarakat.

Menurut Rudi, jadwal baru tersebut sangat membingungkan dan tidak sesuai pola pergerakan masyarakat sehari-hari. Rudi lantas mengusulkan jadwal yang dianggapnya sesuai dengan pola aktivitas masyarakat. Yaitu dibuka dari pukul 06.00-12.00 WIB dan ditutup pukul 12.00-18.00 WIB. Kemudian pukul 18.00-24.00 kembali dibuka dan pukul 24.00-06.00 ditutup. “Jadwal ini lebih mudah diingat, dipahami dan diikuti masayarakat, karena sesuai pola aktivitas mereka,” terangnya.

Baca Juga :  Gidot Jalani Sidang Perdana

Solusi lainnya, pihak terkait bisa mempertimbangkan kembali jam kerja dan jam sekolah. Bisa saja sebaiknya untuk sementara jam masuk dan pulang kerja disesuaikan dengan jam buka tutup Jembatan Kapuas II. “Ini memang mau tidak mau harus dilakukan, agar semua berjalan secara efektif,” tambahnya.

Meski demikian, sebagai pengamat transportasi ia memberikan hormat atau respek kepada pemerintah karena telah memperbaiki Jembatan Kapuas II. Bagaimanapun perbaikan jembatan itu sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan para penggunannya. Apalagi Jembatan Kapuas II merupakan urat nadi logistik untuk angkutan barang.

Dengan terjadinya kemacetan pada Senin (14/10), ia merasa Pemprov Kalbar dalam hal ini Bidang Bina Marga, Dinas PUPR tidak memperhitungan dampak yang mungkin akan timbul. “Sehingga begitu kejadian seperti kemarin, mereka kaget dan tidak mengira akan sedahsyat itu,” pungkasnya.

Rekayasa Lalin

Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak Syarifah Salbiah mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu-lintas di Jembatan Kapuas 1. Rekayasa ini bisa digunakan seandainya terjadi kepadatan seperti hari Senin kemarin. “Jika kayak hari ini (kemarin) normal, seperti biasa dan mengunakan lampu (traffic lights). Jika padat pengaturannya manual dan pengalihan arus,” katanya.

Pengalihan arus yang dimaksud yakni pertama di perempatan Jalan Gajah Mada dan Budi Karya. Kendaraan dari arah Jalan Budi Karya hanya bisa belok kiri ke Jalan Veteran menuju Jalan A Yani. Lalu, kendaraan dari Jalan Veteran atau Jalan A Yani hanya bisa belok kiri ke arah Jalan Gajah Mada. Sementara kendaraan dari arah Jalan Gajah Mada hanya bisa belok ke kanan menuju Jalan Veteran arah Ayani atau lurus ke arah Jalan Budi Karya.

Baca Juga :  Ipunk Wahaha Kampanye Lawan Corona Lewat Lagu

Sementara di perempatan Jalan Tanjungpura menuju Jembatan Kapuas I, kendaraan dari arah Jalan Tanjungpura hanya bisa belok kiri ke Jembatan Kapuas I dan belok kanan ke Jalan Pahlawan. Kendaraan dari arah Jalan Imam Bonjol hanya bisa belok ke kiri arah Jalan Pahlawan. Sedangkan kendaraan dari arah Jalan Pahlawan hanya bisa belok kiri ke arah Jalan Tanjungpura. Artinya akses ke Jembatan Kapuas I hanya bisa melalui Jalan Tanjungpura.

Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalbar, Syarif Amin mengungkapkan, pihaknya berupaya mempercepat proses penggantian ikatan angin di Jembatan Kapuas II. Mulai kemarin sudah digunakan Truck Mounted Crane (TMC) yang bisa mempercepat proses pengangkatan bracing ke rangka atas.

“Kemudian untuk baut-baut yang bengkok, sekarang tidak dibuka tapi kami potong pakai las, jadi mempercepatlah itu. Mudah-mudahan dalam waktu lima jam (per hari) ini kami efektifkan dari pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB,” paparnya.

