alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Tatib Alot, Tarik Ulur Mufakat Belum Final

PONTIANAK—Sepertinya Tata Tertib (Tatib) DPRD Kalimantan Barat periode 2019-2024 dari tim Panitia Kerja (Panja) Delapan Fraksi di DPRD Kalbar masih alot.

Masih terjadi tarik menarik dalam mendudukan pimpinan (Ketua+Sekretaris) pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Apakah memakai hitungan mekanisme perolehan hasil kursi Pileg atau musyawarah mufakat?

”Kami harap delapan fraksi memang bermusyawarah mufakat terlebih dahulu dalam menetapakan Tatib membentuk AKD seperti apa,” kata Edy R. Yacoeb, Wakil Ketua DPRD Sementara, Rabu(16/10).

Menurutnya Panja saja masih melakukan rapat hingga hari ini. Pembahasan masih menjadi perdebatan guna menentukan sikap fraksi-fraksi di DPRD Kalbar seperti apa.

”Di sisi lain, ada aturan baru juga kemungkinan dimasukkan. Makanya tak ada target penyelesaian Tatib. Harapan kami (pimpinan), tim panja secepatnya menuntaskan,” tuturnya.

Baca Juga :  Skema Perencana Tata Bangunan dan Lingkungan Lsp-P1 Polnep Menjadi Skema Nasional

Tatib DPRD Kalbar yang baru memang menjadi acuan dalam pembentukan AKD. Dari Komisi-Komisi, Badan Kehormatan (BK), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi (Banleg), Badan Musyawarah (Banmus), dan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda).

”Komisi ini yang alot. Bicara masalah pengawasan juga belum bisa terlalu dalam. Harapan kami juga, Tatib disahkan dulu,” kata Suib anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PKB + Hanura, Perindo, dan PKPI.

Syarif Amin Muhamad Assegaf, Wakil Ketua Definitif menyebutkan memang komisi-komisi menjadi rebutan fraksi-fraksi khususnya yang mendulang banyak kursi di Pileg 2019.(den)

PONTIANAK—Sepertinya Tata Tertib (Tatib) DPRD Kalimantan Barat periode 2019-2024 dari tim Panitia Kerja (Panja) Delapan Fraksi di DPRD Kalbar masih alot.

Masih terjadi tarik menarik dalam mendudukan pimpinan (Ketua+Sekretaris) pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Apakah memakai hitungan mekanisme perolehan hasil kursi Pileg atau musyawarah mufakat?

”Kami harap delapan fraksi memang bermusyawarah mufakat terlebih dahulu dalam menetapakan Tatib membentuk AKD seperti apa,” kata Edy R. Yacoeb, Wakil Ketua DPRD Sementara, Rabu(16/10).

Menurutnya Panja saja masih melakukan rapat hingga hari ini. Pembahasan masih menjadi perdebatan guna menentukan sikap fraksi-fraksi di DPRD Kalbar seperti apa.

”Di sisi lain, ada aturan baru juga kemungkinan dimasukkan. Makanya tak ada target penyelesaian Tatib. Harapan kami (pimpinan), tim panja secepatnya menuntaskan,” tuturnya.

Baca Juga :  BNI Tebar Bingkisan Damai Untuk Warga Kalbar

Tatib DPRD Kalbar yang baru memang menjadi acuan dalam pembentukan AKD. Dari Komisi-Komisi, Badan Kehormatan (BK), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi (Banleg), Badan Musyawarah (Banmus), dan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda).

”Komisi ini yang alot. Bicara masalah pengawasan juga belum bisa terlalu dalam. Harapan kami juga, Tatib disahkan dulu,” kata Suib anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PKB + Hanura, Perindo, dan PKPI.

Syarif Amin Muhamad Assegaf, Wakil Ketua Definitif menyebutkan memang komisi-komisi menjadi rebutan fraksi-fraksi khususnya yang mendulang banyak kursi di Pileg 2019.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/