alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Operasi Jantung Pertama di RSUD Dr Soedarso

Alami Bocor Jantung, Micka Ketergantungan Ventilator

Untuk kali pertama, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soedarso melakukan tindakan operasi penutupan pembuluh darah pasien dengan kelainan jantung bawaan atau Patent ductus arteriosus (PDA). Operasi terhadap Micka Almeera Ramadhan sukses dilaksanakan Sabtu (16/11) dan menunggu obeservasi lanjutan.

Marsita Riandini, Pontianak.

Micka Almeera Ramadhan, bayi lahir kembar ini mengalami masalah jantung bawaan sejak lahir. Sering mengalami sesak nafas, dan menghambat proses tumbuh kembangnya.
Berbeda dengan saudara kembarnya, Mecca Almeera Ramadhan. Berat badan Mecca 6,2 kilogram, dengan kondisi kesehatan yang stabil. Sedangkan Micka berat badannya hanya 3, 1 kilogram.

Eka Prasetya (31 tahun) ibu bayi kembar ini mengatakan, anaknya terlahir secara prematur. Usia 8 bulan sudah ada pembukaan, dan lahir secara sesar. “Waktu sesar, seminggu setelah lahir, kontrol ketemu dokter anak. Waktu pemeriksaan nafas agak dalam. Disarankan rekam jantung. Bulan depannya pas satu bulan, hasil rekam jantungnya PDA,” kata dia.

Baca Juga :  Ciptakan Kamtibmas, Polresta Pontianak Jalin Sinergitas Dengan POM Kalbar

Sejak usia dua bulan, kondisi Micka kian parah. Micka mengalami batuk, dan membutuhkan ventilator, alat bantu pernafasan. Eka menambahkan, selain itu Micka juga mengalami Pneumonia, penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.

“Kemarin di bawa ke rumah sakit swasta, untuk masalah pneumonianya. Tapi setelah masalah pneumonianya sedikit membaik, ternyata ventilatornya tidak bisa dilepas dan kami bawa ke Soedarso,” kata dia.
Pihak keluarga pun bersyukur, pihak Rumah Sakit Soedarso kerjasama dengan Rumah Zakat memfasilitasi Micka untuk bisa di operasi rumah sakit itu. Setelah 102 hari dirawat, Micka menjalani operasi di usia 6 bulan.

Sebelumnya, pihak keluarga sudah panik karena pengobatan mesti dilakukan ke Jakarta. Sementara kondisi saat itu Micka tidak bisa lepas dari ventilator. Butuh biaya hingga ratusan juta untuk membawa Micka ke Jakarta.

“Saya bersyukur kami dapat bantuan ini. Semoga perkembangan anak saya semakin baik dan bisa sehat kembali,” kata Andika, ayahnya.
Operasi terhadap Micka dilakukan oleh tim yang terdiri dari Hermato, dokter Spesialis Bedah Anak, Alice Dokter Spesialis Jantung, dan Nevita Dokter Spesialis Anak.
Dokter Alice mengatakan dilakukan koreksi pada jantung Micka dengan penutupan pembuluh darah PDA. Jika sudah dilakukan koreksi dengan penutupan pembuluh PDA, diharapkan paru-paru dan jantungnya membaik. Tidak kebanjiran lagi, sehingga cepat lepas dari mesin nafas dan perkembangan lebih baik.

Baca Juga :  Pengusaha Kakap Kalbar Ditangkap? Diduga Tersandung Kasus Pajak Impor Emas

Direktur RSUD dr Soedarso Yuliastuti Saripawan, mengatakan ini bentuk inovasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan. Selama ini, pasien dengan penyakit jantung dirujuk ke Jakarta. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi lanjutan, terkait penyediaan sumber daya manusia, alat, dan kelengkapan medis lainnya.
Dokter Nevita mengatakan, persoalan penyakit anak tidak hanya jantung. Tetapi juga ada kanker. Dia berharap inovasi terus dilakukan agar bisa mengakomodir kebutuhkan masyarakat, terutama dalam menangani penyakit-penyakit tersebut. **

Alami Bocor Jantung, Micka Ketergantungan Ventilator

Untuk kali pertama, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soedarso melakukan tindakan operasi penutupan pembuluh darah pasien dengan kelainan jantung bawaan atau Patent ductus arteriosus (PDA). Operasi terhadap Micka Almeera Ramadhan sukses dilaksanakan Sabtu (16/11) dan menunggu obeservasi lanjutan.