Saat pemasangan di hari pertama, pihaknya sudah mampu mengganti sebanyak lima batang bracing. Sementara kemarin ditargetkan bisa delapan batang bracing yang terpasang. Adapun total bracing yang harus diganti ada sebanyak 42 batang. “Kalau dua hari bisa 13, berarti bisa empat-lima hari selesai.

Kami upayakan. Pekerja juga digandakan, ditambah lagi. Dari segi teknis tidak ada masalah,” katanya.
Pihaknya memang fokus pada teknis pengerjaan penggantian bracing tersebut. Diharapkan proses pengerjaan ini mendapat dukungan masyarakat dan tidak terhambat faktor cuaca atau hujan. Menurut Amin, penggantian bracing memang harus dilakukan satu per satu, tidak bisa dibuka sekaligus.

“Kami tidak bisa langsung mengganti semua, bisa roboh. Harus buka satu, pasang satu begitu mekanismenya. Kami pokoknya lebih cepat lebih bagus,” tutupnya. (bar)

Bina Marga Kebut Pengerjaan

PONTIANAK – Macet parah di Jembatan Kapuas I, Senin (14/10) akibat penutupan sementara Jembatan Kapuas II perlu menjadi bahan pelajaran. Pengamat Transportasi Universitas Tanjungpura, Rudi S Suyono menyampaikan beberapa rekomendasi supaya kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menilai jadwal penutupan jembatan masih belum ideal.

Pertama, kata Rudi, harus dilakukan manajemen lalu-lintas yang terkoordinasi dengan baik antara Dinas PUPR, Dishub dan kepolisian. Yakni harus ada penataan pergerakan di simpang-simpang atau perempatan yang ada.

Sebagai contoh persimpangan Jalan Tanjung Raya dan persimpangan Desa Kapur sebaiknya ditutup. Artinya yang dibuka hanya akses dari arah selatan dan utara saja. “Jadi tidak menambah kemacetan akibat manuver kendaraan,” katanya kepada Pontianak Post, Selasa (15/10).

Kedua, harus dibuat rencana darurat, terutama memanfaatkan angkutan sungai dengan menggandeng pihak ASDP. Caranya ASDP bisa mengerahkan angkutan kapal feri penyeberangan, minimal untuk mengangkut sepeda motor.

“Perlu dibuat dermaga sementara baik di sekitar Jembatan Kapuas I ataupun di sekitar Jembatan Kapuas II. Diusahakan gratis dan biaya ditanggung pemerintah (Pemprov Kalbar). Dengan upaya ini bisa mengurangi beban lalu-lintas dan kemacetan,” ujarnya.

Kemudian yang ketiga, pengaturan jadwal menurutnya harus dipertimbangkan dengan baik. Ia melihat jadwal baru yang ditetapkan itu hanya berdasarkan kepentingan pihak pelaksana, bukan kepentingan masyarakat.

Seperti diketahui, Jembatan Kapuas II ditutup karena sedang dilakukan penggantian bracing atau ikatan angin. Pihak terkait telah mengevaluasi kemacetan yang terjadi. Pemprov Kalbar akhirnya mengubah jadwal penutupan jembatan tersebut. Jika awalnya jembatan ditutup mulai pukul 12.00 WIB sampai 24.00 WIB, sejak Selasa (15/10), penutupan hanya di saat pengerjaan yakni selama pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB. Artinya di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore, jembatan itu tetap dibuka untuk lalu-lintas masyarakat.

Menurut Rudi, jadwal baru tersebut sangat membingungkan dan tidak sesuai pola pergerakan masyarakat sehari-hari. Rudi lantas mengusulkan jadwal yang dianggapnya sesuai dengan pola aktivitas masyarakat. Yaitu dibuka dari pukul 06.00-12.00 WIB dan ditutup pukul 12.00-18.00 WIB. Kemudian pukul 18.00-24.00 kembali dibuka dan pukul 24.00-06.00 ditutup. “Jadwal ini lebih mudah diingat, dipahami dan diikuti masayarakat, karena sesuai pola aktivitas mereka,” terangnya.