Marsita Riandini, Pontianak.

Micka Almeera Ramadhan, bayi lahir kembar ini mengalami masalah jantung bawaan sejak lahir. Sering mengalami sesak nafas, dan menghambat proses tumbuh kembangnya.
Berbeda dengan saudara kembarnya, Mecca Almeera Ramadhan. Berat badan Mecca 6,2 kilogram, dengan kondisi kesehatan yang stabil. Sedangkan Micka berat badannya hanya 3, 1 kilogram.

Eka Prasetya (31 tahun) ibu bayi kembar ini mengatakan, anaknya terlahir secara prematur. Usia 8 bulan sudah ada pembukaan, dan lahir secara sesar. “Waktu sesar, seminggu setelah lahir, kontrol ketemu dokter anak. Waktu pemeriksaan nafas agak dalam. Disarankan rekam jantung. Bulan depannya pas satu bulan, hasil rekam jantungnya PDA,” kata dia.

Baca Juga :  Hidayati Tak Menyangka, Ikut Jadi Korban Skimming

Sejak usia dua bulan, kondisi Micka kian parah. Micka mengalami batuk, dan membutuhkan ventilator, alat bantu pernafasan. Eka menambahkan, selain itu Micka juga mengalami Pneumonia, penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.

“Kemarin di bawa ke rumah sakit swasta, untuk masalah pneumonianya. Tapi setelah masalah pneumonianya sedikit membaik, ternyata ventilatornya tidak bisa dilepas dan kami bawa ke Soedarso,” kata dia.
Pihak keluarga pun bersyukur, pihak Rumah Sakit Soedarso kerjasama dengan Rumah Zakat memfasilitasi Micka untuk bisa di operasi rumah sakit itu. Setelah 102 hari dirawat, Micka menjalani operasi di usia 6 bulan.

Sebelumnya, pihak keluarga sudah panik karena pengobatan mesti dilakukan ke Jakarta. Sementara kondisi saat itu Micka tidak bisa lepas dari ventilator. Butuh biaya hingga ratusan juta untuk membawa Micka ke Jakarta.

“Saya bersyukur kami dapat bantuan ini. Semoga perkembangan anak saya semakin baik dan bisa sehat kembali,” kata Andika, ayahnya.
Operasi terhadap Micka dilakukan oleh tim yang terdiri dari Hermato, dokter Spesialis Bedah Anak, Alice Dokter Spesialis Jantung, dan Nevita Dokter Spesialis Anak.
Dokter Alice mengatakan dilakukan koreksi pada jantung Micka dengan penutupan pembuluh darah PDA. Jika sudah dilakukan koreksi dengan penutupan pembuluh PDA, diharapkan paru-paru dan jantungnya membaik. Tidak kebanjiran lagi, sehingga cepat lepas dari mesin nafas dan perkembangan lebih baik.

Baca Juga :  Ciptakan Kamtibmas, Polresta Pontianak Jalin Sinergitas Dengan POM Kalbar

Direktur RSUD dr Soedarso Yuliastuti Saripawan, mengatakan ini bentuk inovasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan. Selama ini, pasien dengan penyakit jantung dirujuk ke Jakarta. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi lanjutan, terkait penyediaan sumber daya manusia, alat, dan kelengkapan medis lainnya.
Dokter Nevita mengatakan, persoalan penyakit anak tidak hanya jantung. Tetapi juga ada kanker. Dia berharap inovasi terus dilakukan agar bisa mengakomodir kebutuhkan masyarakat, terutama dalam menangani penyakit-penyakit tersebut. **

Most Read

Artikel Terbaru

/