Baca Juga :  Dampak Perbaikan Jembatan Landak, Macet Menjalar Hingga Jembatan Kapuas

Solusi lainnya, pihak terkait bisa mempertimbangkan kembali jam kerja dan jam sekolah. Bisa saja sebaiknya untuk sementara jam masuk dan pulang kerja disesuaikan dengan jam buka tutup Jembatan Kapuas II. “Ini memang mau tidak mau harus dilakukan, agar semua berjalan secara efektif,” tambahnya.

Meski demikian, sebagai pengamat transportasi ia memberikan hormat atau respek kepada pemerintah karena telah memperbaiki Jembatan Kapuas II. Bagaimanapun perbaikan jembatan itu sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan para penggunannya. Apalagi Jembatan Kapuas II merupakan urat nadi logistik untuk angkutan barang.

Dengan terjadinya kemacetan pada Senin (14/10), ia merasa Pemprov Kalbar dalam hal ini Bidang Bina Marga, Dinas PUPR tidak memperhitungan dampak yang mungkin akan timbul. “Sehingga begitu kejadian seperti kemarin, mereka kaget dan tidak mengira akan sedahsyat itu,” pungkasnya.

Rekayasa Lalin

Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak Syarifah Salbiah mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu-lintas di Jembatan Kapuas 1. Rekayasa ini bisa digunakan seandainya terjadi kepadatan seperti hari Senin kemarin. “Jika kayak hari ini (kemarin) normal, seperti biasa dan mengunakan lampu (traffic lights). Jika padat pengaturannya manual dan pengalihan arus,” katanya.

Pengalihan arus yang dimaksud yakni pertama di perempatan Jalan Gajah Mada dan Budi Karya. Kendaraan dari arah Jalan Budi Karya hanya bisa belok kiri ke Jalan Veteran menuju Jalan A Yani. Lalu, kendaraan dari Jalan Veteran atau Jalan A Yani hanya bisa belok kiri ke arah Jalan Gajah Mada. Sementara kendaraan dari arah Jalan Gajah Mada hanya bisa belok ke kanan menuju Jalan Veteran arah Ayani atau lurus ke arah Jalan Budi Karya.

Baca Juga :  Warga Kalteng Jemput Sabu Satu Kilogram

Sementara di perempatan Jalan Tanjungpura menuju Jembatan Kapuas I, kendaraan dari arah Jalan Tanjungpura hanya bisa belok kiri ke Jembatan Kapuas I dan belok kanan ke Jalan Pahlawan. Kendaraan dari arah Jalan Imam Bonjol hanya bisa belok ke kiri arah Jalan Pahlawan. Sedangkan kendaraan dari arah Jalan Pahlawan hanya bisa belok kiri ke arah Jalan Tanjungpura. Artinya akses ke Jembatan Kapuas I hanya bisa melalui Jalan Tanjungpura.

Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalbar, Syarif Amin mengungkapkan, pihaknya berupaya mempercepat proses penggantian ikatan angin di Jembatan Kapuas II. Mulai kemarin sudah digunakan Truck Mounted Crane (TMC) yang bisa mempercepat proses pengangkatan bracing ke rangka atas.

“Kemudian untuk baut-baut yang bengkok, sekarang tidak dibuka tapi kami potong pakai las, jadi mempercepatlah itu. Mudah-mudahan dalam waktu lima jam (per hari) ini kami efektifkan dari pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB,” paparnya.

Saat pemasangan di hari pertama, pihaknya sudah mampu mengganti sebanyak lima batang bracing. Sementara kemarin ditargetkan bisa delapan batang bracing yang terpasang. Adapun total bracing yang harus diganti ada sebanyak 42 batang. “Kalau dua hari bisa 13, berarti bisa empat-lima hari selesai.

Kami upayakan. Pekerja juga digandakan, ditambah lagi. Dari segi teknis tidak ada masalah,” katanya.
Pihaknya memang fokus pada teknis pengerjaan penggantian bracing tersebut. Diharapkan proses pengerjaan ini mendapat dukungan masyarakat dan tidak terhambat faktor cuaca atau hujan. Menurut Amin, penggantian bracing memang harus dilakukan satu per satu, tidak bisa dibuka sekaligus.

“Kami tidak bisa langsung mengganti semua, bisa roboh. Harus buka satu, pasang satu begitu mekanismenya. Kami pokoknya lebih cepat lebih bagus,” tutupnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/